Dari jauh-jauh hari gue udah menanti-nanti pemutaran perdana film ini di bioskop-bioskop, and FINALLY, gue akhirnya berhasil nonton film ini kemarin di hari pertama pemutaran!
Awalnya, gue nggak tau kalau film ini dibagi menjadi dua bagian. Tapi setelah salah satu temen gue ngasih tau gue tentang hal ini, dan gue membuktikannya sendiri, akhirnya gue baru yakin kalo film ini dibagi ke 2 part.
Kecewa nggak, yaaa? Haha, sedikit. Cuma, kalau mau menikmati hasil yang maksimal, memang agak sulit ketika novel yang begitu tebal hanya diadaptasi ke dalam film berdurasi 2 jam, walhasil, ya nggak apa-apa lah ya, kalau emang harus dibagi menjadi 2 part.
Gue sendiri baru selesai baca novelnya sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu. Gue nangis tersedu-sedu baca novelnya. (Ya iyalah, gue cengeng banget kalo baca novel beginian.)
me with radar Neptunus (1)
me with radar Neptunus (2)
me with radar Neptunus (3)
Secara garis besar, Perahu Kertas ini mengisahkan seorang cewek bernama Kugy yang merasa bahwa dirinya merupakan salah seorang agen Neptunus. Jadiii, setiap dia resah dan gelisah, dia selalu bikin perahu kertas yang berisi curahan hatinya atau sekedar laporan kegiatannya sehari-hari, lalu perahu kertas itu dihanyutkan ke sumber air yang mengalir ke laut.
Dikenalkan oleh Eko yang merupakan pacar Noni (sahabat Kugy), Kugy bertemu Keenan. Aliran kisah cinta itupun dimulai. Keduanya merasakan "sesuatu" namun sama-sama tidak berani mengungkapkan hingga tidak ada seorangpun yang sadar. Kugy dan Keenan kemudian menjalani kehidupan masing-masing dan tidak berjumpa untuk waktu yang lama. Setelah lama tidak bertemu, Kugy yang akhirnya putus dengan pacarnya, sampai akhirnya punya pacar baru bertemu kembali dengan Keenan yang juga sudah punya seseorang yang disukainya. Tapi, bagaimanapun juga aliran rasa yang pernah dimiliki mereka berdua itu akan selalu ada dan yaaaa mungkin akan berujung bahagia. hehe :D (Gue nggak mau ceritain banyak-banyak, takut spoiler :p)
Layaknya perahu yang ada diatas air, kisah ini begitu mengalir dan membuat pembaca (novelnya) dan penonton (filmnya) terhanyut. (Yakin gue, bukan gue doang kok yang kayak gini). Ceritanyaaaaa bagus, filmnya oke.
Cuma sayang aja, filmnya tidak menampilkan cukup banyak bagian cerita di novelnya. But, overall, I love this movie!! Really. Filmnya sederhana tapi pengambilan gambarnya menarik. Tidak terlalu banyak menggunakan dialog, tapi sekalinya berdialog, kata-katanya bagus :). Ketika Kugy nangis, gue sambil nonton juga ikutan nangis. Fiuuuh, emang bener-bener cengeng gue. But, really really really, ce film est magnifique!!!
Gue mau nonton lagi rasanya. Nggak cukup cuma nonton sekali doang. Dan lagi, gue pengen nonton film ini sendiri. SENDIRI. Pengen ngerasain aja, gimana rasanya nonton film drama sendiri. Haha.
For Your Information
sumber : http://hiburan.kompasiana.com/film/2012/08/16/perahu-kertas-the-movie-lebih-dari-sekadar-kisah-cinta/
CAST
Maudy Ayunda as Kugy
Adipati Dolken as Keenan
Reza Rahadian as Remi
Elyzia Mulachela as Luhde
Kimberly Ryder as Wanda
Sylvia Fully R as Noni sahabat Kugy
Fauzan Smith as Eko
Dion Wiyoko as Ojos
Tyo Pakusadewo as Poyan
Ira Wibowo as Lena (mama Keenan)
August Melasz as papa Keenan
Titi DJ as mama Kugy
Avesina Soebli as papa Kugy
OST. Perahu Kertas the Movie
(sumber: twitter @PerahuKertas)
1. Perahu Kertas - Maudy Ayunda
2. 2 Manusia - Dendy Mike's
3. How Could You - Triangle Band
4. A New World - Nadya Fatira
5. Cinta yang tak Mungkin - Elyzia Mulachela
6. Langit amat Indah - RSD
7. Behind the Star - Adrian Martadinata
8. Tahu diri - Maudy Ayunda
(di CDnya ada bonus track, tapi gue nggak tau apa)
PS : You have to see this film yaaa!! and yaaa, gue ikutan kuis gitu dari Starvision buat nge-tweet foto gue dengan gaya radar Neptunus. I've already tweet-ed that, and I hope I'll win the quiz!!! amin.
Yap! Gue sama temen-temen jurusan di kampus gue
ikutan ngadain buka bersama di tanggal itu. Gak seru kan rasanya kalo di bulan
Puasa gini, gak pernah ngadain atau ikutan buka bersama. Hahaha.
Mungkin itu juga yang dipikirin temen gue, Sekar,
buat ngadain buka bersama di rumahnya. Tadinya, dia mau ngundang semua
temen-temen di UI yang dia kenal, nggak terbatas sama temen sejurusan aja. Tapi
ujung-ujungnya pas hari H, yang dateng ya temen-temen yang sejurusan doang, ada
juga sih temen dari jurusan lain, tapi cuma 1 orang. :D
That night was awesome!!! Gue sayang banget sama mereka temen-temen gue!!! Haha.
Agi sama Sekar mainan petasan, Sekar, Lea, sama Kak Nanda juga mainan kembang api.
Lea avec Ka Nanda :)
Si kribo Raga sama gue juga ikut-ikutan bikin games
buat mencairkan suasana. Dari main ”think before answer”, ”bumi itu bulat”, ”black
magic”, ”tebak psikologis”, sampe main ”konsentrasi” (elo-elo yang tukang bikin
games pasti tau games ginian). Haha, berasa bocah banget malem itu, tapi seru!
I love you guys :*
Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka
oleh tim kreatif televisi)
...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)
...tanpa audisi...
... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta
keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.
...as the reality did not out exactly as it had been expected.
Karena pada akhirnya ini adalah...
THE (UN) REALITY SHOW
Bacaan sepintas di
bagian belakang novel THE (UN)REALITY SHOW karya Clara Ng inilah yang membuat gue tertarik untuk membeli buku yang bersampul biru dan bergambar seluloid film
ini. Sebenarnya, gue nggak langsung beli buku ini ketika kali pertama gue ngeliat buku
ini tertata rapi di Gramedia. Gue hampir empat kali bolak-balik ke Gramedia,
pulang membawa buku yang berbeda, tapi tetap belum berminat untuk membeli buku
Clara Ng yang berjudul The (Un)Reality Show ini. Naaaaahhh, untuk yang kesekian
kalinya, AKHIRNYA, sodara-sodara, saya beli juga buku ini bersama dengan kedua
buku lainnya (Ibuk by Iwan Setyawan dan Petualangan Tom Sawyer by Mark Twain). Pada saat itu ada promo, beli tiga
novel Non-TEENLIT, akan mendapatkan sebuah novel gratis. Akhirnya, karena gue
beli 3 novel, gue dapet novel gratis yang ditulis oleh Meg Cabot, berjudul
Queen of Babble, hemm, lumayan seru novelnya, biarpun gratis. Hihi.
sumber: http://www.gramediapustakautama.com/
Oke, sekian yaaaa prolognya. Yang mau gue sampein
via tulisan ini sebenarnya adalah, komentar gue akan novel The (Un)Reality Show ini. Ini adalah
novel pertama Clara Ng yang gue baca. Gue pikir terbitnya baru, ternyata udah dari
Februari 2005 juga udah terbit, tapi gue baru bacanya sekarang-sekarang, bahkan baru
selesai baca hari Rabu kemaren, hehe.
Sebelumnya, gue akan menceritakan sedikit
hal yaaa mengenai novel ini. Novel ini bercerita tentang sebuah stasiun TV bernama
TPTV yang sedang mencari ide untuk membuat program TV yang tidak biasa supaya
dapat memperoleh rating yang tinggi dan dapat membuat gebrakan baru di dunia
pertelevisian. Program yang akhirnya tercetus adalah program The (Un)Reality
Show, dimana peserta pada program ini berjumlah 8 orang (4 perempuan dan 4
laki-laki) yang dipilih secara acak dan harus tinggal di sebuah rumah yang
telah disediakan selama 7 minggu. Tiap minggu, mereka akan diberikan sebuah tantangan yang berbeda-beda dan mereka harus melewati tantangan itu semua. Selama waktu tersebut, mereka bertingkah laku
dan berkegiatan sesuai dengan keseharian mereka tanpa dibekali script.
Mudahnya, mereka harus berinteraksi satu sama lain tanpa script alias apa
adanya di sebuah rumah yang ditinggali bersama-sama, dan semua interaksi serta kegiatan mereka itu ditonton oleh seluruh penonton di Indonesia. Bayangkan, 8 karakter
dalam satu rumah hidup berdampingan, dan menghasilkan kejadian-kejadian yang
lucu, aneh, bahkan bisa bikin kita ketawa ngakak guling-guling.
Oke, dari awal cerita hingga hampir tiba di
ending, gue cukup terkesan dengan alur ceritanya. Gue emang nggak terlalu suka
novel yang menguras otak untuk memikirkan alur ceritanya yang berat dan
berliku-liku, dan (awalnya gue pikir) novel ini nggak seperti itu. Menurut gue
novel ini bercerita dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Tapi
jangan salah, gue agak menggunakan sebagian otak gue untuk berpikir keras
menyimpulkan ending dari novel ini. Yap, for me, ending dari novel ini sedikit
(bahkan sangat) membingungkan!!!
Buat yang udah baca novel ini, mungkin kenal
dengan 8 karakter super unik yang memiliki ciri khas masing-masing. Ada Wendy
(cewek tomboy berkacamata, memiliki pengetahuan yang luas tentang puisi dan
karya sastra, serta hobi tertawa sekencang-kencangnya), Azuza (cilik berumur 10
tahun yang sudah mempunyai filsafat sendiri, bahkan sudah mengenal istilah-istilah
seks), Meiying (ibu rumah tangga yang jenuh dengan kehidupan rumah tangga dan
kebiasaannya mengurus anak), Tara (wanita yang paling seksi dan jago meramal
kehidupan dengan kartu Tarot), Primus (laki-laki yang dianggap paling tampan
oleh wanita-wanita di sekelilingnya), Feivel (laki-laki yang ternyata mempunyai
pacar laki-laki alias gay), Jodi (laki-laki berperawakan pendek dan sangat
risih dengan seorang gay), serta Richard (mantan nara pidana yang pendiam). Selain
8 karakter itu, mungkin nama Hannah, Robert, dan Friska juga tidak asing di
telinga kalian yang sudah baca novel ini.
Naaaahh, hubungan antara Hannah-Robert-Friska
dan kedelapan tokoh ini lah yang agak membingungkan. Awalnya, gue berpikir
bahwa Hannah-lah (yang memiliki 8 bahkan lebih identitas dalam dirinya) yang
menulis cerita mengenai kedelapan tokoh ini hingga pada akhirnya cerita
tersebut difilmkan oleh seorang sutradara bernama Sofyan. Namun, begitu melihat
sosok Friska ada di dalam scene terakhir film di novel ini, gue berpikiran
bahwa Friska ternyata fiktif juga, kan dia ada di bagian film. Kalau Friska adalah tokoh fiktif sutradara, bukankah Hannah dan Robert fiktif pula? Nah loh, bingung
sama apa yang saya omongin? Sama, saya juga bingung. Bingung akan ending-nya
yang singkat, yang menggantung, yang membuat saya penasaran
sepenasaran-penasarannya.
Gue bahkan sampe kirim e-mail dua kali ke mbak
Clara Ng, mention dia beberapa kali di twitter hanya untuk menanyakan ending
yang sebenarnya. Cuma, mungkin gue emang begitu annoying kali ya buat dia
(hehe), makanya e-mail gue belom dibales-bales sampe sekarang.
Lepas bicara tentang ending , novel ini cukup
menghibur banget buat dibaca. Cuma siap-siapin hati aja kalo udah mau nyampe
ending-nya. Karena, ending dari novel ini bisa menimbulkan berbagai reaksi
terhadap pembacanya. Sesuai pendapat para pembaca yang gue temukan hasil
googling di situs : http://www.goodreads.com/book/show/1516383.The_Un_Reality_Show
, gue nemuin bahwa ada-ada aja pembaca yang salut sama endingnya, suka, bahkan
cinta sama endingnya. Ada juga tapi orang-orang .yang bingung, bahkan kecewa dengan
endingnya, (just like me)
But, untuk mengetahui kualitas suatu buku,
kalian tentu harus membacanya terlebih dahulu, bukan? Jadi, bacalah buku ini
untuk mengetahui kualitas buku ini! Apakah bagus? Atau malah justru sebaliknya.
Kalian yang membaca, kalian-lah yang menentukan apakah buku ini cukup oke atau
nggak buat dibaca. Kalo buat gue, buku ini OKE-OKE aja kok buat dibaca, hihi.
Hari ini (tepatnya tadi pagi), gue mengalami
suatu kejadian yang bikin gue keki setengah mati. Lewat kejadian yang meng-eki-kan ini, gue jadi
(sedikit) sadar mengenai gimana sebenarnya sifat dan sikap orang-orang banyak di sekitar kita.
Nggak semua bagian masyarakat sih, tapi beberapa aja, mungkin sebagian besar.
Mungkin.
Jadi begini, tadi pagi, gue lagi menumpang KRL
Commuter Line Jatinegara - Depok. Gue naik dari Stasiun Duri, maklum gue baru dari rumah
gue nan asri di Tangerang. Oke, back to the topic~. Jadi, kira-kira sampai di
Stasiun Lenteng Agung (Which means dua stasiun lagi, gue bakal nyampe St.UI), naiklah
seorang bapak-bapak yang sudah agak tua (mungkin umur 45-55 tahun-an) dan buta.
Oke, gue ulang, BUTA. Dia dibantu seorang anak laki-laki di Stasiun Lenteng
Agung, yang ga ikutan naik ke kereta, cuma bantuin bapak-bapak itu sampe naik ke dalam KRL
aja.
Setelah naik ke kereta, bapak-bapak itu
meraba-raba pake tongkatnya, dan dia tetap berdiri di dekat pintu KRL, sambil senderan
di deket pintu kereta. Dia memilih untuk nggak duduk. Menurut gue, mungkin dia nggak
tau kalo sebenarnya ada bangku kosong, jadi daripada dia (pikir kalo dia) menuh-menuhin jalan, mungkin dia memilih untuk lebih baik berdiri aja di dekat pintu masuk KRL itu. Naaaaaaah, posisi gue sama
bapak-bapak itu kan agak jauh kaaaaan yaaaa, jadi gue (saat itu) berharap kalo ada orang-orang
di sekitar bapak itu mau menawarkan bapak buta itu untuk duduk, secara bangku masih
banyak yang kosong juga gitu. Tapiiiii, ternyata sama sekali nggak ada
seorangpun yang bergerak. Gue meratiin sekitar gue terus sambil berpikir, ”masa
iya sih, nggak ada banget orang yang mau bantuin dia duduk, at least ngasih tau
dia deh, kalo sebenernya masih banyak bangku kosong di kereta itu”.
Jujur (bukannya sok baik, sok pahlawan, atau
sok suci, sueeeer bukan ini tujuan gue nulis ini), gue agak sedikit sebel sama
orang-orang yang nggak mau beranjak dari bangku sekedar buat bantuin
bapak-bapak itu, padahal yaaaaah, gue ngeliat banget kalo orang-orang tuh sadar
ada bapak-bapak itu. Nggak lama kemudian, gue ngeliat bapak-bapak itu mulai
nyelonjor pengen duduk di bawah lantai kereta deket pintu. Gue (yang ngeliat sekitar gue tetep nggak ada yang gerak) langsung gerak ke deket
pintu tempat bapak-bapak itu berada dan langsung bantuin dia buat duduk di tempat yang selayaknya.
Tindakkan gue ini bukannya gue lakuin biar
dianggep pahlawan atau gimana, cumaaaa, yaampun, sebagai manusia aja deh, masa
tega sih liat bapak-bapak yang punya ”kecacatan” kayak gitu duduk di lantai
kereta? Toh, menurut gue dia juga bayar gitu kan, dia juga beli tiket, dia sama
kayak kita. Naluri gue nggak bisa aja ngeliat orang kayak gitu. Asli yaaa,
sekali lagi gue bilang, gue bukannya mau dibilang pahlawan kesiangan atau
gimana, cuma nggak tega aja gue sama orang-orang kayak gitu. Toh, ngebantu
sedikit juga nggak merugikan kita kan? Coba deeeh yaa, buat lebih peduli
terhadap apapun yang terjadi di sekitar lo. Orang-orang kan nggak semuanya
sesempurna kita. Bahkan, kalau bisa dibilang, kita juga nggak sepenuhnya
sempurna, toh?
Kejadian lain yang serupa mungkin lebih sering kita temuin di tempat lain
dibanding di kereta. Di mana? Yap, di Transjakarta. Coba deh, kalo kita naik
Transjakarta, pasti kita lebih milih tidur atau pura-pura tidur, biar kita
nggak disuruh ngasih tempat duduk kalo ada yang lebih membutuhkan. Bener,
nggak? Mungkin nggak semua pengguna Transjakarta seperti itu sih, tapi pasti
ada aja deh yang begitu. Jujur, gue juga beberapa kali pernah kayak gitu.
Pura-pura tidur, bersikap egois, supaya nggak ada orang yang mengganggu tempat
duduk kita. Kadang-kadang, gue bersikap kayak gitu kalo gue udah capeeeeeeeee
banget, sehingga bener-bener butuh duduk. Cuma kalo dipikir-pikir, semua orang
yang naik Transjakarta juga pasti cape kaaaan. Apa salahnya, kita ngorbanin
pegel kita sedikit, buat ngasih tempat duduk (setidaknya) ke orang-orang yang
emang butuh tempat duduk, seperti lansia (perempuan atau laki-laki sekalipun),
ibu-ibu hamil, atau ibu-ibu bawa anak. Coba pikirin, seandainya kita di posisi
mereka, atau orang tua kita di posisi mereka. Butuh duduk, tapi nggak ada yang
mau ngasih tempat duduk, sebel kaaan?
Gue bukan orang yang berhati mulia (banget-bangetan)
dan bukan sok-sokan berlaku bak pahlawan, kok. Tapi, gue cuma cerita soal apa yang gue
pikirin dan apa yang gue rasain. Kita hidup di dunia kan nggak sendirian. Apa
salahnya sih kita sedikit menolong orang lain, mulai dari orang sekitar kita
aja. Di jalan, di kendaraan umum, atau dimanapun juga. Menolong seperti ini
nggak butuh modal banyak kan? Cukup rela dan ikhlas. Cukup.
Ayo, teman-teman, sama-sama kita sebisa
mungkin kita hilangkan sikap egois kita, sikap cuek atau ketidakpedulian kita.
Kenapa? Karena sebenarnya, banyak sekali orang di luar sana yang membutuhkan
kepedulian dan kemurah-hatian kita. Toh, saya juga bukan sepenuhnya orang yang
mulia dan murah hati. Namun,
bisa kita mulai sama-sama dari sekarang, kan?
*Hal yang
menyenangkan hati, banyak sekali bahkan kalau kita bermimpi sekarang ganti
baju, agar menarik hati ayoo kita mencari temaaaaann :D*
Okeee, itu
lirik lagu kartun Chibi Maruko Chan. Ada kaitannya dengan postingan gue kali ini? Tentu adaaaa :D.
Hal yang
menyenangkan hati tuh emang ketika kita bertemu teman-teman baru (bukan
berganti baju). Dan yang paling menyenangkan di tanggal 8 Agustus 2012 kemarin
adalah, KUKSA FIB berhasil mengadakan acara Sahur Bareng !!! Iyeeeey!!!
Sahur
Bareng KUKSA FIB itu proker pertama yang baru nongol pas kepengurusan gue. Ide
Bina, bukan murni ide gue. Hehe, seneng banget rasanya kita sebagai kaum
nonmuslim bisa juga melayani kaum yang beragama muslim. Hehehe.
Acara
Sahur Bareng KUKSA itu semacam SOTR atau bekennya Sahur on the Road.
Dilaksanain di Yayasan Bina Insan Mandiri yang terletak di area sekitar
terminal Depok.
Acaranya
seru bangeeeeett!!! Meskipun baru pertama dan kurang persiapan, tapi gue
seneng, gue bisa ketemu bocah-bocah dan anak-anak SMP keatas yang mandiri dan
apa adanya. Kagak jaim-jaiman, kagak malu-malu, yaaa apa adanya aje daaaaaaaah.
Acaranya
rencananya dimulai jam 3 pagi, tapi berhubung ada miskomunikasi antara panitia
dan pihak pengada makanan, jadi acaranya harus tertunda. Tadinya kan sepakat
buat ngambil makanan sebanyak 70 porsi jam 3 pagi tanggal 8 Agustus, naaah
karena kebiasaan orang Indonesia, jadi mikirnya makanan bakal diambil pagi-pagi tanggal 9
Agustusnyaaaaaaaaaah. Nah loooh kan, jadinya makanan yang 70 bungkus itu baru
disiapin sekitar jam 3 pagi. Akhirnya, gue dan beberapa temen lain bantuin
mbak-mbak warungnya bungkusin nasi hahaha.
Setelah
kebut-kebutan bungkus nasi, jadilah 70 bungkus nasi yang isinya sayur, kentang,
telur, dan nasi buat dibawa ke TKP. Kebut-kebutan mobil pun terjadi haha supaya
ga telat sahurnya niiiih!! Pesertanya 10 orang dari KUKSA. Ada eykeeeeh, Bina,
Inggit, Ginta, Echa, Camilla, Yohanna, Evan, Tera, dan Kak Dea. Kita sampe di
TKP jam 03.30 pagi. Fiuuuh syukurlah nyampenya ga setelah subuh yaaa, kalo ga
siapa yang mau sahur, hahaha :D
Menu SaBar KUKSA + segelas air mineral
Anak-anaknya
dikumpulin gituuuu sama bapak-bapak yang ngoordinir disana di sebuah ruangan.
Cewe dipisahin duduknya sama cowo. Tanpa kenalan dari anak-anak KUKSA (takut
waktunya mepet), akhirnya anak-anak lucu itu langsung doa dan langsung makan!
Ada juga orang yang udah bukan anak-anak lagi, remaja gitu duduknya di luar
ruangan itu sambil mainan musik.
Ini barisan para cowo
Ini barisan para cewe
Gue nggak
makan, karena emang perut gue lagi nggak enak pagi itu, jadi gue cuma minum air
mineral sambil ngobrol-ngobrol sama anak kecil disana. Gue kenalan sama
beberapa anak yang namanya Hamzah (anak ini udah SMP gitu, pendiem sekali, agak
malu-malu, hehe), terus ada Aziz, ada Abdul, Bayu, Jerry, Dede, dan ada Adam.
Anak yang namanya Adam ini talkative banget! Suka nyaut omongan gue gitu aja.
Dia juga yang ngenalin beberapa orang serta dari mana asalnya. Kecil kecil cabe
rawit sih kalo gue bilang. Udah gitu, anaknya lucu gitu, rambutnya udah ada
yang putih-putih alias ubanan. Hahaha. Dari cerita dia, gue tau kalo beberapa
anak sini ternyata bukan asli Depok. Beberapa dateng dari beberapa daerah,
kebanyakan sih dari Jawa Barat. Ada yang dari Sukabumi, Cirebon, Tasikmalaya,
ada yang dari Solo, banyaaak deh. Tapi ada juga sih, beberapa yang emang dari
sekitar Depok.
Gue sama Adam, si anak periang
Ginta, gue, ADAM, dan Yohanna :D
Seusai
makan, ternyata makanan masih sisa banyak, sekitar 18an bungkus gitu. Nah, gue
tawarin deh buat mereka-mereka yang masih laper jangan malu-malu buat nambah.
Ternyata, emang anak sana makannya banyak bangeet, haha. Pada ga malu-malu buat
nambah, yihaaaaaaaaaa gue juga seneng liatnya! Hehe , makanan abis, merekapun
seneng :D. Mereka ngambil makanan langsung dibuka langsung dimakan. Ada juga
yang ngambil buat dikasihin ke temennya yang tadi belum sempet dikumpulin di
ruangan. Sambil beberapa anak yang nggak mau nambah, bantuin beres-beresin
ruangan itu sebelum nantinya shalat subuh, gue ngajak beberapa anak buat
ngobrol lagi. Ada Paceh, Rizqi, Rio, sama Nanda. Beberapa nggak terlalu banyak
mau cerita, cuma Paceh yang mau cerita.
Dia
(Paceh) udah lumayan lama jadi anak didik di Yayasan Bina Insan Mandiri. Dia
cerita ke gue kalo dia seneng dan bersyukur banget bisa jadi salah satu anggota
Yayasan ini. Dia bisa belajar, dia bisa kenal temen-temen yang lain, tapi dia
masih bisa juga nyari duit sendiri. Yap! Paceh juga kerja jadi pengamen. Paceh
asalnya dari PoCin (Pondok Cina), kawasan sekitar Depok juga. Dia cerita ke
gue, kalo di Yayasan ini, nggak semua anak seneng kaya dia. Banyak juga yang
kabur, nggak betah, bahkan memilih buat balik ke jalanan, nggak mau belajar.
Paceh juga nggak tau kenapa pas gue tanya alesan temen-temennya kabur. Paceh
sendiri udah sering ngajakkin anak-anak jalanan yang dia temuin buat dateng ke
Yayasan Bina Insan Mandiri, cuma rata-rata pada nggak minat. Yaaa, kalo menurut
gue, tiap orang punya pilihan masing-masing, tapi gue salut sama Paceh, masih
mau belajar dan bersyukur. Mandiri lagi, masih mau ngamen buat ngisi kantong
sendiri! :D
Selesai
ngobrol-ngobrol sama Paceh, gue ketemu anak kecil, namanya Feri. Tapi pas
ditanya namanya, dia gamau jawab. Tau kenapa? Dia cadel, jadi malu kalo harus
ngomong Feri jadi Feyi. Haha, lucu banget anaknya, suka ngegandeng tangan orang
dan ngegelayut gitu di tangan orang lain. Terus suka ketawa gitu anaknya. Haha,
kocak banget deeeh!!!
Yohanna, PACEH, gue, FEYI :P
Nah,
karena dari tadi gue cuma di dalem ruangan itu, akhirnya gue mutusin buat liat
keadaan di luar. Di luar, gue nggak kalah kagumnya! Anak-anak yang gue bilang
main musik di luar tadi, ternyata alat musiknya itu dari barang-barang bekas! Dari
drum biru yang biasa buat ngisi aer atau bensin-bensin gitu, terus dari botol
kaca yang diisi air dalam ukuran yang berbeda-beda sehingga bunyinya juga
beda-benda, dari panci bekas, kaleng cat, dan kaleng-kaleng lainnya. Tapi
permainan musiknya? Okeeee banget broooh!! Gue jadi inget SAFRIDUO, yang dulu
terkenal. Sebelas duabelas sama permainan musik di Yayasan Bina Insan Mandiri
ini. Mereka mainin beberapa lagu, satu diantaranya kayanya sih lagunya familiar
gitu, tapi gue lupa judulnya apa. Di sini gue tampilin salah satu videonya
yaaaa, (beberapa lagi bisa dilihat di account gue di YouTube). Kata Camilla,
beberapa anak binaan di Yayasan ini berhasil masuk PTN, bahkan ada yang masuk
UI. Salut bangeeeeeeet :”””). Tapi kasiannya, mereka tersandung masalah biaya.
Kasian mereka, kuliah di negeripun masih dihambat oleh masalah biaya. Huftw
Setelah
permainan musik ini yang akhirnya gue tau nama grupnya The Wrong Shock, gue
kepengeeeeeeen banget ngadain foto bareng, gue minta tolong deh sama
bapak-bapak yang ngoordinirnya, buat ngumpulin anak-anak biar bisa foto bareng.
Tapi sayangnya hasilnya gelap, dan gue juga gatau kalo gelap soalnya bukan gue
yang fotoin. Tapi gpp deh, hehe, gue seneng!!!
Setelah
acara itu, kita-kita anak KUKSA ngadain evaluasi kecil-kecilan di KFC Lenteng
Agung sampe jam 6 pagi. Dan alhasil, gue nggak tidur-tidur dari kemarennyaaaah.
Sampe di kosan jam 6.30, mandi dan langsung tidur sampe jam 10, karena gue
harus pergi lagi siangnyah.
Echa dan Inggit, si PO
Echa
Tera
Kita semuaaaaaah, Echa-Bina-Camilla-Inggit-KakDea-Gue-Tera
Hal yang
menyenangkan hati, banyaaaaaaaaaaak sekali :D. Acara jalaaaan, (Thanks berat
buat Tuhan Yesus atas lancarnya acara ini, juga yang besaaaaaaaar banget
makasihnya buat Maria Inggita a.k.a Inggit selaku Project Officer dan Bina serta
Kak Dea yang mau nyediain mobil buat transportasi kita-kita ke Yayasan Bina
Insan Mandiri buat Sahur Bareng. Gak lupa Thanks berat lagi buat
peserta-peserta yang ikut = Yohanna, Camilla, Echa, Evan, Ginta, Tera!!!),
ketemu temen-temen baru, melihat bakat yang super hebaaaaaaaat dari anak-anak
itu, huaaaaaaaaaaah pokoknya menyenangkan sekali berbagi. <3 <3<3
Awal-awal bulan Agustus ini sepertinya saya sedang produktif-produktifnya menulis cerita di blog ini. Hehe, nggak apa-apa lah ya, daripada nggak menulis sama sekali seperti beberapa saat yang lalu :D
Tadi sore, saya sama mama saya pergi keliling kompleks sebentar mencari martabak keju. Kebetulan, mama saya masuk kerja hanya setengah hari. Tapi nggak ada seorangpun yang jualan martabak. Maklum, bulan puasa, lagi pula hari belum mencapai malam. Biasanya, kan, yang jualan martabak baru bermunculan sore hari menjelang malam.
Nah, sepanjang jalan, yang saya lihat hanya 3 jenis pedagang. Pedagang timun suri, pedagang gorengan, dan pedagang es buah!!!
Ketika melihat gerobak es buah di tengah hari yang panas, saya langsung pengen! Random sekali, memang. Tapi nggak ada yang bisa nyalahin, toh? Wong, hari emang lagi panaaaaaaaaas banget :D
Akhirnya saya nyeletuk, "Ma, beli es buah, yuk".
Mama saya bilang, "Di rumah banyak buah-buahan, kita bikin aja ya ntar di rumah, tinggal beli timun suri".
Naaah, martabak nggak dapet, tapi es buah dapet. Sampai di rumah, mama langsung ganti baju, ke dapur, bikinin es buah. Dan akhirnya, jadi deh sop buah bikinan mama saya.
Isinya : melon, lengkeng, buah naga merah, timun suri, es batu, dan sirup markisa ♥
Sekitar minggu lalu, gue jalan-jalan ke Mangga Dua Square sama keluarga gue. Family time gitu sekalian belanja, hehehe :D
Naah, beberapa saat sebelum jalan-jalan itu, gue lagi ngidam banget makan J.Co Donuts. Akhirnya, di Mangga Dua Square, gue beli donat di J.CO 1/2 lusin (6pcs). Gue nyobain donat yang ada blueberry-blueberrynya, terus Green Tea, sama Chocolate. I ♥Chocolate and Blueberry.
Pas bayar di kasir, gue ngeliat TUMBLER lucu gitu bentuknyaaa. Ada warna ungu, sama biru kalo gue ga salah. Gue jatuh hati banget sama TUMBLERnya, terus gue tanya harganya. Harganya IDR 99, free segelas minuman ukuran UNO, bebas minuman apa aja. Kebetulan, saat itu emang gue lagi pengen punya TUMBLER, tapi gue berencana mau beli di tempat lain. Gue pikir, yaudah deh nanti-nanti aja belinya. hehe
Pas nunggu bokap nyokap muter-muter, dan kaki gue pegel, akhirnya gue mampir lagi ke J.Co, mau beli minum. Tapi, karena makin jatuh hati sama TUMBLERnya, yaudah akhirnya, gue memutuskan buat beli. Untuk free minumannya, gue pilih Mochabella Freeze ukuran UNO. Voila! Finally, I have a new TUMBLER ♥
Katanya sih, ada warna coklat juga, tapi lagi kosong persediaannya. Yaudah, ungu juga unyuuu :D