Showing posts with label KMK UI ♥. Show all posts
Showing posts with label KMK UI ♥. Show all posts

Sunday, February 9, 2014

Akhirnya S.Hum.

Satu set toga itu akhirnya saya kenakan juga pada hari ini.
Saya lulus! Puji Tuhan. Akhirnya. A.k.h.i.r.n.y.a. :)

Melalui tulisan ini, banyak cerita yang ingin saya ungkapkan, bahwa banyak kejadian yang pernah saya alami, bahwa banyak rasa yang bisa maupun yang tak bisa saya ungkapkan.

Ketika hari ini akhirnya datang, memori saya secara sadar dan otomatis langsung memutar kejadian di pertengahan tahun 2010 silam. Saat itu, saya hanyalah seorang mantan siswi SMA yang tidak tahu harus melanjutkan kuliah ke mana. Seorang mantan siswi SMA yang hanya berharap masuk jurusan Farmasi. Seorang lulusan SMA yang memiliki harapan besar masuk perguruan tinggi negeri bergengsi, sehingga tak terlalu mengeruk materi. Perjalanan harapan itu berujung hari ini. Akhirnya.

Meskipun saya bukan lulus menjadi seorang S. Farm, saya tetap bangga. Bangga akan apa yang telah saya lakukan, saya peroleh, dan akhirnya saya syukuri serta nikmati.

Jika saya boleh bercerita, pilihan untuk memulai perjalanan sebagai mahasiswi S1 Paralel Sastra Prancis UI merupakan pilihan yang amat sulit. Memang, ketika Bedah Kampus UI tahun 2009, saya sempat berujar, bahkan boleh dibilang takabur. "Biarin deh, masuknya Sastra Prancis aja, yang penting gue pake Jaket Kuning." Satu ujaran yang tak akan pernah saya lupakan. Ujaran yang akhirnya menjadi kenyataan dan mengantar saya sampai pada gelar S.Hum.

Saya memang bermimpi menjadi mahasiswi jurusan Farmasi, tetapi karena satu dan lain hal, saya malah menjadi alumni dari jurusan Sastra Prancis UI. Bangga? Tentu!

Saya pernah bahagia saat dinyatakan lulus seleksi masuk jurusan Farmasi di UNPAD. Impian saya nyaris menjadi kenyataan. Namun, saya akhirnya tetap memilih Sastra Prancis UI setelah mempertimbangkan berbagai alasan. Dari alasan sepele hingga alasan yang tak lagi bisa dianggap sepele.

Ketakutan itu ada. Ketakutan akan terus masuk kuliah malam karena isunya S1 Paralel itu adalah nama lain dari kuliah malam. Ketakutan akan menjalani tahun-tahun studi bersama mahasiswa-mahasiswa yang sudah kerja karena mengambil kuliah malam. Ketakutan akan menjadi asing. Ketakutan ini ketakutan itu ketakutan semua, tapi....sekali lagi Puji Tuhan, karena nyatanya ketakutan itu tak terbukti.

Saya harus dengan lantang mengakui, sesuatu yang namanya takut itu tak kunjung bisa dengan tenang pergi. Setiap akhir semester, saya selalu takut melihat laporan nilai kalau-kalau ada yang tak lulus dan mengecewakan orang tua. Saya selalu takut serta cemas menanti nilai akhir KBP setiap semester. Kalau hasilnya di bawah C sekali saja, dijamin saya tak akan lulus tepat waktu. Saya selalu takut kalau saya harus dihadapkan pada pilihan menempuh studi lebih dari 4 tahun karena hal itu pasti mengecewakan orang tua saya.

Saya takut menyia-nyiakan perjuangan mereka menyekolahkan saya hingga perguruan tinggi, karena apa yang mereka lakukan tak boleh saya anggap sepele. Hal ini yang terus mendorong saya mau belajar dan berusaha agar saya tak pernah mengulang mata kuliah. Jalani sekarang dan jalani nanti ketika mengulang, toh sama saja. Mata kuliahnya sama. Materinya sama. Buat apa saya menjalaninya sampai lebih dari sekali? Hanya ini yang jadi pegangan saya. Hanya hal itu serta doa yang mampu membuat saya seperti sekarang, saya amat takut mengulang. Keinginan terbesar hanya untuk membuat orangtua saya bangga melihat saya berhasil jadi Sarjana.

And finally, I made it.


Tiga setengah tahun yang saya lalui selama menjadi mahasiswa menyisakan begitu banyak cerita.

Saya ingat ketika mama menemani saya di kosan saat hari pertama saya kuliah. Saya ingat minggu-minggu pertama jadi mahasiswa, saya begitu setia dengan julukan KuPu KuPu. Kuliah-selesai kuliah-beli makan-masuk kosan-nonton TV-tidur. Rutinitas yang akhirnya saya abaikan kemudian.

Saya ingat ketika saya mulai menikmati status mahasiswa saya. Tak lagi menjadi KuPu-KuPu, tapi KuMa-KuMa. Pulang kuliah main dan main terus. Makan, nonton, apa saja saya lakukan bersama teman-teman.

Saya ingat ketika saya iseng mencoba peruntungan melalui online shop. Setiap jeda kuliah saya manfaatkan dengan mengurusi online shop saya. Entah beli barang untuk dikirim ke customer ataupun mengirim barang yang telah saya bungkus malam harinya ke JNE di dekat FISIP. Berusaha membagi kedua fokus sama rata.

Saya ingat saat kesel-keselan. Saat iri-irian.
Saya juga teringat ketika saya harus berpindah kosan karena kosan yang lama tak layak lagi saya tinggali.
Saya teringat ketika saya harus tertatih mengikuti pelajaran karena sakit ini sakit itu.
Saya teringat ketika papa mama menjemput saya di kosan dalam kondisi lemah karena ternyata terserang hepatitis. 
Saya teringat ketika mama selalu memarahi saya yang begitu sering pulang malam. Takut saya kelelahan.
Saya teringat ketika diberi kejutan ulang tahun H+30an oleh teman-teman dekat.
Saya teringat ketika harus mencari buku pinjaman hingga ke IFI, dan berjalan kaki dari St. Cikini sampai IFI.
Saya teringat ketika harus menginap di rumah teman demi selesai mengerjakan tugas deadline dan meminta file-file penting darinya.

Namun lebih dari pada cerita-cerita itu, banyak hal lain yang bisa saya anggap sebagai sumber pelajaran saya dan saya rasa telah tiba saatnya saya menyampaikan rasa terima kasih saya.

Teruntuk FIB UI, Kuksa FIB, KMK UI, PMKAJ US, RTC UI FM, IKABSIS, dan CBT.

Terima kasih kepada kalian semua yang telah memberi saya banyak hal.

Terima kasih FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA! Fakultas tempat saya menemukan berbagai macam karakter orang dari A-Z! Menemukan ragam jurusan yang punya khasnya masing-masing. Menemukan orang-orang hebat,orang-orang slengean tapi ternyata berprestasi. FIB UI pernah membuat saya bangun jam 3 pagi untuk turut bergabung dengan kepanitiaan PSA MaBim. Fakultas tempat saya menghabiskan waktu 3,5 tahun ini. Fakultas yang bikin saya bangga dengan makara putihnya. Terima kasih Kansas dan Gedung I - Gedung X -nya. Kita telah membuat cerita.

Terima kasih untuk semua dosen Prodi Prancis FIB UI dengan ciri khas cara mengajarnya masing-masing, terkhusus juga terima kasih untuk Mba Deka, PA paling asoy yang nggak bosen menjadi dosen KBP saya dari KBP I - IV, PA yang juga dengan sigap menyetujui sipresma saya, dan PA yang akhirnya menjadi penyelamat utama saya dari status pengangguran setelah lulus. Terima kasih juga untuk teman-teman seangkatan dan sejurusan di Sastra Prancis, termasuk Ilham,si temen se-PA, temen yang super ngeselin tapi terkadang baik. Terima kasih untuk terus ada dan bersama-sama menjalani rangkaian mata kuliah yang kadang bikin mata perih, perut mual, kepala pusing. Haha, tetapi kita telah memilih untuk menjalankannya, bukan? Dan saya nggak akan juga seperti ini kalau orang-orang di lingkungan belajar saya nggak seperti kalian semua! Terima kasih untuk berbagai cerita, tawa, dan canda ketika di dalam maupun di luar kelas. Sukses untuk kita semua!


Terima kasih KUKSA FIB, tempat saya menemukan kakak-kakak dan adik-adik dengan berbagai karakternya masing-masing. Mereka yang menjadi teman dan keluarga seiman dan sefakultas. Mereka yang memberi kesempatan saya untuk boleh melayani teman-teman ketika Jumatan serta merasakan tampuk koordinator fakultas selama satu tahun. Berbagai suka dan duka. Berbagai tekanan dan pikiran yang saya harus tanggung selama menjadi KoorFak. Berbuah manis ketika saya justru menemukan sahabat dan (pernah juga) cinta. Kalian saya sayang. Pasti selalu saya sayang! 

Terima kasih KMK UI. Tempat saya juga belajar. Menjadi orang yang harus pandai membagi fokus. Menjadi orang yang konsisten dan bertanggung jawab. Menjadi orang yang dengan rela membagi waktu untuk menyiapkan acara-acara demi melayani teman-teman dan demi terus meng'ada'kan KMK. Di sini saya menemukan keluarga saya. Sahabat saya. Saya boleh bekerja dengan teman-teman dengan berbagai macam sifat dan cara kerja yang berbeda. Saya boleh mendapatkan teman RANDOM yang menemani saya mencoba hal baru. Mencoba tempat baru, makanan baru, pengalaman baru, serta berbagi cerita baru. Tanpa ragu saya bagi sayang saya ke kalian! 

Terima kasih PMKAJ US beserta Romo Moderator, Rm. Markus Yumartana, SJ.. Di dalam sini awal mula saya mengenal Wisma Sahabat Yesus. Di dalam sini saya langsung terjun ke dalam kepanitiaan pertama saya semasa Mahasiswa Baru. Berbaur dengan teman-teman dari berbagai macam universitas yang tentu beda tingkah dan lakunya. Cara dan budayanya. Pikiran dan perbuatannya. Di dalam sini saya mengenal solidaritas. Mengenal adanya sesuatu yang dinamakan peka dan inisiatif. Begitu banyak hal yang saya peroleh dan pelajari ketika saya melibatkan diri di dalam sini. Belajar untuk rela dan tak mengharap apa-apa. Belajar untuk berani bertanggung jawab atas apa yang telah dipilih meskipun berat. Belajar memimpin. Belajar berinteraksi. Belajar bekerjasama. Belajar tidak egois. Entah berapa banyak yang saya dapatkan dari tubuh PMKAJ US. Betapa banyak teman yang saya kenal di dalamnya. Terlalu kurang rasanya, tapi untuk saat ini, memang saya hanya dapat mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah menemani hari-hari saya. Terima kasih untuk waktu dan tenaga kalian ketika kita sama-sama bekerja dalam sebuah tim. Saya tau saya masih punya tanggung jawab 6 bulan lagi dan saya mencoba untuk terus setia terhadap apa yang sudah saya pilih. Terima kasih! Saya nggak akan kayak gini tanpa kalian semua. :)

Terima kasih untuk UKM Radio Telekomunikasi Cipta. Meskipun saya tak sering hadir. Meskipun saya tak selalu muncul di setiap acara. Saya bersyukur pernah bergabung dengan kalian semua. Saya bersyukur punya pengalaman di per-radio-an bersama kalian semua. Terima kasih telah mengingat meskipun saya jarang sekali hadir dalam setiap kesempatan. Bersama kalian, saya mendapat cukup banyak pelajaran. Many! Terima kasih kalian semua atas ijin dan kesempatan untuk melibatkan diri. Terima kasih!

Terima kasih untuk satu pelatihan yang akan begitu saya ingat.Character Building Training 5 yang boleh saya ikuti. Kesempatan bertemu orang-orang hebat. Bertemu orang-orang yang berani untuk menerima berbagai ilmu demi mengembangkan diri ke arah yang lebih baik lagi. Kesempatan untuk mendengarkan berbagai pengalaman maupun kiat menjalani hidup. Meskipun tak mungkin langsung diterapkan dalam satu atau dua hari, saya yakin, kesempatan yang pernah saya peroleh dan jalani ini akan menjadi bekal seumur hidup saya! Terima kasih.

Terima kasih untuk Sekar, Melyssa, Vina, Sophia, dan Faqih, serta sosok SSP yang sempat menemani saya menghabiskan waktu dan menjadi tempat kesekian saya dalam berkeluh kesah saat menjalani semester terakhir ini.

Akhirnya, di akhir tulisan ini saya hanya ingin kembali menyampaikan terima kasih.

Maklum, saya tak memiliki skripsi untuk saya sumbangkan ucapan berikut di Kata Pengantar-nya, jadi saya rasa tak ada salahnya saya tuangkan segalanya di sini. ;)

Ucapan terima kasih ingin rasanya ditujukan untuk semua. Untuk mereka semua yang menyempatkan waktu hadir di Wisuda hari ini, menyapa saya, mengucapkan selamat, bahkan memberi bunga. Terima kasih untuk kalian yang menemani hingga hari ini. Terima kasih untuk dukungan kalian. Terima kasih untuk hadiah kalian, baik yang terlihat maupun yang hanya bisa diingat.

Terima kasih untuk Echa, Terra, Chev, Harris, Liestya, Adrian, Inggit, Evan, Eufrasia Erika, Kak Wawan, Kak Sally, Nikita Natasya, Bina, Ginta, Norman, Arkhe, Michelle, Dimas, Edith, Maltal, Erika, Ciskah, Kent, Nana, Stella, Beatric, Kak Anne, Kak Maga, Nico, Titot, San San, Eko, Janet, Rika, Ganda, Lia, Ajeng, Icha, Gia, Jane, MaReg, Ivo, Kak Temmy, Kak Vi, Kak Lena, Kak Jenny, Vina, Sophia, Sekar, Melyssa, Ester Cahaya, Amadea, Les Bencongs, Ilham, Kak Mita, Faqih, Yura, Annida, Jonas, Danty, Nini, Ceka, Ntum, Haris, dan semua nama yang mungkin terlewat tercatat tapi pasti saya ingat. Nama-nama yang membuat bahagia dengan ucapan selamatnya lewat berbagai media. Terima kasih.

Terakhir, namun tetap utama, juga paling, dan super penting, terima kasih untuk Tuhan Yesus serta untuk kedua orang tua saya, Mama dan Papa yang selalu mendukung, selalu memberi perhatian, selalu menghargai pilihan saya, dan yang selalu membuat saya bangga. Tanpa kalian, semua yang saya tulis, ungkap, dan ceritakan di atas jelas tak akan pernah ada. Terima kasih! :)

PS: Selamat untuk kalian yang lulus sehingga kita bisa saling berselamat. Selamat untuk Eka, Atma, Putri Myra, dan Cidus. Selamat untuk kakak-kakak senior SasPer. Selamat untuk Kak Aan, Melvin, Esi, Cathlin, Arum, Gisel, Erwin, dan untuk semua wisudawan!


PROK PROK PROK ;)


I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

Tuesday, July 2, 2013

Random 1 Juli 2013: Bubur Ayam IMBA!

Siap-siap dengar cerita random ya! *lagilagicurhat*.

Jam 3 sore, tiba-tiba Dimas nanya gue lagi di mana. Menjawablah gue kalo gue lagi di Depok. Langsung diajak merandom. Baiklah. Siap. Laksanakan.

Juliet Coffee jadi sarana ke-random-an gue sama Dimas dan juga Aan siang itu.
Itu kali kedua gue ke sana. Pesanan gue sama. Ice Chocolate + Hazelnut syrup. Menu yang sebenarnya nggak ada. Tapi sebodolah, pesen aja. Itungannya yaa, yang nggak ada, diada-adain aja. :D

Ternyata, di Juliet Coffee ada menu minuman baru. Yaitu Gauda Frappe: Cheese + Milk. Enak. *nyicippunyadimas*. 

Cerita demi cerita terus terlontar dari masing-masing kita. Seneng! Suka banget cerita-cerita gitu sama mereka. :) Kabar baik datang dari Aan. Ya, kalo dia baca postingan ini, gue doain deh lo lancar-lancar aja prosesnya *proses apa ya silahkan tafsirkan sendiri*.

Setelahnya, sekitar pukul 5 sore, kita pindah deh ke Bubur Ayam Sinar Garut Boga Sari 3. Ini nih inti dari segala inti yang mau diceritain. 

Jadi, di Sinar Garut itu, Bubur Ayamnya terkenal banget. Enak! PARAH sih kalo kata Dimas. Tempatnya ada di kawasan Soerabi Bandung (Soerabi Enhaii yang pernah gue post di sini juga), tapi agak di belakangnya. Di Jalan Margonda, Depok juga. Nah, udah lama sih sebenernya denger desas-desus kelezatan bubur ini. Tapi belum pernah nyoba dan  akhirnya, hari ini kesampean nyobain juga. Ayey!

Tadi, gue pesen Bubur Ayam + Telur + Kornet. Harganya 20.000. Dimas dan Aan juga mesen bubur yang sama, sedangkan Anne (dia nyusul pas kita udah 15 menitan di Sinar Garut) mesen Bubur Ayam + Kornet + Keju seharga 23.000.

Berikut tampilannya:

Bubur Ayam + Telur + Kornet
Bubur ayam + kornet + keju

Rasanya jangan ditanya. Enak banget sih! Di buburnya itu, telurnya mentah gitu ternyata. Jadi, sebelum makan, harus diaduk dulu sama buburnya, baru deh telurnya berasa. Yang nggak bisa lihat dan bahkan makan kuning telur yang masih mentah gitu, mendingan mesen yang tanpa telur aja. Di buburnya, kita dikasih cheese sticknya juga. Uenak beneran, euy!

Kemudian, sambil menikmati bubur IMBA itu, datanglah seorang Ginta, dan jadilah kami ada berlima. Haha. Cukup randomkah? Ckck.

Terus, terus tapi gue harus pulang ke kediaman tersayang di Tangerang 1 jam kemudian. Yasudah, mau tak mau gue meninggalkan kebersamaan itu. Gpp lah ya! Hehe sudah cukup senang kok :)

Terima kasih semuanya pengisi hari-hariku sore kemarin! :)

Wednesday, June 19, 2013

Perjalanan Goa Maria Bukit Kanada - Pantai Anyer.

Sabtu - Minggu, 15-16 Juni 2013.
KUKSA FIB - KUKSA FASILKOM - KMK FH.

Dari Depok menuju Goa Maria Bukit Kanada Rangkasbitung lalu menyambung ke Pantai Anyer.


Dua hari satu malam penuh kenangan. Perjalanan yang baru saja pertama kali diadakan oleh keluargaku, KUKSA FIB UI, sepanjang sejarahnya. Senang!

Berangkat pukul setengah delapan pagi dari Wisma SY, dan tiba pukul setengah 12 siang di Goa Maria Bukit Kanada Rangkasbitung, kita langsung melakukan misa. Setelahnya, dilanjutkan dengan Jalan Salib yang jarang sekali dilakukan sehari-hari. Betul-betul perjalanan iman. Menyegarkan rohani.

Lepas dari Jalan Salib yang dibagi ke dalam tiga kelompok, kami menuju Goa Maria, berdoa. Memanjatkan keinginan serta harapan-harapan ke depan.

Kurang lebih pukul setengah tiga sore, barulah perjalanan REKreasi dimulai. Yeay, Anyer! We're coming!

Kami tiba di Villa Tamaro (villa tempat kami menginap yang, aduhai bagusnya!) ketika langit sudah menuju senja. Sebagian teman yang beruntung, berkesempatan mengabadikan momen senja di pinggir laut itu dengan kameranya masing-masing. Sedangkan aku, tak mendapatkan kesempatan itu. Bukan salah kameraku, atau langitnya. Tapi salah aku yang begitu letih untuk sekedar menjepret. Haha, sudahlah.

pemandangan laut dari atas villa lantai 3
Setelah membagi-bagi kamar, kami mulai menunggu rangkaian acara demi acara yang telah disiapkan oleh panitia. Tentu saja, tak lupa kami memiliki waktu untuk menyantap makan malam dulu. Ternyata, makan malamnya tidak wajar dan tidak biasa. Kami disuguhkan seafood bakar. Lengkap! Ada udang bakar, ikan bakar, dan cumi bakar. Sambal dan lalapan tak tertinggal. Wah sedap! Ku bilang tak biasa karena ini baru pertama kalinya di meja makan sebuah villa tak terlihat daging ayam. Tumben!

Setelah makan, kemudian acara demi acara usai dilakukan, kami pun memiliki waktu bebas. Bebas untuk berbuat apa saja! Ahay! Tak kusia-siakan waktu bebas itu. Aku langsung bergegas menuju lantai tiga villa dan mendapati satu area tanpa atap tempat bintang-bintang dapat ditatap dari dekat! Teduhnya terasa sungguh membuat betah. :D

Aku bertahan di atas sana sampai pukul tiga pagi sebelum akhirnya kantuk melahap otak hingga aku rindu untuk terlelap. Tidur kurang lebih hanya tiga jam saja sebelum akhirnya terbangun untuk melakukan kegiatan hari kedua. Games-games seru dan dinamika kelompoknya membuat kita saling menertawakan satu sama lain. Ya, cukup menghibur.

Selain itu, kami juga berkesempatan menikmati air laut serta ombaknya yang dari pelan-pelan bergerak, berlanjut hingga terlihat mulai ganas. Haha, adrenalin kami dipacu oleh ombak-ombak itu ketika kami berada di tengah laut. 

Ki-ka: Cuni, Emmy, Sisca, Icha, Mala :)

KUKSA FIB reramean :)
Puas bermain air, pasir, serta volly pantai, kami bergiliran mandi untuk kemudian bersiap-siap makan siang, evaluasi, lalu pulang. Kami meninggalkan villa pukul empat sore dan tiba di Depok pukul 22.30 malam. Mengapa? Macet sekali di jalan sepanjang pantai Anyer itu. Terlalu! Hahaha.

Random!
Tapi, biarpun tubuh mengisyaratkan rasa lelah dan tak bertenaga, hati ini cukup puas menikmatinya. Acara ZIAREK yang dipersiapkan dengan sepenuh jiwa raga, akhirnya terlaksana juga! Terima kasih semua panitia, kalian hebat! Proficiat :)

Monday, June 17, 2013

hanya bintang, teman, dan alunan musik.


Malam ini, semua terasa begitu sempurna.
Bintang-bintang hadir berdampingan dalam gelapnya langit.
Tak ada polusi cahaya, sehingga tampilan benda mungil langit itu terlihat begitu kaya. 
Teman-teman ada di sekitar.
Lengkap. Semua terasa lengkap. Semua melengkapi malam ini.
Bercerita. Bergelak tawa. Bersenandung.
Diiringi alunan musik dan lagu-lagu menarik.
Angin berhembus tak kalah menyemarakkan. Deru suara ombak juga sama.


Semua terlihat begitu sederhana, namun nyatanya ini harta berharga nan langka.


Aku masih percaya, momen ini takkan kutemukan di Jakarta.
Beruntunglah, aku mampu dapatkan ini di pinggir kota.

Aku. Sungguh. Suka.


Villa Tamaro, Pantai Anyer
dini hari Minggu 16 Juni 2013.

Sunday, May 19, 2013

Aksi Sosial KMK UI 2013: PELANGI.


Tahun ini, akhirnya KMK UI kembali mengadakan Aksi Sosial bertajuk PELANGI. Yeaaay! *prokprokprok*. 


PELANGI ini dilakukan pada hari Sabtu, 18 Mei 2013 di Museum Bank Mandiri, Kawasan Kota Tua Jakarta dan melibatkan 70 anak-anak dari kelas 1 sampai 6 SD. Di sana, gue, Dimas, Edith, Melvin, Kent, dan Agrika ikutan sebagai perwakilan Presidium KMK UI 2013.
Susunan acaranya sih, ada dua yang utama. Pertama, penyuluhan mengenai aturan cuci tangan gitu, dan yang kedua, himbauan untuk rajin sikat gigi.
Awalnya, panitia dan beberapa orang yang mau berangkat bareng dari Depok, kumpul bareng tuh jam 6 pagi di Wisma SY. Nah, gue sebagai orang yang susah bangun pagi, akhirnya baru bisa ke wisma SY jam 7 pagi. Hehehe.

Dengan rambut masih belum kering abis keramas, dan dengan perut yang baru diisi sedikiiiiit sekali makanan, akhirnya kita yang barengan dari Depok berangkat juga jam /8 lewatan dikit. Sampe di  Kota Tua sana sekitar pukul 8 atau /9 gitu. 

Di sana, panitia udah sibuk siap-siapin peralatan yang dibutuhin, makanan, daaaaaan lain-lainnya. Gue, Dimas, dan Edith lalu menggabut. Lama-lama bosen ngegabut, akhirnya gue iseng aja masuk ke dalam salah satu kelompok (jadi, 70an anak-anak itu dibagi ke dalam 9 kelompok) yang di-PJ-i oleh Anna. Di kelompok itu, gue kenal-kenalan ama anak-anaknya. Ada Nur, Renny, Silvia, Aulia, Dandi, Rudi, Ferri, Riqi, Devan, dan Niken. Ada 10 orang di kelompok gue. Yang paling lucu dan bawel itu si Nur. Dia megangin tangan gue terus, dan nggak mau jauh-jauh. Hihi, gemes banget!

Ini barengan anak-anak di kelompok gue, sebelah kiri gue itu Anna
me and Nur
Nur
Nur juga anaknya manis gitu, cakep. Dia punya adik, mirip banget sama dia. Sama-sama lucu juga. Suka banget kalo lagi ngobrol sama anak ini. Hehe. Ada juga anak cewek yang namanya Aulia. Ini anak pinter banget. Dan terlihat ramah terus rajin. Kelihatannya. Kalo ada kuis atau pertanyaan apa gitu, pasti Aulia tunjuk tangan buat jawab. Emeeessshhhh...

Terus, ada lagi yang namanya Dandi. Dia ngefans banget sama NOAH kayaknya sih. Dia bilang, dia pengen jadi penyanyi nanti kalo udah gede. Anaknya tinggi banget, tapi umurnya masih kecil ternyata. Haha, suka nyengir banget. 

Ini yang namanya Dandi
Suka banget ketika mereka itu antusias dengerin kakak-kakaknya yang ngajarin cuci tangan, sikat gigi. Terus kan buat cuci tangan, mereka diajarin pake lagu gitu, dan gue sendiri baru tau lagu itu pas aksos kemaren. Masa kecil gue kayaknya nggak ada lagu-lagu gitu deh. Haha, sedih ya agaknya.


Liat mereka belajar cuci tangan bersama, terus praktekkin cuci tangan bersama, itu lucu banget dan bikin senyum-senyum. Hehe, bahagia gitu.

Sebenarnya, peserta aksosnya ini terbagi ke dalam dua golongan gitu. Ada yang dari kelas 1 - 3 SD dan ada yang dari kelas 4 - 6 SD. Soalnya, cara penyuluhannya kan beda ya. Yang masih kecil-kecilnya dikasih penyuluhan lewat panggung boneka. Kalau yang udah gede-gede sih dikasih presentasi gitu. Nah, karena dari awal gue gabungnya sama yang kelompok anak-anak kelas 1 - 3 SD ini, jadilah gue akhirnya mainnya ya sama mereka-mereka aja terus. :)


Setelah makan siang, gue harus balik duluan dan cuma bisa main-main bentar sama mereka. Masih seru banget sama mereka tapi harus pulang. HIKS. Sempet sih liat penyuluhan sikat gigi dan foto-foto sebentar, abis itu gue pulang sekitar jam /1 an, soalnya Opa gue ulang tahun. Hehehe.  


Finally, terima kasih kepada Ganda Sitohang selaku PO Pelangi dan segenap tim panitia! Kalian hebat, acaranya sukses, dan menyenangkan. PROFICIAT dan semangat terus melayani yaaa. SO MUCH FUN di AKSI SOSIAL KEMARIN. :):)


Kita doakan juga yuk, semoga adik-adik kemarin punya masa depan yang cerah dan bisa menggapai cita-cita mereka. Ihiy, asik! 

Jajaran kakak-kakak yang gabut.

Terima Kasih PELANGI :)  

Wednesday, February 20, 2013

Rectoverso.


Awalnya cuma berencana nonton berdua sama Maltal. Ujung-ujungnya nonton bersebelas. Iseng-iseng tapi bikin seru dan rame sih yaaa! Haha. 

Tiket nonton bersebelas.
Kita ngerencanain nonton Rectoverso, film yang diangkat dari buku karya Dewi Lestari.

http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/136074872535837_300x430.jpg

Sedikit sinopsis RECTOVERSO yang gue kutip dari situs 21cineplex.com :

1. Malaikat Juga Tahu -- Angel Knows
Director : Marcella Zalianty
Writer : Ve Handojo

Abang adalah penderita autism yang tinggal dengan ibunya yang memiliki kost-kostan. Salah satu anak kost adalah Leia, satu-satunya yang bisa mengerti Abang. Abang jatuh cinta padanya sementara Bunda (ibu Abang) sangat cemas karena tahu hubungan yang diharapkan Abang tidak akan pernah terjadi. Kecemasan Bunda bertambah ketika Han, adik Abang, datang. Hubungan Leia dan Han pasti akan membuat Abang terluka.


2. Firasat -- Premonition
Director : Rachel Maryam
Writer : Indra Herlambang

Senja bergabung dalam Klub Firasat, dimana setiap minggu para anggotanya berkumpul untuk berbagi cerita dan berbagai pertanda. Senja bergabung ke dalam klub itu karena ia selalu mendapat firasat setiap akan ditinggal oleh orang terdekatnya. Ini terjadi sebelum bapak dan adiknya meninggal dunia dalam kecelakaan.
Alasan lain yang lebih kuat adalah pemimpin Klub Firasat yang bernama Panca. Seorang lelaki kharismatik yang ketajaman intuisi dan pengalamannya soal mendalami firasat begitu mengagumkan. Senja jatuh cinta pada Panca. Hingga suatu saat ia mendapat firasat buruk bahwa seseorang akan meninggal. Apakah itu firasatnya tentang Panca?


3. Cicak di Dinding -- Lizard on the Wall
Director : Cathy Sharon

Di suatu malam, Taja, seorang pelukis muda yang masih lugu, bertemu dengan Saras, seorang perempuan free-spirit yang jauh lebih tahu dan lebih berpengalaman. Saras memberikan malam yang sangat berkesan saat itu.
Tanpa direncanakan, mereka bertemu lagi. Kali ini mereka berusaha membangun pertemanan, meskipun akhirnya Taja tak kuasa untuk jatuh cinta pada Saras. Saras memutuskan untuk pergi, menghilang dari hidup Taja, dan meminta Taja untuk tidak mencarinya. Enam tahun kemudian, Taja yang sekarang telah menjadi pelukis terkenal bertemu Saras di pamerannya, namun Saras membawa kejutan yang menentukan hidup mereka berdua.


4. Curhat buat Sahabat -- Stories for My Best Friend
Director : Olga Lidya
Writers : Ilya Sigma & Priesnanda Dwi Satria

Meskipun berbeda sifat, Amanda yang supel dan ceria mampu menjalin persahabatan dengan Reggie yang sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda kapanpun itu. Kapanpun Amanda butuhkan, Reggie selalu hadir.
Suatu saat, Amanda jatuh sakit. Ia sadar bahwa tidak ada satu orangpun yang bisa ia mintai tolong bahkan pacarnya. Hanya Reggie yang bisa menolongnya.
Pertolongan Reggie membuat Amanda menyadari bahwa yang ia butuhkan selama ini hanyalah orang yang menyayangi dia apa adanya dan orang tersebut adalah Reggie.
Namun di lain pihak, diam-diam Reggie mulai menyadari bahwa cinta ini sudah terlalu tua untuk dirinya.


5. Hanya Isyarat -- It's Only a Sign
Director : Happy Salma
Writer : Key Mangunsong

Lima orang backpackers bertemu lewat forum milis. Meskipun baru beberapa hari bertemu, Tano, Dali, Bayu dan Raga tampak sudah akrab bagaikan sahabat lama, amat kontras dengan Al yang selalu menyendiri dan menjaga jarak.
Diam-diam, Al telah jatuh cinta pada Raga, sosok yang selama beberapa hari ini hanya mampu dikagumi dari kejauhan siluet punggungnya saja.
Di suatu malam, kelima orang ini mengadakan permainan kecil, yaitu berlomba menceritakan kisah paling sedih yang mereka punya. Saat Raga menceritakan kisahnya, Al semakin terpukul.
Meskipun Al keluar sebagai pemenang, namun Al semakin terseret pada daya tarik Raga, lelaki yang mungkin tak akan pernah ia miliki selamanya karena sebuah rahasia besar dalam diri Raga  


gabut, sampe nonton bersebelas.

Kenapa sampai ada 5 sinopsis? Karena memang, film RECTOVERSO ini menampilkan 5 kisah yang berbeda. Namun, kisah-kisah ini ditampilkan sebagai suatu kesatuan dan tidak dipisah-pisah seperti dugaan gue pada awalnya. Tertarik membaca sinopsisnya? Oke, biar lebih yakin untuk nonton film ini, gue akan ulas sedikit pendapat gue tentang film ini.

Film ini menampilkan scene-scene dari kelima kisah itu secara bergantian. ENDINGnya? Disajikan dengan manis, meskipun tidak manis.

Kisah Malaikat Juga Tahu mampu menampilkan cinta yang tulus, cinta dengan sepenuh jiwa dari tokoh Abang. Masalahnya, apakah manusia normal kebanyakan, mampu menerima bentuk cinta tersebut? Gue sendiri juga ragu jawabnya. Tapi, cinta dari Abang, membuat kita sadar, bahwa Tuhan menciptakan semua manusia dengan cinta, karena bahkan orang yang memiliki cacat sekalipun dapat mencintai. :)

Firasat kadang-kadang membuat orang lebih suka menyendiri, suka berdiam, dan tidak lagi ceria. Terus, buat kita yang dikasih firasat, justru bingung, apa maksud dibalik firasat itu? Kalaupun tahu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya? Kisah ini menurut gue mengungkapkan betapa firasat itu terkadang membuat kita lebih menderita, selain juga lebih hati-hati.

Cicak di dinding menurut gue memang agak absurd ceritanya. Karena bahkan, gue agak-agak menyesal kenapa ending dari kisah ini harus seperti itu. Tapi, selain keabsurdan kisahnya, filosofi cicak yang diangkat di kisah ini membuat gue akhirnya lebih mengerti kenapa cicak diciptakan Tuhan di dunia ini,

Curhat buat sahabat. Intinya, balik lagi ke peribahasa: Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. Gue, nyari gajah yang di pelupuk mata aja belum ketemu-ketemu. *okecurhat*

Hanya isyarat. Kisah ini pernah gue alamin sendiri beberapa waktu lalu. Memiliki perasaan suka sama orang lain, tapi kita cuma mampu melihat senyumnya dan kita tahu, kalau kita tidak akan pernah memilikinya. Bagus. Menyentuh. Mengingatkan pada masa lalu (gue). Hehe

*me, maltal, aan, and ganda, call us as Geng AL because we really know how Al feels in this story* Haha.
 
GENG AL!

bersebelas: maltal beatric keket nina stella otheb edith dimas ganda aan and me!

Overall, gue bilang, film ini rekomen banget buat kalian yang mau mengerti lebih tentang arti cinta dan persahabatan.Jadi, what are you  waiting for? Mumpung masih main nih filmnya di bioskop, tonton deh ya! Hehe.

sumber sinopsis: http://www.21cineplex.com/rectoverso-movie,3001,03RESO.htm

Presidium KMK UI 2013: Tutto per Amore.

Hiyaaaaa.
Tidak terasa sekali ya, 1 tahun sudah berlalu.

Jabatan KoorFak (Koordinator Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) di Presidium KMK UI 2012 kini berganti jadi sekretaris umum di Presidium KMK UI 2013. Hehe. 

Feel bored? No

Jujur, gw selalu merasa nagih untuk berada di KMK for the reason that I couldn't explain. Gue hanya merasa enjoy dan pengen terus ada dan terlibat di dalamnya. Hehe

KMK buat gue adalah keluarga lain selain my real family di rumah, selain KUKSA FIB, selain PMKAJ US, selain teman-teman di jurusan Prancis, dan selain teman-teman di RTC. Hehe. Banyak ya? Tapi masing-masing punya ceritanya sendiri di otak gue, so does KMK UI.

Di sini, gw mempelajari berbagai kultur yang berbeda. Meskipun, pada dasarnya kita itu sama-sama beragama Katolik, tp dalam perkembangan dan pelaksanaannya, banyak sekali cara dan kebiasaan yang berbeda antar fakultas. Dan gue menikmati itu semua sebagai perbedaan yang menyatukan. :D

Sebelum benar-benar lengser, KMK UI mengadakan evaluasi akhir tahun pas tanggal 14 Februari kemarin. Seneng bisa ketemu semua temen-temen presidium KMK UI 2012 lagi. Dan yaaa, setidak-tidaknya Valentine gue nggak sendiri-sendiri amat. Haha. Yang lebih uniknya, masing-masing anggota dianugerahi semacam award gitu. Gue dapet award Ter-Rambut Paling Panjang. Haha. Yang lain aneh-aneh, ada yang Ter-energic, Ter-sebar, dst dst. 

Surat yang ditulis pas evaluasi tengah tahun, akhir tahun, amplop award, dan coklat Van Houten
Selain award, kita juga dapet cokelat Van Houten mini gitu. Mayan banget nih. KMK UI emang perhatian dan pengertian terhadap kaum yang belum punya pasangan. :D

Rangkaian acara selanjutnya sebelum Presidium KMK UI 2012 benar-benar lengser adalah Kaderisasi KMK UI 2013: Tutto per Amore (Segalanya untuk Cinta). 3 hari 2 malam semua anggota presidium KMK UI 2013 dan beberapa perwakilan KMK/Kuksa fakultas disatukan di satu villa di PUNCAK sana, lalu diberikan bekal untuk kemudian siap melayani 1 tahun ke depan. Di kaderisasi ini, semuanya terasa menyenangkan dan mengakrabkan. :D

Beberapa acara yang seru menurut gue di Kaderisasi ini adalah: main human-angel, simulasi time management, outbond, mentoring sama alumni, dan sesi leadership. Semuanya berguna banget buat gue.

Palancas berisi surat-surat kecil dari teman-teman semuaaa.

Emang sih, tahun lalu gue juga udah ikut kader. Tapiiii tetep aja materinya ga akan lama2 nyangkut di kepala gue. Makanya gue ngerasa materi di Kaderisasi tahun ini berguna buat me-refresh kembali otak gue. Hehe.

15-17 Februari 2013 yang singkat kita habiskan bersama dan lalu, terhitung 18 Februari 2013, presidium yang baru mulai berlayar. Terima kasih untuk Presidium KMK UI 2012 dan selamat melayani teman-teman Presidium KMK UI 2013! Ayo kita kembangkan dan jaga sama-sama KMK UI kita. :D

Tutto per Amore. :)