Friday, November 28, 2014

Santap Kuah di Boiling Pot Pesanggrahan

Bahagia itu sederhana. Sesederhana menikmati makanan di tempat makan dekat kantor, untuk  yang terakhir kalinya, bersama kolega tersayang.

Boiling Pot. Itulah nama tempat makan yang saya dan kedua orang teman kantor saya singgahi hari Rabu lalu. Dengan rencana yang dibuat 5 menit sebelum mengunci kantor, kami akhirnya memutuskan ke sana untuk memburu makanan berkuah yang nikmat selagi hangat. Maklum, musim hujan.

Tempatnya tidak terlalu besar, karena memang hanya mengambil satu lantai dari sebuah ruko di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Barat. Meskipun begitu, tempat duduk yang disediakan cukup banyak dan cukup nyaman untuk berlama-lama.




Menu yang disediakan tidak terlalu banyak. Untuk itu, jangan heran jika buku menunya tidak terlampau besar atau tebal. Eits, jangan kecewa dulu. Meskipun nggak banyak pilihan, tapi menu yang ada sudah cukup untuk membuat saya ngeces. Ya, nggak ngeces beneran sih akhirnya.

Berhubung sedari awal saya ingin mencicipi menu yang berkuah, pilihan saya akhirnya jatuh pada 'make your own soup' menu. Wah, apa tuh? Hmm jadi, di Boiling Pot ini, ada sebuah opsi di mana kita diijinkan untuk meracik makanan kita sendiri.

Pertama-tama, saya memilih rasa kuah-nya terlebih dahulu. Dari beberapa rasa (kaldu, miso, tom yum, dsb.), saya memutuskan untuk memilih kuah tom yum. Untuk pilihan kuah ini, kita dikenakan biaya IDR 5,000. Kemudian, saya lanjut memilih-milih isi dari soup saya. Isi yang ditawarkan cukup beragam. Ada bakso sapi, bakso ikan, fillet ayam, udang, beef enoki, sawi putih, berbagai macam jamur, ikan dory, dan masih ada sekitar belasan pilihan lainnya. Untuk isi, saya memilih ikan dory (IDR 12,000) lalu shitake stuffed chicken (IDR 12,000) dan fillet ayam (IDR 15,000). Sentuhan terakhir adalah tambahan makanan berkarbo-nya. Ada nasi, udon, dan ramen. Saya dan rekan saya selanjutnya menetapkan udon sebagai pilihan (IDR 8,000).

Mine!
Rasa dari menu hasil racikan saya ini cukup enak, gurih dan sedap. Akan tetapi, jika dikaitkan dengan ciri khas Tom Yum, kuah ini nggak "Tom Yum-Tom Yum" banget. Asam dan pedasnya kurang terasa dan kurang membuat mata saya 'micing'. Jadi, hanya sekadar enak, tapi tidak terlalu Tom Yum, meskipun ada sedikit efek 'segar'nya.

Untuk isinya, jumlah ikan dory, fillet ayam, dan shitake stuffed chickennya cukup banyak.   Udonnya juga. Makan 1/2 porsi saja sudah membuat perut saya kekenyangan. Sepertinya Boiling Pot nggak pelit dan saya rasa cukup worth it.

Selain menu racikan sendiri, rekan saya juga memesan satu menu lainnya yang turut dibagi dua. Namanya 'Spicy Mala' (IDR 52,000), semangkuk szechuan traditional hotsoup consist of Sichuanese peppercorn and various traditional herbs. Isinya ada sapi potong, bakso ikan, crabstick, pangsit udang, sawi putih, pakcoy, tahu putih, soun, kembang tahu, enoki, simeji, tomat, telur ayam, dan green onion. Mmm, banyak ya isinya.
Yang ini juga sama, enak dan gurih kuahnya. Isinya lengkap dan enak juga. Tapi, kurang pedas kuahnya. Jadi, harus ditambahin bumbu-bumbu sendiri sesuai selera.






Untuk perbumbuan, kita diberikan tiga bumbu termasuk sambal, yakni sweet chili, hot chili, dan garlic soy. Bumbu-bumbu ini dapat ditambahkan sesuai selera.

FYI, yang biru itu spiritus gel.
Selain menu kuah-kuahan, di Boiling Pot ini juga ada appetizers yang berkisar dari IDR 19,000 - 28,000. Beberapa menu appetizers yang ditawarkan adalah jamur crispy, ayam crispy, labu crispy, dan lumpia sayur.

Menu Ala Carte juga ada. Beberapa menu yang direkomendasikan terdiri atas Mongolian Chicken, Ayam Kung Pao, dan Udang Telur Asin. Menu sayuran yang diunggulkan adalah Daun Ubi Tumis Ebi dan Homemade Tofu.


Kalau tidak ingin makan nasi dengan lauk, kalian dapat memesan Mie Goreng Boiling Pot dan Nasi Goreng Spesial yang jadi juara di Boiling Pot (chef recommended).


Minuman yang kami pesan kemarin ada Honey Lemon Aloe (IDR 19,000), Green Mojito (IDR 24,000), dan Black Tea (IDR 8,000)

Green Mojito
Secara keseluruhan, makanan di Boiling Pot ini enak dan mengenyangkan. Hanya saja, bumbu yang diberikan kurang pas dengan nama menunya. Kurang asam dan kurang pedas untuk Tom Yum, serta kurang pedas untuk Spicy Mala. Kuahnya tidak terlalu berminyak, sehingga nggak membuat kita takut gendut. Asal jangan ditambah dengan menu gorengan ya...

Boiling Pot
Jalan Pesanggrahan Raya 168H, Kembangan - Jakarta Barat
Tel: 021 58303174
FB: Boiling Pot Restaurant
Instagram: @boilingpotid
www.boiling-pot.com

Tuesday, November 25, 2014

Super Tasty Pandan Chicken Found at Jittlada Thai Cuisine, Grand Indonesia

Thailand Cuisine adalah salah satu jenis makanan yang tidak dapat saya tolak sama sekali. Mencicipi tom yam dari setiap restoran  khas Thailand sebenarnya adalah salah satu kegiatan kuliner favorit saya, meskipun tidak sering dilakukan. Nah, berkaitan dengan kegiatan ini, saya akhirnya memutuskan untuk berlabuh pada Jittlada Thai Cuisine pada hari Sabtu dua minggu lalu. Jujur, ini bukan kali pertama saya menyapu pandangan di depan restoran ini. Mungkin, sudah kesekian kali. Tapi akhirnya baru kemarin saya memiliki keinginan untuk mencoba.

Malam itu, saya memutuskan memesan 3 menu makanan plus satu menu minuman. Saya pilih menu yang memang jadi andalan saja.

1. Thailand Traditional Spicy Soup (Tom Yum Kung) IDR 65.5
Famous Thai spicy and sour soup with prawn.



Tom Yum di Jittlada ini disajikan di sebuah mangkuk kecil dan hanya cukup untuk porsi satu orang. Untuk sharing bisa-bisa aja, sih. Tapi, pasti tidak puas. 
Dari segi isi, Tom Yum di Jittlada ini hanya berisi jamur dan seekor udang yang berukuran cukup besar. Nggak tahu juga nama udangnya apa, tapi ya cukup besar dan penuh isinya. 



Dari segi rasa, menurut saya Tom Yum ini cukup enak. Hanya saja, kurang terasa pedasnya. Rasa asam yang segar masih cukup mendominasi, terlebih ada tomatnya juga di mangkuk ini. 

Dari segi harga, saya rasa cukup mahal. Tapi, jika ingin mencoba sensasi Tom Yum yang berbeda, tidak ada salahnya mencoba. Mengingat Jittlada ini hanya dapat ditemukan di mal-mal besar di Jakarta. Kalau tidak salah, di Surabaya dan Medan juga ada. 

2. Pandan Chicken IDR 49.5
Marinated Chicken wrapped up in toey (Pandan) leaf

Ini ayam pandan yang zuper enak! Makanan yang saya duga jadi ciri khas Thailand ini disajikan dengan saus kecap manis dan butiran wijen. 




Satu porsi Pandan Chicken ini berisi 3 potong daging ayam tanpa tulang yang dibungkus daun pandan. Rasa asin dan bumbunya pas. Gurih. Teksturnya renyah dan garing ketika dikunyah. Super nagih.

3. Seafood Phuket-Style IDR 79.5
Mixed seafood sauteed with chili paste garlic and sweet basil


Campuran seafood (cumi, udang, ikan) dalam satu piring ini terasa kurang spesial. Bumbunya seperti bumbu lada hitam, namun tidak persis sama. Rasa manis dan pedas di sausnya cukup enak. Seafoodnya juga terasa segar. Jika ingin dibayangkan, rasa dari menu ini mirip dengan bumbu di chinese food 'Chicken Kungpaw'. Meskipun enak, tetapi saya tidak merasa menu ini unik. Itu saja. Selain seafood, di dalam piring menu ini juga terdapat bawang bombay, jamur, dan paprika.

4. Thai Ice Green Tea IDR 27.5


Rasanya tidak terlalu manis, sesuai dengan selera saya. Saya duga, rasa dari minuman ini sangat mirip dengan Teh Tarik, hanya saja ada aroma dan rasa green tea yang menjadi pembeda. Cukup segar dinikmati setelah mengkonsumsi makanan khas Thailand yang penuh rasa dan penuh bumbu itu.

Jittlada Grand Indonesia
Lt 3A #FD 1.
T/F : +62 21 2358 0573 

Thursday, November 20, 2014

Dinner Lintas Generasi, di Tajima Yakiniku PIK

Makan malam sama CEO yang disayangi oleh anak-anak buahnya itu adalah hal yang paling menyenangkan dalam kehidupan pekerjaan. Sama seperti kesepakatan makan malam yang diadakan oleh tim Marketing (baca: tim sumapyang) dan beberapa rekan dari divisi tetangga. Makan malam ini bertemakan "Makan Malam Lintas Generasi". Keren kan? Apalagi bintang tamunya adalah CEO ter-ketje sejagad DMJ.

Bertempat di Tajima Yakiniku Pantai Indah Kapuk, malam itu semua yang hadir turut bersenang-senang sambil menyantap makanan bersama.

Ada beberapa menu yang sempat saya icip dan sempat saya foto saat acara tersebut. Mungkin beberapa di antaranya dapat saya jabarkan di post kali ini:

1. Tongue, Yaki Shabu, Karubi, Akami, Harami, Tongue Sita, Chicken IDR 58 - IDR 88


Selain jenis daging pada foto di atas ini (yang mohon maaf sekali saya tidak ingat namanya yang mana), kami juga memesan daging ayam dan daging sapi jenis lain seperti yang saya sampaikan pada judul.  Untuk rasanya, standar rasa daging, sih. Tapi, yang mungkin bikin rasanya lebih enak adalah bumbu yang sudah diresapkan pada daging tersebut sebelum dibakar. Saya sendiri menyukai salah satu daging sapi yang dibumbui rasa asin. I don't know the name, but it was just so damn good!

2. Cijimi IDR 38
Japanese Pancake with Scallion and Carrot



Sebelum dimakan

Tekstur makanan ini menyerupai kue dadar lokal yang dilapisi oleh lelehan keju di 3/4 bagian atasnya. Rasanya pas dan cukup enak. Tidak terlalu asin dan saya rasa tidak ada kandungan MSG di dalamnya. Satu porsi Cijimi ini dilengkapi oleh saus yang didominasi rasa asin. Cijimi jadi favorit banget malam itu. Kami pesan 3 porsi dan saya habis 3 potong. Banyak yang bilang, bentuknya seperti pizza. Iya sih, tapi rasanya berbedalah.


3. Tajima's Croquette IDR 15
Tajima's Special Potato Croquette

Menu ini saya rasa sangat pas untuk dijadikan snack saat menunggu daging yang sudah dipesan, dibakar matang. Bentuknya seperti layaknya kroket biasa, hanya saja, yang ini punya ukuran lebih besar. Kroket di sini punya tekstur yang renyah, jadi sangat enak kalau dinikmati selagi panas-panas hangat-hangatnya. 


Isinya sendiri adalah daging sapi cincang. Kentangnya sendiri tidak terlalu padat. Tidak seperti kroket lain pada umumnya yang terdiri dari 90% kentang.


Sayangnya, saya tidak sempat mengambil gambar dari menu ini. Kalau penasaran, bisa banget langsung mampir saja ke tempatnya jika kalian kebetulan ingin berkunjung ke kawasan Pantai Indah Kapuk.


4. Baked Salmon & Mushroom IDR 88

Yang ini rasanya enak! Sama seperti menu lainnya, saya rasa tidak ada kandungan MSG sama sekali di dalamnya. 1 porsi ini terdiri dari fillet salmon yang cukup banyak untuk dimakan sendiri (sharing is better), lelehan keju, serta jamur enoki.


So creamy and yummy
Ketika dibawa ke meja kita, menu ini masih belum bisa dimakan. Jadi, kita perlu untuk membakarnya terlebih dahulu selama 7-10 menit. Setelah itu, baru dapat disantap. Mmmmm, It's really good to have salmon and cheese, mixed together in your mouth. Seriously!


Selain opsi bakar-bakaran, terdapat juga opsi kuah-kuahan yang bisa dijadikan pilihan tepat bagi kalian yang lebih suka menyesap kuah daripada membolak-balik daging mentah di atas pemanggang.

_________________________________________________________________________

Secara keseluruhan, menu di tempat ini menjawab rasa penasaran saya tentang cita rasa makanan Jepang (selain sushi dan sashimi tentunya).

Dari segi tempat, saya rasa tempat ini cukup nyaman untuk berbagai acara pertemuan. Dari sekadar makan malam bersama kolega atau keluarga, hingga hanya sekadar berkumpul saja. Memang, luas Tajima Yakiniku bisa digolongkan cukup sempit, tapi mereka menyediakan fasilitas private room yang mana dapat menjadi pilihan orang-orang yang ingin menjaga privasinya ketika bertemu atau berkumpul. Opsi private room ini lah yang kami pilih saat acara kemarin. Seluruh ruangan didominasi oleh kayu, sehingga konsep Jepangnya terasa kental sekali.

Tergugahkah?

Tajima Yakinku
Rukan Crown Golf
Blok D No. 25,26,27 – BGM – Pantai Indah Kapuk (Satu tempat dengan Fish & Co.)
Jakarta Utara
Tel : 021 – 294 24 980
http://tajima-yakiniku.com

Tuesday, November 18, 2014

BBM naik, lalu...

mengapa harus mencela jika belum melihat perubahan apa yang menunggu di depan sana?
mengapa harus diliputi rasa pesimis jika mereka yang merubah bisa optimis?
mengapa harus mengeluh ketika masih bisa berusaha sampai berpeluh?
mengapa tak justru mencoba memahami sebelum mengomentari?
mengapa tak mau duduk berpikir dan malah terus-terusan nyinyir?
mengapa harus selalu minta dikasihani? Selalu mengucilkan diri sendiri? Apa daya juang kita sudah lari?
mengapa tak justru mencari alternatif pengganti? Apa kreativitas kita sudah mati?
mengapa hal seperti ini selalu terjadi? Cela datang dari sana sini, kritik mengalir tidak berhenti. Bentuk kepeduliankah ini? Apa justru cerminan hilangnya energi positif di negara ini?


Cobalah untuk...

menjadikan jalan kaki sebagai pilihan, tidak melulu naik ojek atau naik angkutan umum, maka kita bisa berhemat.
menjadikan sepeda atau angkutan umum sebagai kendaraan jika ingin bepergian, maka kita akan mampu mengurangi kemacetan.
menghemat pengeluaran dan budayakan menabung, maka kita punya dana cadangan sewaktu-waktu.
merasakan nikmatnya hidup dengan apa yang sudah kita punya, maka hidup akan lebih positif.
bersyukur, maka Tuhan akan memberikan yang lebih dan lebih setiap hari.

Memang...

saya tidak merasakan langsung dampak yang dirasakan mereka yang mengaku rakyat kecil.
saya tidak pusing menaikkan harga karena saya bukan pengusaha.
saya tidak pusing menaikkan gaji karyawan karena saya bukan bos perusahaan.

Tapi saya...

penikmat kendaraan pribadi yang bukan milik sendiri.
penikmat angkutan umum yang lambat laun akan merasakan kenaikan harga.
memiliki kebutuhan yang pasti harganya naik pula.
karyawan yang tidak (belum) dinaikkan gajinya.
pasti ikut pusing mengatur pengeluaran.

Dan saya memilih...

untuk benar-benar merealisasikan apa yang saya ajak kalian untuk coba lakukan.

Monday, November 17, 2014

Mabuk B2 di Bakmi Ahau 38 Mangga Besar

Seperti judulnya, saya memang mabuk babi setelah pulang dari sini.

Bagaimana tidak? Di tempat yang konon katanya menyediakan bakmi babi terenak sepanjang masa ini, saya berhasil menghabiskan 1 porsi bakmi porsi kecil ditambah 2 buah bakso babi goreng ditambah 2 buah suikiaw ditambah 1 siomay babi ditambah 1 pangsit goreng ditambah 1 porsi telur puyuh isi 5 butir. Nah kan? Membaca penjabarannya saja sudah bikin kalian pusing (atau ngiler?) saya yakin.

Atas rekomendasi seorang teman, dan berdasarkan isu-isu yang telah lama beredar, janji untuk kuliner bertemakan babi bersama Maltal pada malam hari tanggal 12 November kemarin, ya akhirnya berujung di tempat ini, Bakmi Ahau 38 di kawasan Mangga Besar.

Ada yang bilang bakmi di sini super enak. Ada yang bilang, bakmi di sini akan bikin "foodporkgasm" bagi para "porkaddict". Ada yang bilang, makan bakmi di sini kalau kebanyakan malah bikin eneg. And I agreed with it all finally. Bakminya enak, tapiii kalau kebanyakan malah bikin eneg.

Bakmi Ahau 38 ini tidak memiliki tempat di ruko atau di bangunan tetap, melainkan hanya bergantung pada sebuah gerobak dan beberapa meja kursi yang dilindungi tenda-tenda memadai. Lokasinya tidak sulit ditemukan. Cukup cari sekolahan Santo Leo dan Apotek Budi, nah di seberangnya lah, Bakmi Ahau 38 ini berjualan. Penjual (yang diduga adalah pemiliknya) serta beberapa pelayannya sangat ramah. Tidak terkesan jutek sekalipun tempat ini lagi dipenuhi pengunjung.

Harga seporsi bakminya cukup terjangkau. Bakmi Porsi Kecil Polos-nya 14,000 rupiah, sementara yang Porsi Besar-nya dihargai sebesar 21,000 rupiah. Lebih banyak 1,5 kali lipat dari porsi kecil.

Untuk versi komplit (mi polos + 2 bakso babi goreng + 2 suikiaw + 1 siomay + 1 pangsit goreng + 1 porsi telur puyuh isi 5 butir), ukuran kecil-nya dihargai 39,000 rupiah dan ukuran besar-nya dihargai 46,000 rupiah.

Lengkap!
Jika tidak ingin memesan yang komplit, tapi ingin memesan bakso babi atau siomaynya saja, kalian bisa memesannya secara terpisah.

Berikut saya lampirkan daftar harganya (per Nov 2014):

1. Bakso goreng 3,000 rupiah
2. Suikiaw 3,000 rupiah
3. Pangsit goreng 3,000 rupiah
4. Siomay 6,000 rupiah 
5. Telur puyuh 4,000 rupiah per porsi.


Kalian bisa memilih sendiri pelengkap mana saja yang ingin disajikan bersama bakmi polos yang kalian pesan (hal inilah yang tidak diketahui saya dan Maltal sebelumnya, sehingga kami dengan PD memesan yang komplit, haha, akhirnya ya begitulah).

Oiya, bakmi polos itu bukan berarti bakmi-nya tok. Tapi, ada juga kok daging dan campuran kerupuk kulit.

Yums!
Menurut saya, bakmi ini enak. Seperti yang saya bilang sebelumnya, bakmi ini enak, tapi kalau kebanyakan jadi eneg. Saya sendiri tidak begitu suka siomay, suikiaw, dan bakso babinya. Karena masih terlalu manis di lidah. Tapi, salah seorang teman saya justru mengakui bahwa ia menyukai baksonya. Hmm, namanya juga pendapat ya?

Tidak suka pada siomay, suikiaw, dan baksonya bukan berarti saya tidak menyukai bakminya. Salah. Saya sangat suka bakminya. Padat. Tidak terlalu lembek dan matangnya tidak berlebihan. Tekstur bakmi di sini pada akhirnya cukup mengobati kerinduan saya makan bakmi babi, eh babi bakmi maksudnya. 

Bakmi Ahau 38 Mangga Besar
Jl. Mangga Besar No. 38, Mangga Besar

Friday, November 14, 2014

Bakken.id, MYLKINC., and CHIA YO! on Sunday Food Market Cilandak Town Square

Minggu, 9 November 2014

Kaki enggan beranjak pulang setelah saya selesai bertemu seorang teman.
Akhirnya, dengan berbekal uang gajian serta keinginan besar untuk jalan-jalan sendirian, Cilandak Town Square pun menjadi tujuan kemudian.

Nggak disangka dan nggak diharapkan juga, ternyata di sana saya menjumpai beberapa booth penjual makanan sehat, makanan enak, dan jenis makanan-makanan lainnya. Mereka berjejer dari ujung sampai ke ujung lantai dasar Citos. 

Karena godaan yang memang selalu datang menghancurkan niat untuk tidak jajan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa asupan di tiga booth ini: Bakken.id, MYLKINC, dan Chia Yo! 

BAKKEN.ID

Secara sengaja atau nggak sengaja, sadar atau tidak sadar, ternyata saya sudah follow akun ini di instagram. Cuma, saya belum pernah mencicipi kue hasil buatan mereka. Nah, kemarin, saya penasaran untuk mencoba cookies dan brownies mereka. Jadilah, setoples Cheese Havermout Cookies dan sebuah Green Tea Brownies in A Cup melenggang manis di dalam kantong belanjaan yang akan saya bawa. 


The Cookies!

Cheese Havermout Cookies dapat kita peroleh dengan harga IDR 30,000 saja. Keju dan tekstur oat nya sangat terasa di lidah. Not too sweet. Cookies-nya cenderung cheesy. Enak banget dijadiin kudapan. Saya sendiri sudah merasa cukup mengunyah 2 sampai 3 cookies ini sebelum akhirnya saya alihkan ke mama saya, yang emang doyan ngemil.


Green Tea Brownies itu yang ada di sebelah kiri
FOODGASM yang saya alami justru setelah saya mengunyah habis Green Tea Brownies in A Cup dari Bakken.id (IDR 12,500). Gigitan pertama, paduan green tea dan chocolatenya itu...enak...banget... Cokelatnya terasa padat dan yang saya suka, cokelatnya nggak terlalu manis dan ada kandungan non-alcohol rhum-nya. Kebayang gimana enaknya? Mengkonsumsi satu saja sudah lebih dari bikin kenyang. Apalagi ditambah padatnya teksur dari brownies itu sendiri. ENAK. BANGET!

Phone: +62 821 1427 2711
Line: bakken.id
Mail: inquiries.bakken@gmail.com
Instagram: bakken.id
FB Page: bakken-id

MYLKINC

Entah magnet apa yang akhirnya membawa saya pada produk yang selama ini saya pertanyakan rasa dan khasiatnya. Yap! Saya sudah terlalu lama penasaran ingin mencicipi Almond Milk yang katanya tergolong minuman sehat itu. Penasaran saya akhirnya terjawab juga setelah saya membeli dua botol Almond Milk di MYLKINC. Yang pertama rasa Matcha, yang kedua Plain saja. Mereka menyediakan 5 varian sebenarnya. Chocolate, Matcha, Sweet, Plain, dan Vanilla. Harga satu botol berisi 250 ml adalah IDR 30,000, dan yang berisi 500 ml adalah IDR 50,000. Mereka juga menjual chia seed seharga IDR 10,000.



Rasa Almond Milk ini nggak jauh beda dengan rasa kacang Almond yang biasa dijadikan cemilan atau selipan di cokelat-cokelat batangan. Hanya saja, tidak ada tekstur kasarnya kacang di minuman ini. Teksturnya lebih mirip dengan tekstur susu kedelai. Halus dan tidak berminyak seperti susu sapi. 250 ml dalam satu botol kecil itu mampu megamankan perut saya dari rasa lapar selama 4 jam! That's why, kata brosur MYLKINC yang saya ambil, Almond Milk ini dapat dijadikan pengganti sarapan dan makan malam. 

Khasiat Almond Milk ini juga ada banyak ternyata. Mampu menjaga sistem imun atau kekebalan tubuh, bermanfaat bagi tulang, mengandung antioksidan, memberikan energi yang cukup, dan yang paling penting, membantu proses DIET. Hmm...

Saran saya, kalau beli Almond Milk ini cobain yang rasa plain dulu baru rasa lain. Kalau nggak, kita tidak akan merasakan rasa asli dari Almond Milk ini. 

Rasa matchanya cukup enak. Next time, mungkin saya akan mencoba rasa coklat dan vanillanya.

Phone/WhatsApp: +62 812 8612 2273
Line: MYLKINC
BBM: 7EB8462C
Instagram: @MYLKINC_ID
Twitter: @MYLKINC

CHIA YO!

Produk terakhir yang saya beli adalah produk cold pressed juice dari Chia Yo! Cold pressed juice memang agaknya akhir-akhir ini sedang menjadi incaran orang-orang yang ingin bergaya hidup sehat. Selain karena rasanya yang segar, komposisinya juga terdiri dari makanan sehat. Chia Yo! sendiri menawarkan 6 varian yang berbeda-beda (saya tak begitu hafal). Namun, hanya 2 varian yang saya coba. Pertama adalah juice yang terdiri dari campuran chia seed, beet root, pinneapple, ginger, dan carrot, sementara yang kedua adalah juice yang terdiri dari campuran chia seed, pinneapple, cucumber, dan apple.





Seperti yang sudah saya bilang tadi, rasanya segar. Tidak pahit, tidak manis. Enak banget kalau disajikan dalam keadaan dingin. Di dua produk yang saya konsumsi, ternyata ada satu komposisi yang sama, yakni kandungan buah nanas. Mungkin juga, karena rasa nanas inilah, saya tidak terlalu mempermasalahkan komposisi lainnya. 

Cukup penasaran bagi saya untuk mencoba juice lain yang memiliki komposisi sayur-sayuran seperti pokchoy, kailan, dan lainnya.

Bikin sendiri juga kayaknya menarik, ya? 

Chia Yo! menawarkan minuman ini dengan harga IDR 35,000 untuk satu botol. Kalau beli tiga, cukup membayar IDR 100,000 saja. Mereka juga menyediakan paket 3 days-detox. Jadi satu hari, kita harus mengkonsumsi 6 botol cold pressed juice ini dan 1 coconut water. Wow! Nabung dulu deh ya.

Phone: +62 812 9603 5796
Mail: chiayo@gmail.com
Instagram: @chiayo_id
Line: mmariana25

Thursday, November 13, 2014

Siang Santai di Port ér House Pantai Indah Kapuk.

07 Agustus 2014

Hari Jumat.

Cuaca panas.
Bikin ingin makan-makan.
Menggoda untuk jalan-jalan.
Akhirnya terwujud senang-senang.
Makan jalan senang sama tim sumapyang*.

Yeay!
Siang itu, kami ber-6 (harusnya ber-7) akhirnya menumpangi mobil NM untuk berangkat ke PIK. Setelah berpikir berdiskusi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk menjadikan sebuah café-resto bernama Port ér House sebagai tempat tujuan.

Berangkat pukul satu dan tiba pukul setengah dua-an, kami yang (sebagian besar) sudah dilanda rasa lapar akhirnya memasuki tempat tujuan.

Port ér House terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, yakni bagian di luar ruangan. Tentu tidak ada AC. Yang ada hanya berbagai tumbuhan merambat menjalar yang ada di dalam pot-pot yang digantung di dekat tempat-tempat duduk. Tempat duduknya berdesain unik dan rasa-rasanya sangat nyaman untuk diduduki. Pasti bikin betah lama-lama duduk dan ngobrol. Apalagi kalau pengunjungnya 'gerombolan'.

Bagian kedua, yakni bagian di dalam ruangan. Ada beberapa tipe tempat duduk juga, dari segi posisi dan desainnya, disesuaikan dengan jumlah orang. Bagian ketiga terdapat di lantai dua. Bagian ini menampilkan baju dan aksesoris yang bisa dibeli oleh customer (Could we categorize it like a distro/boutique?)...







Kami ber-6 memilih tempat yang nyaman di bagian dalam, pastinya yang memungkinkan kami ber-6 untuk duduk (nggak mungkin ada yang nangkring di meja, kan?) hehe.




Bentuk menu yang disajikan cukup simpel. Bagian depan menu berisi daftar makanan, yakni appetizer, soup, salad, main course, pasta, dan pizza. Bagian belakang menu berisi daftar minuman (mostly mengandung alkohol, dan ada Baileys! hoho)










Hm, setelah kami memilih, memesan, mengunyah, dan menelan, saatnya saya mulai mereview semuanya. 

1. Fettucine Cilantro Chicken IDR 60
Roasted Chicken Sauteed With Cilantro And Garlic With Marinara Sauce


Fettucine Cilantro Chicken
Pasta yang serupa mi lebar ini penampilannya tidak jauh lebih menarik dari pasta-pasta yang biasa kita temukan di café atau restoran lainnya. Warnanya merah karena marinara sauce-nya. Rasanya? Enak. Bumbu dan sausnya terasa. Ukuran porsinya juga pasti mengenyangkan. Tapi, yaudah sebatas itu aja. Nothing special. Yaaaa, at least buat saya seperti itu. Mungkin, karena saya hanya mencicip dan tak memakannya habis? Mungkin juga.

2. Crispy Crush Fried Chicken With Devile Sauce IDR 52
Deep Fried Crispy Chicken Served With Potato Wedges And Cucumber Jicama Salad



Menu ini merupakan perpaduan dari filet ayam yang digoreng garing, dilumuri saus, dan ditemani oleh kentang goreng. Rasanya? Enak! Yang ini bisa dibilang tidak biasa. Lagi-lagi saya hanya mencicip. Menurut saya, jarang sekali saya dapat menemukan filet ayam goreng yang garing, yang bumbunya pas, sausnya enak, dan ya, semua itu ada di menu ini. Maybe, next time, saya bisa coba pesan ini untuk menu makan saya?

3. Spaghetti Marinara IDR 55
Mixed Seafood Sauteed With Onion And Garlic Tossed With Marinara Sauce



Saya ndak cicip-cicip yang ini eee... Tapi, dugaan saya, rasanya mungkin tidak jauh berbeda dengan Fettucine yang tadi saya bahas?

4. Popcorn Chicken IDR 46
Breaded Diced Chicken Served With Thai Chili Dip And Tomato Salsa



Menu ini pas untuk dijadikan cemilan sambil ngobrol, kalau misalnya mau nongkrong lama-lama. Soalnya, menu yang terdiri dari bola-bola filet ayam goreng ini nggak bikin kita buru-buru buat ngabisin. Tekstur bola-bola filet ayam goreng ini padat. Nggak kebanyakan tepung, tapi kebanyakan daging ayam. Bisa disematkan nilai 80 dari 100 lah.


5. Port ér House Pizza IDR 38
Chicken, Miced Beef, Pepperoni, Bell Pepper, Black Olive, Mushroom, And Mozzarella Cheese


And Port ér house Salad is also in this image...
Unik! Pizza ini nggak berbentuk bulat seperti pizza kebanyakan, melainkan memanjang dengan potongan bentuk persegi panjang yang bisa dibagi-bagikan ke semua orang yang duduk bersama di meja. Rasanya, lagi-lagi enak (belum menemukan yang nggak enak sih di tempat ini). Topping-nya banyak. Makan satu sampai dua potong, saya rasa sudah berhasil bikin kenyang. Karena nama pizza ini sama dengan nama tempatnya, makanya kami pesan. Asumsinya, pizza ini menjadi speciality pizza di tempat ini. Hmm...

6. Port er house Salad IDR 62
Grilled Chicken Breast, Sliced Smoked Beef, Boiled Egg, Sausage, Mixed With Green Park Salad And Vinnegrette Dressing

Yang ini setengah worth it dan setengah priceyDressing nya nggak se-asam salad-salad yang pernah saya makan di tempat lain. Smoked beef, chicken, dan sausage-nya cukup banyak, nggak cuma seiprit. That's what makes this salad worth-it. Tapi, mengingat harga segitu bisa ditukarkan dengan menu lain yang lebih banyak komposisi daging dan kejunya, di tempat yang sama pula, jadi membuat saya berpikir kalau menu ini agak pricey. Kan, bedanya di sayuran aja. 

7. Quesadillas IDR 46
Mexican Flour Tortilla With Mozzarella And Cheedar Cheese, Diced Tomato And Roasted Rosemary Chicken Serve With Tomato Salsa And Avocade Guacamole




Voila! This is what I ordered yesterday... Kejunya sumpah terasa banget, terus selada dan guacamole avocadonya juga enak pas dimakan sama quesadillasnya! Bisa dibilang, isinya padat, dan tortillanya juga renyah. Rasanya nggak lebay, tapi bumbu-bumbunya pas. I love this one!

And below are what we drank... :)

8. Ice Lychee IDR 28
9. Ice Peach IDR 28
10. Cappucino IDR 26
11. Orange Juice IDR 30
12. Peach Candy IDR 36

Sooo, menurut saya, tempat ini jauh lebih menyuguhkan tempat yang adem, nyaman, dan kondusif buat ngobrol panjang lebar dan berlama-lama. Tempat meeting bisa, tempat ngedate bisa, tempat nongkrong juga bisa. Tempat ini cukup ditunjang dengan menu makanannya yang variatif dan enak-enak, tapi mungkin belum sebanding ya. We pay not only for meals, but also for the ambiance. Yeah, jadi jangan heran kalau harga-harganya nggak "standar" dan rasanya nggak semuanya "WOW". 

Suasana bisa jadi alasan buat saya nggak menyesal datang ke sini. I'll be back again! :)

PORT ér HOUSE
Rukan Crown Golf Mediterania, Blok B No. 38, 39, 50, Jl. Mediterania Indah Golf, Pantai Indah Kapuk

(021) 44632017

---