Friday, May 9, 2014

Bangkok Jam: Find the Longan with Duck...

Living World, 7 Mei 2014.

Di tanggal tersebut, gue menghabiskan hampir seluruh office hours gue di Living World.
Cukup gaya kan ya kerjaan gue dikerjainnya di mal? Hoho *gaya!*...

Nah, malem-malemnya, nyokap gue berbaik hati nyamperin gue ke LW (Living World). Tadinya, doi emang mau berkunjung ke Depo Bangunan yang emang searah sama Living World, tapi nggak jadi.

Begitu beliau sampe di LW, kita yang biasanya suka makan malam bareng langsung muter-muter cari makanan. Karena emang dasarnya kita suka nyobain tempat makan baru, jadilah kita melangkahkan kaki masuk ke sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Thailand. Restoran ini namanya BANGKOK JAM.



Karena I really love TOM YUM SEAFOOD, gue langsung sumringah aja gitu diajak makan di restoran khas Thailand. Kondisi restoran saat itu sih lumayan sepi. Ada beberapa orang aja yang makan dan terlihat mengisi bangku-bangku di bagian pinggir resto. Sisa-sisa bangku yang lain terlihat kosong. Maklum sih, mungkin udah bukan jam makan kali ya.


Suasana di dalam restoran

Gue sama nyokap langsung ambil tempat di bangku yang ditata hadap-hadapan. Sebarisan dengan pengunjung lain yang sedang makan. Setelah melihat buku menunya yang (lumayan) gede,


Menu, gede kan ya?

Spoiler 1

Spoiler 2

akhirnya gue sama nyokap menjatuhkan pilihan ke dua menu saja, yakni:

Duck Fried Rice with Longan
(penasaran euy, apa rasanya nasi goreng daging bebek dicampur buah longan. hmm) 

and

Red Tom Yum Seafood
(I love tasting this menu in many restaurants, including this restaurant!)

Setelah lima sampai sepuluh menit menunggu, akhirnya makanan kita dateng.
Begini wujudnya:

Duck Friend Rice with Longan

Red Tom Yum SeaFood

Buat menemani makan alias buat minumnya, kita pesen Jasmine Hot Tea aja. One pot cukup lah buat dua orang. Buat bertiga juga masih cukup lah.

Rasa nasi goreng bebeknya ini cukup enak. Beda dari biasanya karena ada campuran buah longan. Hmm... Jadi ada rasa manisnya. Gurihnya juga ada.

Rasa nasinya enak. Bebeknya garing sih, tapi kurang berasa aja bumbu-bumbunya. Terus, saat makan sesendok nasi goreng yang dipadu longan, hmm, lidah agak membuat mata micing-micing karena kelewat manis euy. Saya nggak gitu suka manis soalnya. Tapi, not bad lah. Unique taste :)

Red Tom Yum Seafoodnya yummy! Mungkin kalo menurut lidah nyokap gue, itu terlalu asam. Tapi buat gue, oke kok. Gue emang sukanya yang kuah asam-asam segarr gitu sih. Jadi pas deh. Cumaaaaa, emang karena sekarang-sekarang gue sayang sama perut gue yang rentan kalo kena cabe atau kuah asam, jadi aja gue makan kuah Tom Yum-nya nggak sampai habis.

Menu Tom Yum sendiri di restoran ini ada empat macam (If I'm not wrong):

Red Tom Yum Seafood
Red Tom Yum Prawn (khusus udang saja)
Clear Tom Yum Seafood 
Clear Tom Yum Prawn.

Untuk rasa yang Clear Tom Yum, I don't really know sih. Apakah sama dengan yang Red, nggak tau juga. Hehe.

Untuk harga makanannya sendiri, dapat dirinci sebagai berikut:

1. Duck Friend Rice with Longan : IDR 40.000,-
2. Red Tom Yum Seafood : IDR 67.500,-
3. Jasmine Hot Tea : IDR 20.000,-

+ Service Charge IDR 7.013 + Tax IDR 12.750,-

In total: IDR 147.300,-

Awal bulan boleh tekor, tengah dan akhir bulan, jangan sampai kantong bocor.

Oke??? Oke sip!

At the end, I wanna inform you that you can visit this restaurant at Living World Alam Sutra LG Floor Unit 30 and also at Emporium Pluit Mal.

Status: Recommended Enough :):):)

Thursday, May 8, 2014

Milan Pizzeria Café: When Pizza Meets your Tummy Deliciously.

Pizza...
Italian Bread...
Smoked Sausage Barbeque...

Emm, I finally found them all at the new café in Depok.

Milan Pizzeria Café.


Sekitar dua minggu lalu, gue dikasih tau temen gue kalo ada kafe baru di Depok yang cukup enak makanan maupun tempatnya. Letaknya nggak jauh juga ternyata dari Wisma SY. Kebetulan banget kan, gue kalo ke Depok pasti ke Wisma, jadi pasti bisa iseng-iseng nyobain. Cuma belom tau aja kapannya.

Eh, pas banget ketika kemaren ini gue ke Wisma dalam kondisi belum makan, gue diajakkin sama yang lain buat nyobain ini kafe. Jadi sumringah-lah gue. Penasaran, sih...

Nah, begitu sampe di kafenya (tinggal nyebrang doang dari Wisma SY, tempatnya sederetan Percetakkan ERA dan Lawson Margonda), gue langsung meratiin sekeliling.

Penampakan Kafe dari depan. Agak gelap karena ini malam.
Pencahayaan di dalam kafe ini nggak terlalu terang. Malah cenderung remang-remang. Tapi justru bikin suasana kafe ini jadi ada kesan retro-retro gitu.

Ini kebetulan adik-adik gue di Sastra Prancis. Lagi nongkrong di sini ngerjain tugas. Nyaman, sih.
Interior dan pernak-perniknya juga unik. Banyak aksen Italia dan overall mengusung gaya retro gitu. Mungkin, jadi sedikit mengingatkan kita pada Pizza é Birra, tapi nggak sama dan nggak serupa.

Ada salah satu meja di lantai bawah yang tempat duduknya dibuat serupa ayunan. Jadi ya bisa goyang-goyang. Lucu, deh.

Karena empat orang temen gue (Ganda, Fanya, Tamirin, dan Lia) maunya duduk atas, yaudah deh gue ikutan. Di dinding deket tangga mau naik, mereka bikin kayak quotes2 gitu. Tempat ini pada dasarnya mengambil dua blok ruko. Jadi tangga naiknya juga ada dua sisi. Gue naik dari sisi sebelah kiri dan langsung memilah tempat duduk 3-3.

Quotes. Ada modelnya. (Fanya).
Celingak celinguk kanan kiri, lumayan banyak juga loh orang yang makan di kafe ini. 


Suasana di lantai dua
Mungkin emang rasanya enak kali ya? Gue juga merhatiin ada yang lagi sibuk ngelaptop dan lama nggak beranjak. Keasikan kali, ya? Hehe.




Setelah bolak-balik menu, si Ganda ngusulin buat mesen Family Pack D yang isinya Large Pizza (kita milih Beef Classic), Italian Bread, Smoked Sausage Barbeque, dan 1 pitcher Ice Lemon Tea. Cukup lah, buat berlima.

Italian Bread
Smoked Sausage Barbeque
Beef Classic Large Size
You know what it is...
Terlepas dari paket, sebenernya di Kafe ini kita bisa menemukan menu Pizza berbagai rasa dan ukuran. Small (4 slices), Medium (6 slices), dan Large (8pcs). Selain menu Pizza, ada Pasta, Snack, Salad, sama Dessert juga.

Karena paket yang kita pesen belom bikin gue kenyang, akhirnya gue nambah pesenan Chicken Wings. Sebenernya, mau nambah Sausage Roll juga sih, keliatannya enak soalnya, tapi nggak jadi.

Kenapa nggak jadi? Soalnya gue milih tambahan menunya itu random. Chicken Wing itu gue kasih kode A dan Sausage Roll gue kasih kode B. Gue minta empat temen gue milih antara A dan B tanpa tau menu apa yang diwakili sama masing-masing kode. Eh ternyata si kode A menang. Yaudah, kita akhirnya pesen si ChickWing aja deh. Next time kali ya nyobain menu yang lain.

Soal rasa, not bad lah. Tidak mengecewakan. Pizzanya nggak abal-abal. Sausage-nya enak. Italian Breadnya terasa gitu menteganya dan gue suka. Chicken Wing-nya juga enak. Oiya, di sini kita bisa minta free cheese sauce buat kita cocol-cocol pake makanan kita. Jadi lebih enak dan yummy-lah.

Soal harga, nggak bisa dibilang sesuai kantong mahasiswa juga sih. Tapi, ditimbang-timbang sama makanan yang masuk perut, worth it lah. Kemaren kita makan berlima itu kena IDR 214.000,-. Perinciannya:

Family Pack D: IDR 163.636,-
Chicken Wing: IDR 30.909,-
Tax: IDR 19.455,-






Mungkin tempat ini cocok buat dijadiin tempat nongkrong pas awal bulan. Kalo tengah bulan, balik ngewarteg aja lah ya. Hehe.
Setelah nongkrong-nongkrong dan foto-foto cantik, yaudah kita pulang lagi deh ke Wisma SY.


Keluarga cemara (?) Haha.
Me, Fanya, Ganda

Jam operasional: Setiap hari, 10.00 - 24.00
Alamat: Jalan Margonda Raya No 514, Depok
Delivery Order: 021 7888 3789 (min.order IDR 50.000,- dan hanya sampai pukul 22.00 WIB)
Pin BB: 7A5B3636

FB: Milan Pizza
Twitter: @milan_pizza
Instagram: @milanpizza


www.milancafe.net

Tuesday, May 6, 2014

Random Trip to Pulau Harapan (EPILOG tanpa PROLOG)

Teruntuk kalian yang jadi partner gue selama liburan dua hari satu malam kemarin,

Terima kasih ya:)

Terima kasih buat Onoy, Flora, Eaz, dan Suzanne yang jadi temen liburan random gue dan berhasil membuat ini semua jadi nggak membosankan.

Terima kasih buat pelajaran yang secara sadar atau nggak sadar kalian kasih ke gue.

Terima kasih juga buat Malik sama Mako yang berangkat bareng-bareng sampe Dolphin. Gue nambah temen baru lagi deh jadinya.

Next time, mungkin kita bisa travelling bareng lagi. Atau nggak sengaja ketemu lagi di tempat lain. We'll see.

Selamat menjalankan aktivitas masing-masing kembali ya. Kuliah, kerja, dan lain sebagainya.

Really nice to meet and know you guys! 


Taken by Eaz'
Malik's photos. Taken by his camera.
Malik's photos. Taken by his camera.



HAVE FUN!

-HI FIVE-

Cerita selengkapnya:

Random Trip to Pulau Harapan (III)

Minggu, 4 Mei 2014.

Mau nggak mau harus PULANG...

Pagi-pagi jam 5 gue udah kebangun, tapi yang lain masih pada tidur. Jadi, gue tidur lagi aja deh.

Jam setengah 6 lewat gue kebangun lagi, dan yang lain masih pada tidur.

Oke, gue, yang udah nggak bisa tidur lagi, ngajakkin onoy buat liat sunrise. Yang lain pada nyenyak-nyenyak banget soalnya. Cuma temen sableng gue ini yang melek. Tapi, dia juga mau tidur lagi. Yaudah aja gue cabut sendirian.

Karena takut nyasar lagi, gue bener-bener afalin tuh jalan dari penginapan gue ke luar. Gue bikin penanda-penandanya. Ya, kalo bego-begonya gue sampe nyasar lagi, gue bisa nanya orang kok, tenang tenang. Orang di sini mah kenal semua satu sama lain. Deket banget!

Sampe di tepi laut, gue rasa gue belom terlambat buat liat sunrise. Mataharinya perlahan-lahan nongol. Warnanya bagus banget. Nasib lagi sendirian, gue coba nikmatin aja. Bisa loh. Asik banget nikmatinnya. Lo bisa berdoa di sela waktu lo melihat matahari itu nongol. 




Karena gue ngerasa masih rada jauh dari pemandangan sunrise itu dan gue akhirnya tau kalo ada tempat yang lebih deket buat ngeliat sunrise, gue akhirnya beranjak lah ke sana. Jalan pelan-pelan aja tuh sampe akhirnya gue menyentuh posisi enak buat liat sunrise. Gue foto. Gue upload. Dan gue berdiri dalam diam. Gila, ya. Bagus. 


SUNRISE
Setelah puas dan nggak tahan lama-lama berdiri di posisi seperti yang gue jalankan kemaren, akhirnya gue balik. Duduk bentar di tempat pertama kali gue duduk pagi itu sampe posisi mataharinya lumayan tinggi, terus pulang ke penginapan. Nggak pake nyasar. Syukurlah.

Pas gue balik, belom ada loh yang bangun. Padahal itu udah jam 6 atau setengah 7-an. Yaudah, karena bener-bener no idea mau ngapain, gue tidur aja lagi. Terus sarapan dateng dianterin bapak-bapak. Sampe gue bilang makasih dan bapak-bapaknya pergi lagi, belom juga ada yang bangun. Gue tidur lagi aja.

Jam 8 gue bangun, gue keluar aja. Udah bener-bener nggak bisa tidur lagi dan nggak tau mau ngapain. Onoy juga udah bangun, yaudah kita ngablu-ngablu aja di luar penginapan. Ngobrol sambil nungguin yang lain pada bangun. Kecapean semua kayaknya.

Random Trip to Pulau Harapan (II)

SETELAHNYA...

Kapal mulai gerak dan jalan menuju tempat tujuan! Yeay!

Hmm, tapi ada satu bagian yang gue lupa ceritain di bagian I nih.

Ketika gue sama onoy udah naik kapal, kita akhirnya nggak duduk di ruang yang bawah maupun ruang di atas. Tadinya mau stay di ruang yang di atas sih, tapi pas onoy keluar dari ruang dan melancong dan nanya-nanya, katanya ruang yang tempat nahkoda (yang bawa kapal namanya nahkoda, kan?) itu bisa dibuat jadi ruangan penumpang juga, tapi nggak boleh buat banyak orang. Karena gue cuma berdua, akhirnya gue pindah lah ke ruang yang jadi tempat si nahkoda itu. Jadi, gue bisa liat langsung pas si mas-mas atau bapak-bapak yang ada, bawa kapalnya.

Nggak lama, datanglah trio wisatawan juga. Mereka masuk ke ruang yang sama kayak gue. Deket mas-mas yang bawa kapal. Dua cewek satu cowok. Yang cewek, satunya bule. Tadinya, gue pikir yang satu lagi juga dari luar. Ternyata, asli Indonesia. Bahkan, kalo kata onoy udah kayak warga lokal Kepulauan Seribu saking cablaknya.

Entah gimana, pas gue sama si cewek yang kelihatannya warga lokal ini (her name is Flora) ada di luar ruang, kita ngobrol. Gue nanya-nanya soal homestay karena belom mesen satu pun. Terus, ternyata dia bisa dan mau bantuin cari, karena dia kenal banyak orang di Kepulauan Seribu. Sesudahnya, dia nanya gue dari travel mana, tapi gue jawab aja kalo gue random gitu liburannya jadi nggak pake-pake travel. Dia nanya gue sama siapa. Gue cuma jawab gue sama temen gue berdua. Gue juga jelasin kalo kita emang bawa diri dan sedikit uang dan beberapa helai baju aja. Sisanya modal nekat. Nggak ada lagi hal lain yang disiapin. -,-

Mungkin dia terenyuh mendengar cerita gue (hehe), jadi dia nawarin gue buat join bareng. Soalnya dia kan juga cuma berangkat bertiga. Tanpa travel juga. Jadi nggak terikat. Flora ini ternyata udah sering banget deh main ke Kepulauan Seribu. Jadi, nggak ada salahnya juga gue join bareng dia. Orang baik kan akan ditolong orang baik juga. Ya nggak? :D

Karena kita ada di satu ruangan selama perjalanan menuju Pulau Harapan, gue akhirnya kenalan juga sama si bule yang ternyata bernama Suzanne dan si cowok satu lagi bernama Eaz. Kita ngobrolin beberapa hal. Meratiin pulau kanan-kiri yang emang banyak dan bagus-bagus. Oke lah pemandangannya.


My new friends!
Photo was taken by Eaz
Flora, yang emang udah persis warga lokal, ngasih tau gue beberapa nama pulau yang kita lewatin selama perjalanan.

Random Trip to Pulau Harapan (I)

I don't know what to write in the beginning of my post.
But, I can just say that my 2D1N trip to Pulau Harapan was just so fun and amazing!!!

Why so?

Well... I have to start the story, and.........just enjoy my post!

AWALNYA...

Semua berawal dari kerandoman yang ada di otak gue. Kepikiran buat liburan. Pengen aja gitu ke pantai. Ke Kepulauan Seribu. Ke Pulau Harapan. Liat laut. Jalan di atas pasir. Menenangkan diri dulu dari hiruk pikuk dan ramainya kota Jakarta. Cieilah.

Ide ini terus berlanjut pas gue sama seorang temen gue lagi BBM-an. Gue sama dia ngebahas ide-ide buat liburan gitu. Apalagi, gue dikasihtau dia kalo tanggal 1 Mei itu libur (pas hari Buruh). Seru sih kalo liburan dari tanggal segitu, jadinya total liburan empat hari. Tapi kan hari Jumat-nya, gue masih kerja yaaaa, jadi nggak bisa dibablas juga. Terpaksa, kalo emang mau liburan ya liburan yang bisa Sabtu - Minggu doang.

Nah, ngobrol-ngobrol soal ide random gue itu sama temen gue, dia sih nanggepinnya ayok-ayok aja. Yaudah deh, gue girang gitu ada temen yang mau nemenin. Terus, dia bilang dia ngajakkin temen-temennya dulu biar tambah rame. Yaudah deh, gue makin girang kalo rame. Hehe.

Nah (lagi), kita akhirnya berencana berangkat tanggal 3 Mei aja tuh, karena hari Sabtu kan. Jadi berangkat tanggal 3, pulang tanggal 4. Dua hari satu malam cukup lah, ya. Lama-lamanya nanti aja, kalo udah suntuk akut sama Jakarta. Kalo masih ada kerjaan di Jakarta dan masih banyak yang harus dipikirkan, I suggest you to take this 2D1N trip. It will also be nice.

Sebagai tindak lanjut, akhirnya temen gue ini ngabarin gue pas hari apa gitu gue lupa, kalo temennya ada yang mau ikut dua orang. Yaudah kan, gue pikir jadi aja ini mah jalan-jalan. ASIK!

Eh, ternyata oh ternyata, beberapa hari sebelum hari Sabtu, pas gue lagi ngobrol sama temen gue ini, dia bilang lah, kalo temennya nggak jadi bisa ikut, karena udah pada mencar. Ada yang liburan ke tempat X, ada yang liburan ke tempat Y, ada juga yang ke Z. Nah loh. Yaudah kan, gue pikir nggak jadi aja ini mah jalan-jalan. Yah! 

Eh (lagi), ternyata oh ternyata, hari Jumat malem, pas gue tanya kepastian jadi berangkat liburan apa enggak, temen gue ini bilang boleh-boleh aje. Terus, pas gue tanya dia sama siapa aja, dia cuma bilang ya dia sendiri. Digabung sama gue, ya jadi bedua. Gue yang waktu BBM-an itu masih di kantor, jadinya bisa browsing-browsing dikit tentang pulau yang mau gue datengin. Pengennya sih, kayak yang di awal tadi udah gue bilang. Maunya liat Pulau Harapan. Kayak apa sih itu pulau? :)

Waktu itu, temen gue ini (sebut saja onoy) bilang kalo yang bagus itu Pulau Perak sama Pantai Pasir Perawan. Yaudah, saya langsung googling sajaaah. Ternyata emang, gambar-gambar Pulau Perak yang nongol di googlesemuanya bikin mupeng abis. Terus gue kepo kan, gue googling lah cara ke sana gimana.

Thursday, April 24, 2014

Ready...

Sent the email for all those people.

Never know what will be their reactions.

But still believe that my little effort could be 'something big' for me.

Ready for my new adventure!

:)

*short post in my office, 06.45 pm.

Tuesday, April 8, 2014

Nyoblos!

Tinggal satu hari lagi, pesta rakyat itu dimulai.
Langkah kaki harus disiapkan hingga mantap menuju TPS tanggal 9 April 2014 nanti.
Kira-kira, kalian mau nyoblos apa? Atau, siapa?
Adakah yang justru memilih untuk golput?

Saya membuat tulisan ini, karena ingin membagi apa yang ada di dalam pikir saya.

Jika diingat-ingat, baru empat tahun yang lalu, saya resmi menginjak umur 17 tahun.
Terus kenapa? Ya, terus, saya belum pernah tuh, merasakan seperti apa rasanya memegang kertas suara PEMILU. Pernahnya juga PILKADA waktu itu. Kalau untuk memilih siapa yang akan mewakili suara saya di pemerintah sana, sih, seperti yang sudah saya ungkapkan tadi. Apakah saya pernah? Tentu belum, jawabannya.

Akhirnya, PEMILU 2014 datang juga. PEMILU, yang bagi saya merupakan suatu momen di mana saya bisa menikmati pesta (yang katanya) demokrasi untuk pertama kalinya.

Berulang kali saya membayangkan, tanggal 9 April 2014 itu, pagi-pagi pukul tujuh, saya akan siap melangkahkan kaki menuju TPS dekat rumah, mengambil empat lipatan kertas suara,