Monday, August 6, 2012

IBUK (Part 2)

Berbicara tentang kata "Ibuk", saya kadang bete denger kata "Ibu", tanpa "k" yaaa.
Kenapa bete?
Soalnya,
setiap saya telfon customer service provider HP saya, saya dipanggil IBU
setiap saya masuk Department Store, selalu disapa "Selamat datang di _____, IBU"
setiap saya masuk toko buah, dan nanya-nanya sama mas-masnya, saya mendengar "Tunggu sebentar ya, IBU"
setiap saya ke Bank (pake sepatu kets nih padahal, udah gaya anak muda kece gitulah), disapanya "Selamat pagi, IBU, ada yang bisa dibantu?". Pas mau keluar dari Bank, "Terima kasih, IBU. Silahkan datang kembali"
pas ke rumah sakit kemaren, dipanggilnya "IBU"

Di mana di mana di mana, saya bisa dipanggil dengan panggilan selain "IBU"???
Emang muka saya setua itukah? :(

IBUK (Part 1)

Gue suka banget baca novel ♥. Novel drama, komedi, sampe novel yang berbicara mengenai kisah perjalanan hidup seseorang. Cuma, jangan pernah nyodorin gue novel yang horror, apalagi film horror Indonesia yang kemudian diterbitkan novelnya. Hehehe.

Bulan Januari, gue beli buku yang ditulis oleh Iwan Setyawan yang berjudul "9 Summers 10 Autumns". Novel ini bercerita tentang perjalanan seorang anak supir angkot yang merupakan anak ke-3 dari lima bersaudara yang akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan di New York, dan sukses membahagiakan keluarganya.
Buku ini terinspirasi dari kisah nyata yang dialami si Penulis. Tidak hanya terinspirasi, tetapi buku ini juga menginspirasi kita semua bahwa sebenarnya semua impian dapat terwujud dengan kegigihan, kedisiplinan, dan kerja keras. Kesederhanaan bukan berarti kemiskinan. Kemiskinan seseorang akan harta atau ketidakmampuan kehidupan ekonomi seseorang tidak berarti mereka miskin akan cinta.
sumber : http://frenda.wordpress.com/2011/11/15/9-summer-10-autumn-on-jakarta-to-kediri/
Novel ini berhasil membuat gue terharu. Sama seperti novel-novel mengharukan lainnya, gue kebiasaan buat nangis kalo baca cerita sedih. Alhasil, air mata bercucuran setelah selesai baca novel ini. Salut banget sama keluarga Iwan Setyawan, kegigihan kedua orangtuanya, dan kesabaran ke-4 saudaranya.

Dari segi penulisan, gue cuma bingung, kenapa Penulis menggunakan tokoh seorang bocah kecil berseragam merah putih yang menjadi media si Penulis bercerita. Padahal, rasanya mungkin bocah kecil itu fiktif (ya pasti fiktif menurut gue), tapi kenapa harus berseragam? Gue juga nggak tau :D. Tapi kemudian, bocah ini sekilas juga muncul di buku Iwan berikutnya yang berjudul, "Ibuk".

Awalnya, gue nggak berminat membeli buku Iwan yang baru, soalnya gue udah beli buku banyak buat stock baca pas liburan (such a novel freaky!!!) hehe. Tapi pas gue ke Gramedia, dan ada promo beli 3 novel gratis 1 (novel non teenlit), akhirnya gue beli deh novel "Ibuk" ini bersama 2 novel lain, jadinya gue dapet gratisan 1 deeeh :D

Naaaaahhh, baru pagi hari ini, gue berhasil menyelesaikan "Ibuk". Bukunya nggak kalah menginspirasi ternyata, mengharukan (juga). 
Kisah yang berawal dari sepasang suami istri yang sepakat mengarungi bahtera rumah tangga. Sepakat berlayar walau badai menghadang (seperti lirik lagu Ada Band) hehe. Lima anak kemudian terlahir dari rahim si istri yang kemudian dipanggil "Ibuk". Ibuk yang tidak lulus SD dan Bapak yang tidak lulus SMP bertekad bahwa kelima anaknya harus menyelesaikan pendidikan sampai ke bangku perguruan tinggi.

Sekilas, jika kita tidak tahu bahwa ini terinspirasi dari kisah nyata, mungkin kita (termasuk saya) berpikiran bahwa keinginan Bapak dan Ibuk ini adalah hal yang sangat sulit. Bagaimana bisa, lima orang anak disekolahkan dengan kondisi mereka yang hanya sebagai pasangan supir angkot dan ibu rumah tangga? Tapi, mereka bisa. Memang, kita harus sadar, tidak ada yang tidak mungkin jika semuanya dibalut dengan kegigihan dan berpondasikan cinta. Mereka bertujuh selalu bergandengan tangan ketika berlayar. Masalah demi masalah datang dan pergi ketika telah dapat diselesaikan. Impian Bapak dan Ibuk untuk menyekolahkan anak-anaknya dan memberikan yang terbaik, berhasil. Benar-benar kisah yang harusnya dapat menyadarkan kita semua untuk bersyukur akan kenikmatan hidup yang sekarang ini sudah sangat mudah didapat. (Cieilaaah).

Keluarga yang benar-benar menginspirasi gue. Dari tadi gue cuma bisa bilang kalimat "buku ini menginspirasi" berulang-ulang, karena nyatanya buku ini memang memberikan inspirasi buat semua yang membacanya. Hidup adalah hampa tanpa cinta. Cinta adalah hampa tanpa kesabaran dan keikhlasan. Ibuk dan Bapak punya cinta yang sabar dan ikhlas.

Novel ini bagus banget menurut gue buat dibaca. Membuat kita bersyukur dengan kehidupan kita masing-masing. Masih ada yang lebih susah dari kita tapi bisa sukses. Banyak orang sekarang (termasuk gue) masih kurang bersyukur, ya kan? Liat orang begini, kita pengen. Liat orang begitu, kita juga pengen. Semua nggak pernah puas. Padahal, masih ada orang yang dengan sangat "pas-pasan" dan "seadanya" ternyata bisa jadi luar biasa!!!

Dalam novel ini, perjalanan hidup Iwan Setyawan dan keluarga digambarkan dan dikumpulkan menjadi suatu album kehidupan. Buku kenangan yang menyimpan memori-memori kehidupan mereka. Jatuh bangun keluarga mereka. Senang sedih perasaan mereka. Iwan meninggalkan kehidupan korporatnya di New York dan mengabdi untuk menulis serta menemani keluarganya di Batu, Malang (tempat hidupnya sejak kecil). Tokoh Ibuk dan Bapak menjadi pahlawan dalam buku ini. Dalam kehidupan Iwan.

Ayah dan Ibu kita juga pahlawan buat kita, bukan? Kita bisa menjadi Iwan-Iwan yang lain, meskipun tidak harus serupa, tidak harus mendapat pekerjaan di New York, tapi kita harus memberikan sesuatu yang membahagiakan buat mereka. Hehehe (bijaaak beneeer) . . :''''')

Salut buat Iwan Setyawan dan keluarganya. Salut untuk Ibuk juga salut untuk Bapak. Cinta kalian buat keluarga kalian patut diacungi jempol.

Yang belum sempet baca, atau nggak doyan baca, coba didoyan-doyanin dengan baca buku ini.
It's a very inspiring book.


Sunday, August 5, 2012

Kenny Rogers Roasters

Hari Selasa kemaren, kalo engga salah, tanggal 31 Juli 2012, gue sebenernya berencana ke Tebet sama Aan, temen baik gue (udah kayak kakak sendiri) di KMK UI, tapi karena sorenya ada rapat Misa Alam, jadi gue batal gitu ke Tebetnya.

Naaahh, akhirnya, kita ke Kenny Rogers aja deh di GI, buat sekalian makan siang. Emang udah target sih, kalo awal bulan harus ke sana, nyobain :D

Nah, ketemuan jam 12an, kita muter-muter nyari Kenny Rogers yang kata peta sih di lantai 3A WM, tapi ternyata pindah ke LG. Yaudeeee, kita cari deh ke LG, akhirnya ketemu ..

Setelah mbolak-mbalik menu, akhirnya kita sama-sama mutusin buat beli "Quarter Meal", isinya 1/4 potong ayam panggang + 3 dishes (boleh dipilih sendiri) and 1 pc muffin. Minumnya ada yang refill ada yang ngga, gue sama Aan milihnya yang refill. Hehe..
Selain itu, kita juga mesen Crispy Wonton, semacam cemil-cemilan gitu. Lumayan enak :p

Muffin-nya juga beda rasa, gue yang kismis, Aan sepertinya sih rasa keju.

Me and my Lunch :3

Gue mutusin buat milih 3 dishesnya : Potato Salad, Macaroni and Cheese, and Fresh Fruit Salad
Minumnya, refill. Iced Blackcurrant



Aan and his Lunch
Aan milih 3 dishesnya : Crisp Garden Salad, Garden Pasta Salad, and Mashed Potato
Minumnya Ice Lemon Tea


Naaaah, setelah makan selesai, saatnya bayaaar deeeh. If you have a BCA Credit Card, you'll get 20% discount, karena Aan punya, jadi kita diskon makannya. 1 orang jadi kena IDR 76. Awal bulan nggak papa lah ya, akhir bulan makan tempe lagi. hihi...

Makanannya enak banget, tapi enakkan kalo makan pas lagi panas-panas, kalo udah didiemin beberapa saat, ayamnya jadi dingin, sausnya juga jadi nggak enak. Kalau untuk dishes-nya yang paling yahud menurut gue itu Macaroni and Cheesenya, sueeer enak banget :D
Yuk boleh kakak-adek-om-tante dicoba :D


You have to taste it, guys!!!

Sinopsis BCR ♥

Sinopsis Balada Cinta Ramadhan by Prambors :


Baca Sinopsis BCR 2012

Balada Cinta Ramadhan ♥

FYI, gue pecinta cerita ramadhan di Prambors.
Dari jaman gue SMP, gue suka nih dengerin Balada Cinta Ramadhan di Prambors.
Dari jamannya cerita berseri/ bersambung gitu, sampe yang per edisi beda cerita beda tokoh, masih gue dengerin :D
Naaaaaaaaaah, buat yang prambors kkk 2011, gue punya lengkap filenya, kalo ada yang belum sempet download, bisa hubungin gue.
Naaaaaaaaaah, kalo yang BCR 2012, ceritanya bersambung dengan tokoh yang sama, bisa download di link ini -- DOWNLOAD BCR 2012 , tapi gue cuma tau cara downloadnya kalo pake Internet Download Manager :) Denger online juga bisa kok. 


Happy listening :)

Update:

Kalau ada yang mau download filenya, silahkan klik link ini ya:
http://bit.ly/downloadkkk2011
http://bit.ly/downloadkkk2012

Selamat mendengarkan!

New Job ♥

I've got a new job. :D

Dosen gue tiba-tiba ngajak gue dan 9 temen lain kerja. Proyek bikin transkripsi fonetik dari 30.272 kata gitu.

3000 kata/orang, dikasih waktu sebulan. Doain yaaaa :)

Petualangan Tom Sawyer

Pernah denger buku cerita anak-anak yang judulnya "Petualangan Tom Sawyer" ?
Mungkin ada yang sudah, ada yang belum.
Penulisnya bernama Samuel Langhorne Clemens atau lebih dikenal dengan Mark Twain

Awalnya, gue ga tau apa ceritanya. Tapi, pas gue ke Gramedia bareng nyokap gue, dia rekomendasiin gue buat beli buku ini. Katanya, buku ini bacaan doi waktu kecil. 


Awal-awal baca, agak sedikit membosankan sih, tapi seterus-seterusnya, mulai ketagihan, hihi :D

Ceritanya berkisar tentang seorang anak kecil bernama Tom Sawyer yang nakal, berani, nekat, cerdik, dan banyak akalnya. Ia melakukan sebuah petualangan mencari harta karun bersama dua orang temannya. Cara-cara yang dia tempuh, nggak masuk akal menurut gue, tapi berhasil.
Pas baca buku ini, gue dibilang kayak anak kecil, hahaha. Mungkin.
Tapi yang jelas, bukunya klasik banget. Seru. Worth it buat dibaca :D

Saturday, August 4, 2012

KECEWA :"""(

Kecewa :(
Pernah ngerasain kecewa ngga? Mungkin sering kan yaaaa, pengennya ini, ga dapet, malah dapetnya yang lain yang kita ga pengen.
Semua yang diingini emang belum tentu bisa kita miliki. Seperti pepatah lama, bukan?
Hari ini gue merasakan hal itu.
Gue (sangat teramat) kecewa. Kenapa?
Gue mau ikut acara, nama acaranya Misa Alam KMK UI 2012. Tapi, gue ga bisa.
Acara apakah itu? Acara MISA, di ALAM. Camping bersama atau begitulah singkatnya.
Acara ini diadakan tanggal 4 dan 5 Agustus 2012, yang tak lain dan tak bukan adalah hari ini dan hari esok.
Lalu kenapa gue kecewa? Acara yang gue udah prepare dari jauh-jauh hari ini, ternyata ga bisa gue ikutin!!!
I'm sick. Kena radang usus besar, gejala typhus, dan maag gue sedikit kambuh. Kata bokap sih, nama kerennya INFEKSI SALURAN PENCERNAAN. Voila! Kecewa laaah gue!!

H-1 (tanggal 3 Agustus 2012), saat gue lagi siap-siap mau ke Depok, perut gue berasa sakit. Gue pikir, "alaaaah, paling cuma diare biasa, dikasih entrostop juga sembuh", gue minumlah tuh entrostop. Eh, abis itu gue masih moncor. Bingung kan gw. Nah, gw nekat aja pergi tuh, engga langsung ke Depok sih, soalnya ada acara dulu di Gereja gue. Eh, pas nyampe Gereja dan mulai acaranya, gue malah sakit lagi, keringet dingin, gue mutusin buat ke Rumah Sakit Usada Insani, sendirian - (sedih ya boooowww).

Sampai di RS, gue ngalamin kejadian yang menyebalkan. Dokter UGD-nya lupa meriksa gue, jadi ada beberapa pasien yang datengnya setelah gue, justru diperiksanya duluan. Huftw. Selain itu, dokternya kaget karena gue masih umur 19, dia pikir gue udah tua kali, ckck. Pas dia tau gue kuliah di Prodi Prancis, dia malah nanya bahasa Prancisnya "get well soon" itu apa. HAHAHA. Terus setelah dia mendiagnosa gue, katanya gue kena Radang Usus Besar. Bah!!! Firasat gue jelek, gue ga bakal diijinin ikut Misa Alam nih kayaknya.
Gue tadinya nekat ke Depok langsung, tapi alam berkata lain. Nyokap gue (yang tau gue di rumah sakit) ngasih tau bokap gue (yang tadinya ga tau gue di rumah sakit) kalo gue lagi di RS. Bah!!! Ya, mana bisa kabur ke Depok gue. Setelah dikasih resep obat, gue langsung bayar dan nebus obat ke apotek RS. Gue laper, gue mau makan. Gue bilang lah sama mbak-mbak apoteknya, "mbak, ini resepnya saya tinggal makan dulu ya, nanti abis saya selesai makan, saya langsung ambil dan bayar". "Iya" kata mbaknya. Lalu, pergilah gue makan. Ehhhh, pas gue balik, belum jadi tuh tebusan obat gue. Nunggu 5 menit - 10 menit - 15 menit, kaga dipanggil-panggil, eeeh buseeet daaah kesel gue. Akhirnya setelah bokap gue dateng, doi deh yang nungguin obat, gue cuss ke mobil buat tiduran. Pas bokap gue ke mobil dengan sekantong obat, gue liat deh tuh obat apa aja. Ternyata, obatnya 6 JENIS!!!, kurang banyak tuh obat yaaak .____. Naaah, bokap gue yang rajin banget baca ISO, buku obat-obat gitu, ternyata tau itu obat buat apa aja. Dia bilang ke gue, selain Radang Usus Besar, gue juga kena Gejala Typhus dan infeksi lambung/ maag gue kambuh. Bahasa kerennya, INFEKSI SALURAN PENCERNAAN, dan harus istirahat 2-3 hari. Katanya, gue keracunan makanan (mengingat malam sebelumnya gue makan makanan dari luar). Bah!!! Stress gue, niatnya mau kabur aja ke Depok, tapi apa daya, perut ini berkata lain, sakit makin menjadi-jadi, dan gue lemes plus berkeringat dingin. Air mata bercucuran sebel dan menangis sedih. H-1 nyeeeeettt!!!!, dan di acara itu gue jadi panitia.

Gue kecewa. Cuma itu yang bisa gue bilang. Gue ngerasa, gue belom kerja maksimal di kepanitiaan ini. Gue ngga rajin ngamen buat cari dana. Gue ga ikut pas hari H, dan terpaksa membebankan tugas gue ke orang lain. Gue kecewa juga ga bisa ikutan acara ini, padahal ini acara pertama sejak gue masuk kuliah, karena tahun lalu acara ini tidak diadakan. Gue sebel, ga bisa berkontribusi penuh di acara ini. Gue sedih, kecewa, mau marah tapi sama siapa? Kata seorang temen yang ngerti perasaan gue, "Kita boleh lagi marah sama Tuhan, kalo kita udah ga tau lagi kita harus marah sama siapa". Ya, tapi mana bisa gue marah sama Tuhan, kecewa atau ngambek sih mungkin. Tapi masa Tuhan sendiri dimarahin??? 

Balik lagi ke pepatah lama yang udah gue sebutin. Yang kita ingini, ga selalu kita miliki. Dan gue ngalamin itu sekarang. Betapa kecewanya gue, betapa irinya gue liat foto-foto Misa Alam di BBM temen gue. Betapa gue ngga betahnya di rumah dan ngga ngapa-ngapain. Betapa sebelnya gue cuma bisa terkapar di tempat tidur dan sesekali ngetik di laptop. Betapa keselnya gue, ga bisa jalan-jalan. Betapa dan betapa dan betapa KECEWAnya gue, ngga bisa ikutan Misa Alam, padahal semangat banget gue ikutan!!!

Sampe sekarang, mungkin yang bisa gue syukuri dengan ketidakikutsertaan gue di Misa Alam adalah gue bisa kumpul bareng keluarga gue. Gue sadar harus lebih jaga badan gue, jaga kesehatan gue. Terlalu sering gue nyiksa badan sendiri. Kecewa itu masih ada, biarpun mencoba untuk rela. Belajar ikhlas ga pernah gampang. 

Maafin gue yaaaa panitia Misa Alam KMK UI, gue ga tau bakalan sakit gini. :""")

Inget temen-temen, "yang kita mau belum tentu bisa kita dapet" :""")

Semoga, gue bisa perlahan-lahan menghilangkan rasa KECEWA ini. Amin.