Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Wednesday, August 27, 2014

IND.USTRIE ID: Japanese-Indonesian at the corner of Bintaro.

Waktu-waktu buat ketemu temen deket, makan, ngobrol, dan cerita-cerita itu adalah waktu-waktu yang berharga banget buat dilewatin, setuju?

Nah, karena gue sangat amat setuju dengan pernyataan yang gue bikin sendiri di atas, makanya, hari Kamis tanggal 14 Agustus 2014 kemaren, gue sama temen-temen Random gue (Aan-Dimas) memutuskan untuk meet up di salah satu tempat makan di Bintaro.

Suasanya yang nyaman, desain interior yang menarik, dan makanan yang enak bikin kita jadi puas nyeritain apapun yang lewat di pikiran. Dari A-Z, kebahas semua! Hehe...








Nah, karena gue nulis ini bukan untuk membahas apa yang gue bahas, tetapi untuk membahas tempat gue meet up itu, makanya, silahkan disimak baik-baik ya cerita di bawah ini, apalagi kalau kalian butuh a cozy place di bilangan Bintaro.

Ind.ustrie ID. Yap! That's the name. Familiar? Tentu! Gue sempet ulas dia sekilas di postingan gue tentang Jakarta Culinary Passport 2014.

FYI, menu-menu di ind.ustrie ini ternyata menu masakan Jepang-Indonesia, kayak Udon, Ramen, dan Donburi... Variannya memang nggak terlalu banyak, tapiii, segitu aja gue udah susah milih. *loh*

Akhirnya, setelah membaca menu dari pojok kiri atas sampai pojok kanan bawah berkali-kali, gue Aan Dimas tekad menentukan pilihan makan malam kita.

1. Ind.ustrie Ramen (32) - English Breakfast Tea (15)



Tebak ini menu makan malamnya siapa? Tadaaaa, ini pilihannya Aan! Menurut Aan sih, Ramen ala Ind.ustrie ini enak dan punya ciri khas tersendiri. Menurut gue yang nyobain sesuap, kuah dari ramen Ind.ustrie ini gurih banget rasanya. Selintas mungkin mirip dengan ramen-ramen yang biasa dicoba, tapi ramen yang isinya toge, rumput laut, caisim, naruto maki dan chicken karaage ini emang tingkat kegurihannya beda. Mungkin karena bumbunya itu racikan Ind.ustrie sendiri dan bukan bumbu racikan yang lain. 





Untuk rasa tehnya, ya mungkin sama dengan rasa-rasa teh English Breakfast lainnya. Gue juga enggak icip-icip sih, so, I'm sorry, I couldn't describe it.

2. Katsu Curry Chicken (37) - Ind.ustrie Shake (30)






Beda yang dipesan Aan, beda juga yang dipesen Dimas. Kalau tadi Aan pesen menu ramen khas Ind.ustrie, Dimas pesen shake khas Ind.ustrie.

Gue sempet diberi icip-icipan Katsu Curry Chicken sama Dimas. Rasanya? Emm, nggak kalah sama Curry-Curry di restoran beken. Rasanya pas, terus Chicken Katsunya juga renyah. Nyobain sesendok jadi bikin gue nagih. Tapi sayang, Dimas lagi laper, jadi gue enggak tega buat minta lagi.



Maybe, next time gue akan pesen itu ketika gue berkunjung ke sana lagi. Hoho.

Soal minuman yang dipesen Dimas, bisa dibilang itu adalah salah satu minuman dengan racikan yang unik. Pernah denger atau minum 'tape' campur 'susu'? Kalau sudah, hmm oke. Kalau belum, hmm, kayaknya racikan ini boleh deh dicoba di sini. Unik tapi enak. Manis tapi nggak bikin enek.

Jujur sih, sebenarnya gue nggak suka sama 'tape'. Kalau Dimas, gue nggak tau juga dia suka apa enggak. Tapi, menurut gue, baik orang yang suka tape maupun nggak suka tape akan suka sama minuman ini. Bukan omongan lebay ini sih, tapi emang menurut gue kayak gitu. Wong gue yang segitu anti-nya sama tape bisa suka kok abis minum minuman pilihan Dimas ini. You wanna try?


3.Red Ramen (30) - Red Velvet (30)




Serba Red! Yeaaaayyy akhirnya sampai di pesanan akuu!


Gue pesen Red Ramen karena gue yakin, rasanya pasti pedes. Gue milih Red Velvet, karena penasaran model dan rasanya gimana.

Red Ramen yang gue jadikan makan malam ini rasanya nggak pedes-pedes amat ternyata. Tapiiii, biarpun pedesnya di luar ekspektasi, rasanya toh pas-pas aja di lidah. Masih enak buat dinikmati. Masih ngenyangin begitu sampai ke perut. Niat hati nambahin sambel dan bubuk cabe, sirna sudah setelah mencicipi rasa orisinil dari si Red Ramen ini.

Red Velvetnya agak berbeda dari biasanya. Ada campuran rasa coklatnya dan ada potongan buah strawberrynya juga. Since I don't really like minuman yang manis-manis, gue harus jujur kalau lidah gue nggak cocok dengan minuman ini. Masih kemanisan. Tapi, buat yang suka manis, mungkin minuman ini bisa gue rekomendasikan untuk dipesen... Hehe...




Selain tiga jenis makanan dan tiga jenis minuman yang gue sebutin di atas, kita juga mesen Chicken Karaage yang Super Hot (25). Makannya masih enak banget kalau lagi panas-panas. Bumbunya kerasa (terlebih yang suka rerempahan, pasti doyan), dan pedesnya oke plus cocok di lidah gue.



Untuk dessert, kita berhasil nyicipin Charlie Brownie khas Ind.ustrie ID. Enak banget! Coklatnya berasa banget di lidah, dan karena brownies yang hangat dipadu dengan es krim, jadi sensasinya enak gitu. 1 Charlie Brownie kita bagi tiga dan makannya sedikit-sedikit aja selama kita ngobrol! There's always space for dessert yaaa... :)





Fine then, ga ada salahnya banget kok mampir ke Ind.ustrie Id kalau lagi di daerah Bintaro. Dijamin ter-manja-kan lidahnya dan seleranya atas Ramen & Curry khas Jepang.


Ind.ustrie Id

Ruko Kebayoran Arcade 2 Blok B3 No 58
Bintaro, Jawa Barat, Indonesia

  • Tel: 021 2951 1772

Web: http://www.industrieid.com
Twitter: twitter.com/industrieid
Instagram: instagram.com/industrieid

Opening hours: 8.30 am - late
Ciao! See you Next Post!


Sunday, June 1, 2014

Market & Museum "SURPRISE KITCHEN" : Having Experience with ISCAKETORY and SUNTIANG (Random Day Out Ed.)

Finally, this Market & Museum became our last stop on that day.

Ide mampir ke sini tercetus saat kita macet-macetan menuju GI. Gue yang lagi bengong tiba-tiba teringat kalau di GI lagi ada acara bazaar Market & Museum 'Surprise Kitchen'. Jadilah, gue ajak aja cowok-cowok ini lihat jajanan-jajanan lucu yang cukup menggoda dan bikin pengen beli.


Say Hello!
Posisinya di Exhibition Hall Lv.5. Acara ini biasanya memang diadakan di sini dengan mengambil berbagai macam tema. Setau gue, sebelum mengusung tema Surprise Kitchen ini, Market & Museum terakhir diadakan bulan April dengan mengusung tema 'Retro City'.

Hasil kepo-kepo instagram @marketmuseum menunjukkan bahwa bazaar ini diikuti lebih dari 70 peserta. Makanan yang dijual juga unik-unik dan beragam. Kebanyakan sih, udah jadi trend kuliner masa kini. Misalnya aja, ada Puyo Dessert, Creamy Comfort, Milky Way Pudding, Kelasi, Burgreens, dsb.

Sebelum memutuskan untuk mencicipi makanan jenis apa dan yang mana, gue sama Aan Dimas muterin semua stand dulu satu kali. Setelah itu, baru menentukan pilihan.

Gue sih yang saat itu emang udah kenyang gara-gara udah keisi gelato super padat dari Ron's Laboratory, akhirnya cuma memilih beli kue-kue untuk orang rumah di stand IsCaketory.

IsCaketory dulu pernah buka stand di kampus gue pas acara jurusan Prancis. Sedikit banyak gue tau latar belakang Chef Issaura ini karena dulu gue gabung jadi panitia acaranya dan dia jadi pengisi cooking demo session di acara itu. Dia itu lulusan Le Cordon Bleu Paris, bok! Hehe. Makanya, beli jajanan di dia aja pas kebetulan dia lagi buka stand.


Hasil tangan Chef Issaura
Gue cuma beli Croquette Mozzarella (IDR 15) dan Cordon Bleu Bruschetta (IDR 20). Selanjutnya, karena gue sedikit mengeluarkan ilmu merayu, akhirnya gue dibonusin Cheesy Biscuit gitu seharga IDR 5. Lumayan...


Hasil foto dengan properti sederhana. Ya beginilah yang dijadiin oleh-oleh. Hehe
Gue sama sekali nggak tau rasanya gimana karena gue nggak nyobain sama sekali. Kalau kata nyokap dan oma gue (yang nyobain), rasanya enak. Kejunya berasa banget sehingga memang jadi agak terlalu asin. Cuma kalo emang kita-kita para cheese lovers yang makan, kayaknya justru jadi endes ya? Nggak tau juga sih, kan belum icip-icip. Hehe.


Nah! Dapat senyum dari mas-mas di ISCAKETORY.
ISCAKETORY
0819 1110 0306
iscaketory@gmail.com
twitter.com/iscaketory
instagram.com/iscaketory
facebook.com/iscaketory

Iseng-ly captured.
Setelah beli 'oleh-oleh' dari ISCaketory, gue menyadari kalau ada stand SUNTIANG di acara Market & Museum ini. FYI, Suntiang adalah salah satu restoran yang tergabung dalam beberapa merchants yang kerjasama sama Jakarta Pass. Jenis makanan yang ditawarkan adalah Sushi khas Jepang tapi diisi masakan Padang. Perkawinan Jepang - Padang lah ya. Selain sushi juga ada ramen misalnya. Tapi judul makanannya Gulai Ramen, alias percampuran Gulai khas Padang dan Ramen khas Jepang. Hmm.

They are all about Japanese that blends with Padang.


What we actually found at SUNTIANG stand.
Karena udah lama cukup penasaran dengan makanan persilangan ini, akhirnya gue langsung antusias liat Suntiang ada di Market & Museum. Sempet mikir dua kali sih, setelah liat harga dan banyaknya porsi. Satu porsi kan isi 4 rolls, nggak mungkin gue abisin sendiri karena gue kenyang banget. Tapi, Aan dan Dimas nawarin patungan. Asik deh ada temen buat nyobain. Yaudah, beli satu buat rame-rame.

Yang kita beli itu Rendang Roll.
Rasanya kayak makan sushi pakai rendang. *yaiyalah!*. Rendangnya cukup enak sih, beda sensasinya kalau makan rendang pakai nasi putih biasa. Seperti yang kita tahu, nasi yang dipakai buat bikin sushi kan teksturnya beda ya. Punya ciri khas sendiri. Agak mirip ketan tapi bukan ketan juga. Makanya, kali ini rasanya kayak makan sushi biasa, tapi isinya yang nggak biasa. Terlihat sederhana, tapi keunikannya yang bikin kaya.


Hi Rendang Roll!
Selain rendang roll, ada juga sushi isi ayam pop, terus ada yang ramen rasa gulai juga. Ya, macam-macam lah ya.

SUNTIANG sendiri baru buka di PIM 2, tapi setau gue, di GI juga udah mau buka.
Sok atuhlah cobain aja. Cocok buat yang tergila-gila sama sushi ataupun masakan padang, sesekali cobain rasa kawin silangnya. Wuuuh, yumm!


SUNTIANG RESTAURANT
Pondok Indah Mall 2, RESTAURANT Row, 3rd Floor. Jakarta Selatan.
http://www.suntiang.com
instagram.com/_suntiang_
Phone +62 21 7592 0529

Is it true?
Found at one of MM's stands.

Ron's Laboratory: The Happening Gelato in Town which Makes My Tummy Full of Happiness (Random Day Out Ed.)

Melanjutkan cerita tentang perjalanan gue dan Aan, akhirnya setelah Taco Local, kita langsung cabut ke Grand Indonesia untuk mencoba Ron’s Laboratory.

Ron’s Laboratory ini adalah salah satu Gelato Shop yang namanya sudah cukup terkenal di seantero Jakarta Raya. Happening, lah ah!

Sekitar pukul 4 sore, kita berangkat menuju Grand Indonesia. Jalanan ya, macet seperti biasa. Cuma, nggak sampai satu jam, kita udah sampai di Grand Indonesia dan langsung melangkahkan kaki ke gerai Ron's Laboratory.

Ketika sampai, alamakjang, ramai sekali loh tempat ini. Antriannya panjang dan meja-meja penuh. Mungkin juga pengaruh tanggal merah sih, makanya nuansanya nuansa akhir pekan. Tapi nih, gue rasa juga hari-hari biasa, Ron's itu cukup rame. Mengingat, rasa dan varian yang ditawarkan cukup menggoda dan pasti bikin penasaran. Hm.

See?
Sebelum pesan, biasanya kepo-kepo dulu nih sama promo yang ada. Nah, sampai waktu yang gue nggak tau kapan, kita bisa mendapatkan promo diskon di sini. Untuk pemegang Jakarta Pass, kita bisa mendapatkan 20% discountBesar diskon yang diberikan juga sama, kalau kita bayar menggunakan Credit Card atau Flazz BCA.

MENU (sewaktu-waktu bisa aja ada yang berubah karena ada item baru lagi, atau yang lama di take out)
Setelah melihat menu yang dipasang di area toko secara singkat, gue akhirnya menjatuhkan pilihan pada RED VELVET with Cream Cheese Injection (udah mupeng sejak pertama kali ngepoin instagramnya Ron's), sedangkan Aan memilih untuk mencicipi rasa Tolak Angin di dalam Choco Windproof, dan Dimas akhirnya menunjuk Rocksalt Choconut.

Habis pilih-pilih, gue memperhatikan kondisi sekitar area Ron's. Terutama area 'Laboratory'-nya. Melihat bagaimana 'scientist-scientist' itu beraksi meracik gelato yang diorder para customer. Melihat bagaimana alat-alat itu akhirnya mengeluarkan asap-asap dingin kayak di Lab Kimia jaman SMA. Akhirnya, nggak tahan juga untuk nggak mengambil beberapa foto 'Laboratory'-nya.

Their LAB.
Pekerja LAB a.k.a Scientist
Setelah bayar, nasib mengatakan bahwa kita nggak bisa menikmati gelato-nya di area Ron's saking penuhnya. Jadilah, kita cari-cari spot lain dan yaaa untungnya menemukan bangku pengunjung yang kosong dan bisa duduk anteng di situ. Dibilang anteng juga nggak sih, karena menikmati gelatonya sambil dipegangin cupnya dan lelehan-lelehannya kena tangan. Sedikit merepotkan. Hehehe.

But, beside of that 'ngeribetin' thing, here they are the review!


1. RED VELVET with Cream Cheese Injection (IDR 60).
Medium roast chocolate gelato with cream cheese topping injection

Taste really good! It consists of 3 scoops of Red Velvet-but with-Chocolate flavor gelato, accompanied by an injection with the cream cheese inside. 

Sebelum menikmati keseluruhan gelato ini, 'tembak'kin dulu si krim keju-nya, baru deh rasakan sensasinya. So.So.Yummy.

Tekstur gelato-nya padat dan berisi, namun tetap lembut. Dijamin kenyang deh makan satu cup begini. Makan setengah aja gue yakin udah cukup, apalagi kalo lo tipe-tipe orang yang lagi diet. Hehe.

Red Velvet ini nggak akan membawa lo ke dalam sensasi buah bit, justru lidah lo akan dimanjakan dengan rasa coklat yang -nggak terlalu manis dan nggak terlalu pahit- sehingga jadinya enak banget. Apalagi pas lo nyendok bagian yang kena cream cheese-nya. Heaven on Earth, man!

Red Velvet ini menjadi makanan terakhir gue pas hari itu karena gue beneran kenyang. SUMPEH.


2. Choco Windproof (IDR 60) - New Item!
Base gelato with 'Tolak Angin' and Lindt's chocolate chunk with chocolate injection

I didn't take this whole gelato for sure. Gue cuma icip-icip sesendok.
To be honest, I don't really like it. Tapi nggak tau juga kalau seandainya gue memakan habis satu cup penuh gelato dengan rasa ini. Tanggapannya bisa saja berbeda, bisa saja nggak.

Karena ternyata memang menggunakan campuran jamu tolak angin, efek mint-nya itu berasa banget sampai tenggorokan dan lo akan ngerasain sensasi tolak angin yang disajikan lewat gelato. Hemm... Persis deh rasanya.

Kalau kalian penasaran rasa gelato ini gimana, coba aja trial dulu minum tolak angin yang dicampur sama es krim vanilla campur coklat. Rasanya mungkin mirip. Tapi yaaa tetep aja kalau di Ron's, sensasinya beda. Secara ini adalah Gelato. Bukan cairan Tolak Angin. Mhihi. ;)

3. Rocksalt Choconut (IDR 55) + Cream Cheese Injection (IDR 8)
Chocolate gelato topped with peanut butter swirl & rocksalt sprinkle

Gue cuma icip-icip kalau yang ini. 
Dari icip satu sendok, deskripsi yang bisa gue sampaikan hanyalah: rasa coklatnya maknyus. Dark Chocolate. I love nuts and also chocolate. So, I think I will fall in love with this variant.  Apalagi, Dimas memilih Cream Cheese as the additional injection for his choice. Hmm, tambah yummy banget kali ya.

Pokoknya, lain kali kalau ke sini, harus coba yang ini. Lebaynya, gue rasa para chocolovers di luar sana akan merasakan 'foodgasm' setelah mencoba menu ini.

Rocksalt Choconut - RedVelvet - Choco Windproof
Menu-menu lain yang juga menggugah selera gue adalah Matcha Mochi dan Cotton Candy Bubble Gum. Nama dan deskripsi rasanya bikin gue penasaran dan yaa, mungkin nanti kalau ke sini lagi akan dicoba. Enaknya sih rame-rame, jadi bisa saling nyicipin. Dan enaknya lagi, perginya pas weekdays, jadi (mungkin) bisa lebih santai dan nggak harus rebutan tempat duduk.

Oiya, soal harga, gue akuin memang harganya 'tinggi' dibandingkan dengan es krim atau gelato lain yang mungkin sempat lo temuin atau cobain. Cuma, kan makan ini nggak tiap hari. Rasanya juga kalau dibandingin sama harganya, worth it. Jadi, sesekali nggak apa-apa kok. Hehe.

Kalau mau hemat, ada beberapa cara. Misalnya, beli satu buat bagi dua atau bagi tiga. Satu cup kan ngenyangin banget, jadi nyobain satu scoop juga cukup. Atau nggak, pintar-pintarlah mencari promo. Sekarang kan, BCA sama Jakarta Pass. Nanti-nanti mungkin akan nambah lagi promonya? Who knows?

For my closing statement: Just try it :D

Grand Indonesia WEST Mall Lv.5
Open Everyday 10am - Midnight
Twitter: @ronslaboratory
FB: Ron's Laboratory
www.ronslaboratory.com

See yaa next post!

UPDATED!

Akhirnya kesampean nyobain varian lain dari Rons Laboratory! Yippie!

Pertama, I finally tried Cotton Candy Bubble Gum...
Base gelato with classic rose syrup and PUYO silky bubblegum pudding on the side.


Rasanya manis dan asam. Teksturnya masih sama padat. Karena gue tambah dengan Strawberry Injection, rasanya makin makin asam. Rasa asamnya tentu berasal dari strawberry-nya, juga dari sirup yang disertakan bersama gelato jenis ini. Asamnya bukan asam cuka dong pastinya, asamnya yaaa kayak strawberry jam gitu. Hehe.

Untuk campuran dengan PUYO, I think it makes such a great combination. Gelato rasa vanilla (maybe?) bercampur dengan PUYO Bubblegum, hasilnya nggak terlalu manis dan seru-seru lucu di mulut. Cuma, karena jenis ini setengah gelato setengah PUYO, jadi nggak terlalu bikin kenyang kayak gelato terdahulu yang pernah gue coba.

Gue nyobain jenis ini sama Fanya, bagi dua. She found that she doesn't really like PUYO. OH

Kedua, I tried Matcha Mochi then!
Green tea gelato with black sesame mochi on top.

My matcha mochi with the...voucher. ihihi...

Yang ini hoki, karena gue dapet free gelato voucher setelah ikutan Instagram Photo Contest. Yeay!
Gue boleh memilih jenis gelato yang manapun kecuali yang limited. Akhirnya si Matcha Mochi jadi pilihan gueee. Uhuy!

Rasanya seru! Green teanya amat sangat terasa dan padat juga! Yang ini juga ngenyangin. Cocok banget buat yang tergila-gila sama green tea. Biasanya mungkin nyobainnya green tea latte, nah kali ini cobain deh green tea gelato! Hmm...


Waktu gue nyobain ini bareng temen gue yang namanya kakak Tika, gue ditawarin juga sama staff Ron's buat nyobain popcorn ala Ron's!!! Free!
Namanya dragon breath! Popcornnya sih kayak popcorn biasa, terus dicemplungin ke cairan dingin sesuatu gitu. Terus ketika dituang ke tangan, popcornnya terasa super dingin di tangan, dan pas dimasukkin ke mulut, lidah serasa kena es batu. Dingin. Terus kita langsung nafas keluar asap gitu! Hohoho, it's like a cute experience!




What they call Dragon Breath!

Taco Local: Feel Being Mexican for a Day (Random Day Out Ed.)

Kamis, 29 Mei 2014.
Akhirnya di tanggal ini, gue sama Aan dan Dimas kembali lagi merajut cerita perjalanan Random yang terbaru *lebay lu merajut!*. Pokoknya, akhirnya jalan-jalan bareng lagi deh.

Even kita suka bilang segala acara jalan-jalan kita itu random, tapi kali ini nggak terlalu random kok karena udah direncanain dari seminggu lalu.

Setelah melakukan diskusi tempat makan lewat WhatsApp yang panjang namun tidak melelahkan, akhirnya kita memutuskan untuk makan bareng di Taco Local. Kebetulan, kita bertiga belum pernah nyoba makan di sini.

Sekitar pukul 2 siang, kita sampai di Jalan Panglima Polim V, di mana seharusnya kita menemukan Taco Local ini. Tapi, karena tempatnya cukup tersembunyi dan susah untuk langsung disadari pengunjung, akhirnya kita sempat muter balik juga sekali. Setelah muter balik, eh akhirnya ketemu juga rumah makan Meksiko yang mungil-mungil tapi dalamnya luas ini.
WELCOME to TACO LOCAL!
Setelah melangkahkan kaki masuk ke tempat ini, gue pikir areanya kecil dan hanya terdiri dari beberapa meja + kursi. Ternyata, di sampingnya masih ada tempat duduk lagi. Dan lagi, Taco Local ini tidak mengambil satu blok saja seperti gambar di atas, melainkan dua blok (di sampingnya ada satu blok lagi). Terus, setelah masuk, kita pilih tempat duduk di blok satunya lagi karena terlihat lebih panjang dan lega...

Ini penampakan area dalam Taco Local, di blok yang sebelah kanan (dari foto tadi).
Ini penampakan bagian belakang Taco Local. You'll find the spot where you have to pay your bill.
Another little spot of this place...
Kalau diperhatikan, di setiap meja pasti disediakan colokan. Pas buat kerja-kerja iseng menggunakan laptop di sini.
Setelah duduk dan memilih-milih menu yang diberikan (FYI, menunya super sederhana. Hanya lembaran HVS biasa tanpa desain apa-apa, entah sih tujuannya apa. Cuma, menurut gue kurang eye-catching jadinya, hehe), akhirnya kita bertiga segera menentukan pilihan.


Menu makanan



 Menu minuman

1. Aan with his Tacos Carnitas (IDR 34)
Roast pork, Frijoles, Salsa fresca, and Guacamole.

Agak susah buat gue membedakan Tacos dan Burritos ketika melihat kedua menu ini muncul di hadapan gue. Cuma, setelah gue diijinin Aan buat nyobain Tacos Carnitas ini, gue jadi merasa ada beberapa perbedaan yang mudah untuk dirasakan. Contoh paling mudah, Tacos ini disajikan dalam kondisi tidak terlalu hangat, justru cenderung dalam suhu seperti suhu ruangan (nggak dingin, nggak beku, nggak hangat, dan nggak panas). Rasanya cenderung lebih fresh, karena mengandung lebih banyak tomat atau nama bekennya ya Salsa fresca itu. Ditambah perasan jeruk lemon yang disediakan juga membuat rasa Tacos ini lebih segar lagi.

Jujur, gue sedikit penasaran dengan deskripsi dari Salsa Fresca itu. Akhirnya, setelah googling, Salsa Fresca (Pico de Gallo) itu adalah salad khas Meksiko yang merupakan perpaduan tomat, bawang, dan cabai. Tapi, di makanan ini, hanya tomatnya yang dominan, sementara bawang dan cabai-nya tidak.

Untuk rasa, cukup enak. Daging pork-nya empuk dan tortilla-nya juga layak kunyah. Cuma mungkin bagi kalian yang addicted to makanan ber-MSG, akan kurang cocok makan makanan ini. Kenapa? Soalnya, makanan ini terasa diracik dari bahan-bahan natural dan minim banget rasa-rasa MSGnya.

Intinya, saran gue, kalau mau menyukai makanan Meksiko, terbiasalah terlebih dahulu dengan Salsa Fresca/ Pico de Gallo-nya. Oke? Hehe.

Tacos Carnitas
2. Dimas with his Quesadilas Carne (IDR 34)
Pulled beef, Salsa fresca, Coriander, and Cheese.

Menurut gue, setelah gue comot makanan ini karena ditawarin sama Dimas, ini adalah pesanan yang paling recommended. Quesadillas ini tipis dan makannya seperti makan pizza. Di bagian isinya juga ada Salsa fresca, tetapi rasa daging sapi dan kejunya justru lebih dominan daripada rasa tomatnya ini.

Kemudian, setelah membandingkan rasa tortilla+pork dan rasa tortilla+beef, kayaknya the second one is better. Bukannya tortilla+pork nggak enak, tetapi kalau makannya yang beef, jauh lebih bisa merasakan bumbu makanannya aja. 

Tortilla + Beef + Cheese = Quesadillas Carne = Enak!

Quesadillas Carne
3. Me with my Burritos Carnitas (IDR 50)
Roast pork, Dirty rice, Frijoles, Salsa fresca, Guacamole, and Cheese.

Seperti yang sempat gue singgung di atas, Burritos ini terkesan sama seperti Tacos punya Aan. Bedanya, kalau Burritos ini disajikan selagi hangat dan dalam bentuk yang sudah digulung dan dilapisi oleh alumunium foil, sedangkan punya Aan dibuka aja tanpa dilapisi apa-apa. Isinya juga beda, kalau Burritos ini punya 'dirty rice' di dalamnya, sementara Tacos nggak punya.

Rasanya cukup dipengaruhi kehangatannya. Burritosnya jadi terasa lembut karena makannya juga selagi ini masih hangat-hangat panas. Soal rasa, nggak ada kata lain selain enak. Pork-nyaaaaa, duhileeeh jangan ditanya! Banyak banget. Di satu gulungan Burritos ini, semua celah hampir didominasi oleh Pork-nya. Komposisi rice dan cheesenya seimbang tapi jauh lebih sedikit dibanding Pork-nya. Makanan ini cukup bikin nagih, tapi ketika makan setengah aja udah bisa bikin perut kenyang. Tingkat ketagihan sama kapasitas perutnya nggak sejalan saudara-saudara...

Burritos Carnitas
4. We with our Nachos Con Queso (IDR 45)
Corn chips, Cheese, and Salsa fresca.

Sebelum ketiga pesanan di atas, ceritanya kita makan makanan pembuka dulu, yakni ya si keripik jagung ini atau yang biasa kita jumpai di 7-Eleven berjudul Happy T*s. Tapi, gue yakin kok yang ada di hadapan gue ini bukanlah keripik jagung merek Happy T*s.

Corn chips ini jadi spesial karena ditaburi salsa fresca dan keju di atasnya. Gue sendiri sedikit bingung bentuk keju apa yang digunakan. Kejunya punya penampakan seperti keju parut yang ukuran parutannya besar-besar, sehingga gue juga beranggapan kalau ini keju lembut tapi padat yang biasa kita jumpai di pinggiran pizza di Pizza H*t.

Tapitapitapi, keju apapun yang digunakan, gue nggak terlalu mempermasalahkan selama rasanya enak dan sisi 'keju'nya terasa! Asin-asin nagih gimana gitu kan yaaa...

Rasa corn chips-nya juga jangan disamakan dengan Happy T*s ya. Kalau yang kemasan kan sudah ditaburi bumbu-bumbu lain. Kalau yang ini, hmm, nggak ada rasa-rasa micinnya. Alami pakai keju, enak! 

Nachos Con Queso
Untuk minuman, kita cuma pesan Ice lime tea, Sprite, dan Coca-cola. Semuanya @IDR 10. Minuman lainnya ada Saparella, harganya IDR 20. Yang lain-lain-lainnya juga ada. Dari yang tidak memabukkan sampai yang (mungkin) memabukkan. Hehe.

NEXT, 
LET'S CHECK THESE COOL SPOTS,

The unique stuffs that made me think "waw, it looks nice!"
UN TACO?
Another nice stuff.
I think, this place is really recommended. Especially, buat yang suka makanan Meksiko, ataupun buat yang nggak terlalu suka micin, dan buat yang suka mengeksplor makanan baru, silahkan icip-icip dan manjakan lidah di sini sajaaa...

Gue mungkin akan ke sini lagi dan lagi. Belum nyobain menu yang pakai chicken soalnya. Cuma mungkin nanti-nanti dulu lagi.

Additional info (setelah nanya ke salah satu staff): Taco Local sudah berdiri sejak dua tahun yang lalu, namun sempat mengalami renovasi untuk perluasan area, sehingga baru buka dan beroperasi lagi sejak dua bulan silam.

*PS: Harga belum termasuk Tax 10%

Address:
Jalan Panglima Polim V No.38, Jakarta Selatan (021) 94949538
Jalan Petitenget No 900, Kerobokan, Bali (0361) 7979900

Facebook: Taco Local
Twitter: @tacolocal
Instagram: tacolocal
Http://www.tacolocal.com

Thursday, May 15, 2014

PHO24 Vietnamese Pho Noodle: Nikmatnya nge-mie bareng keluarga.

Firstly, sebelum menulis review kali ini, I wanna say something.

Randomly, I just want to thank God for everything He's giving me.

Entah kenapa, hari Minggu, 11 Mei 2014 kemarin, gue bener-bener ngerasa deket aja sama keluarga gue. Ngerasa enjoy banget bisa sama-sama mereka, meskipun kita cuma jalan-jalan ke toko bahan bangunan dan bukan ke mal atau ke tempat belanja baju.

Gue juga bersyukur karena malam harinya, kita bisa makan malam bersama, di tempat yang enak, makanannya enak, dan dalam tawa canda suka setelah lelah seharian :'). Love it!

Kunjungan keluarga gue buat makan di Pho24 Vietnamese Pho Noodle ini semata-mata karena saran dari gue. Alasannya sederhana. Gue lagi mau mencoba makanan baru daaaaan, icip-mencicip semacam ini, boleh-boleh aja dong? Hehe.
Akhirnya oh akhirnya tersampaikan juga loh keinginan gue buat nyobain ini. Kemaren-kemaren kan sempet mau nyobain tapi gagal.



Semua bermula dari gue sama keluarga gue (mama papa oma opa) yang baru aja selesai belanja di DEPO Bangunan. Rencananya, kita sepakat untuk mencari makan malam di daerah terdekat. Yaaa, ujung-ujungnya apalagi kalau bukan Alam Sutra. Apalagi kalau bukan The Flavor Bliss. Hah.

Karena emang biasanya menuju ke Flavor Bliss, gue akhirnya nyaranin buat makan Pho 24 Vietnamese Noodle dan akhirnya mereka mau. Setelah kita turun dan memilih tempat duduk (kita milih duduk di luar karena opa gue nggak bisa jalan jauh sampai ke dalam restorannya), kita lanjut ke bagian pilah-pilih menu.

Gambaran suasananya, kurang lebih dari luar...

Nah kan, sayang-sayang lagi milih makanan :)
Menu utamanya sih ada Pho Noodle dengan bermacam-macam pilihan rasa. Ada mie dengan beef shabu-shabu, ada mie dengan beef well done, ada mie dengan tunjang dan babat, daaaan masih ada beberapa varian lainnya. 

Cangkir masih kosong dan sedotan baru dibuka
Selain mie, Pho 24 Vietnamese Noodle ini juga menyediakan Com Tam with grilled beef dan Com Tam with grilled chicken. Com Tam ini nama lainnya adalah Steamed Rice. 
Nggak cuma Com Tam aja nih menu variasi dari Pho 24, tapi ada juga yang lain-lainnya, seperti Ikan Gurame atau Udang Caramel.

Akhirnya, setelah lama-lama berkutat dengan menu yang ada di hadapan, kita akhirnya memilih empat menu makanan yang berbeda dan tiga menu minuman yang berbeda (pula).

1. Pho OXTAIL (Pho noodle with oxtail)

This one is for me. Semangkok mie kuah yang dipadukan dengan buntut sapi (impor).
Selain mangkok mie ini yang disajikan di hadapan gue, gue juga dikasih satu piring kecil yang berisi cabe merah gede potong, bawang bombay, jeruk nipis, toge, and one more gue lupa namanya apa.

Harusnya sih, ini semua bisa dicampurkan. Tapi, gue memilih untuk nggak mencampurkan semuanya. Pertama kali makanan ini datang, gue nggak campurin dulu sama bumbu apa-apa. Gue icip dulu kuahnya yang masih asli tanpa tersentuh racikan bumbu gue. 

Rasanya standar sih, nggak asin, nggak pedes, nggak asem, dan nggak manis. Pas mungkin ya. Makanan berkuah, selama dia masih pas rasanya dan nggak lebay, itu selalu melegakan tenggorokan dan memberi tenaga lebih loh. :D

Setelah puas menyeruput kuah yang masih original itu, gue akhirnya menambahkan sedikit kecap asin, merica, saus sambal, dan sedikit saus manis berwarna coklat tua. Rasanya jadi lebih seger dan enak lah.

Karena gue masih mau mencoba yang lain, akhirnya 1/4 bagiannya gue bagi ke nyokap gue karena gue seneng kalo dia mau nyicipin. Hehe *baginya agak maksa*.
Setelah itu gue iseng-iseng mencoba menu yang lain...

Mine! Pho OXTAIL!
2. Green Papaya Beef Salad

Nah, kalau yang ini adalah pesanan bokap gue. Ngakunya sih diet gitu, tapi setelah pesen makanan ini, dia nambah pesanan yang lain lagi loooh. Haha.

Green Papaya ini ternyata tidak hanya terdiri dari buah pepaya aja, melainkan ada unsur buah mangganya juga. Pernah tau sambal mangga? Rasanya kurang lebih sama. Tapi nggak sepedes dan nggak seasem sambal mangga. 

Jujur, gue cuma cobain salad ini dua jumput sih dari bokap gue. Tapi, gue bisa se-sok tau itu merasa kalau ini enak. Karena emang nggak terlalu asam dan nggak terlalu manis, jadinya nggak susah buat dimakan. Seger di mulut. Yang bikin kombinasi ini jadi menarik adalah grilled beef-nya yang enak. Duh, entah kenapa ya semua daging yang dibakar-bakar pakai bumbu kecap aja deh minimal, itu pasti enak banget. Hmm...

Green Papaya with Beef Salad (mana sayurnya?)
3. Mix Grill (Com Tam with Mix barbeque beef, chicken and shrimp in caramel sauce and sugarcane shrimp).

Menu ini untuk opa sama oma gue. Karena porsinya yang super banyak, jadinya opa gue bagi dua sama oma gue. Cuma nambah nasi putih aja satu lagi. 

Gue sama nyokap yang adalah raja nyicip-nyicip di rumah, nggak mau ketinggalan. Kita ikutan nyicipin sebagian dari Mix Grill ini.

As I mentioned before, daging yang dibakar pakai kecap dan bumbu-bumbu itu, rasanya emang pasti enak banget! Nah, sama aja kayak daging-daging yang melengkapi menu Mix Grill ini. Semuanya enak dan punya rasa yang memanjakan lidah. Dagingnya juga padat-padat kok. Nggak pelit.

That's what I called Mix Grill. Looks yummy or not? :(
4. Fried Rice OXTAIL.

Akhirnya bokap gue menjatuhkan menu makanan tambahannya pada si Nasi Goreng Buntut ini. Karena terlalu banyak, bokap gue bagi dua sama nyokap gue dan gue cuma nyobain satu atau dua sendok.

Rasa nasi gorengnya biasa aja sih. Menurut gue, nggak terlalu istimewa. Biasa bukan berarti nggak enak loh,ya. Gue suka rasa nasi gorengnya. Nggak hambar dan nggak terlalu asin atau pedes. Cuma, rasanya nggak spesial atau WAH banget. Perasaannya ya, kayak mikir kalau masih ada nasi goreng lain yang sanggup menyeimbangkan rasa nasi goreng ini. Tapi, kalau bicara soal daging buntutnya sih, lembut banget.

Friend Rice OXTAIL. Lumayan :)
5. Menu lainnya yang ikut kita pesen itu adalah menu minuman. Mama, oma, opa minum Hot Tea Pot karenaaaaa, minuman ini termasuk golongan free refill dan nggak aneh-aneh. Mama sama oma sama opa nggak suka kalau minum minuman yang rasanya aneh-aneh. Haha. Gue sendiri pesen Black Tea with Ginger (Katanya, this tea is for those who need to be a little more wakeful. Also, it's good for those with low blood pressure, hmm). Papa gue pesen Jelly Jali (mixed with Barley, Jelly, and Selasih). 

Black Tea with Ginger and Jelly Jali

For all those meals, we have to pay IDR 265.000,- + Service + PB1...
Detilnya:

Pho OXTAIL IDR 50.000,-
Papaya Beef Salad IDR 38.000,-
Com Tam Mix Grill IDR 80.000,-
Rice Plate IDR 5.000,-
Fried Rice OXTAIL IDR 40.000,-
Black Tea with Ginger IDR 17.000,-
Hot Tea Pot IDR 15.000,-
Jelly Jali IDR 20.000,-

Overall, restoran ini bisa dikatakan recommended bagi yang suka menjelajah dan suka makanan berkuah. Tidak ada kekecewaan berarti yang dialami selama mencicip dan mengunyah makanan di restoran ini. Mie khas Pho 24 (atau Pho noodle) ini teksturnya halus. Kayak makan kwetiau tapi nggak mirip kwetiau. Nah, loh!

Mungkin emang harus pinter-pinter ngeracik bumbu buat dicampur di kuahnya. Karena rasa original dari kuahnya cuma cocok untuk lidah-lidah yang anti MSG. Hehe.


Beberapa titik tempat Pho 24 ini berada:
Grand Indonesia 3rd level, Gandaria City Mal-Upper Ground, Central Park, Emporium Pluit, dan masih banyak lagi...

Sok atuh dicoba ah makanan Vietnamnya. Hati-hati aja kalo nagih. Apalagi sama ragam Mie-nya.

See yaaa on the next post!