Showing posts with label sekolahmenengahatas. Show all posts
Showing posts with label sekolahmenengahatas. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

Pan & Flip: Family or Friend Recommended-Meet Up-Point in Karawaci Area.


Sabtu, 31 Mei 2014.

Saturday Night with Nini.

Butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya kita (baca: gue dan Nini) memutuskan untuk melangkahkan kaki ke dalam restoran ini. Tadinya muter-muter cantik dulu ke sana ke mari mencari-cari, ujung-ujungnya makan ini dengan berbagai pertimbangan yang dimiliki.


Pertama, tempatnya dari luar terlihat nyaman. Kedua, harganya tidak terlalu mahal, dilihat dari menu yang dipajang di depan restoran. Ketiga, belum pernah coba makan di sini, jadinya penasaran pengen cobain.

Dengan tiga alasan yang sudah disepakati bersama, dengan kaki yang sudah siap melangkah, dengan pantat yang sudah siap duduk dan wajah siap nunduk buat baca menu, akhirnya kita masuk. Hehe.

Tempatnya cukup nyaman. Ada beberapa tempat duduk yang empuk kayak sofa, ada juga yang merupakan tempat duduk biasa.

Di dindingnya ada beberapa ornamen pan, seperti nama restorannya Pan & Flip.
Dari segi tempat dan kenyamanan sih, oke banget buat kumpul bareng keluarga, bareng temen (just like I did), dan bareng pacar.




Menunya itu lebar banget. Di menunya, lo akan menemukan berbagai macam makanan dari berbagai macam asal dan berbagai macam minuman dengan berbagai macam rasa.



Makanan yang ditawarkan di Pan & Flip ini ada Appetizer-nya, terus Salad, Pasta, Western,  Oriental, Traditional, Desserts, Pancake & Waffle. Sementara minumannya, ada Coffee Speciality, Special Drink, Tea & Milkshake, dan Fresh Juice.

Let's check the review!


1. Montreal Chicken
(Filet paha ayam panggang, disajikan dengan kentang goreng dan salad, IDR 32)



Menu ini adalah menu yang jadi pilihan gue saat itu. Kenapa? Soalnya, nama menu ini belum pernah gue denger sebelumnya. Jadi, penasaran aja gitu seperti apa bentuknya.


Dari segi penampilan, cukup cantik. Walaupun nggak cantik-cantik atau nggak semenggiurkan itu, tapi rasanya enak. Filet ayamnya pun nggak pelit. Jadi ukuran dan rasanya sebanding.

Filet paha ayam ini hanya dipanggang -tok, tanpa dilelehi atau disiram saus apapun di piringnya. Meskipun nggak ditambahin bumbu apa-apa lagi, rasa "grilled"-nya itu jelas karena bumbunya meresap ke dalam dagingnya. Istilah 'rasa grilled' itu ciptaan gue sendiri sih, hehe. Karena daging yang dipanggang itu biasanya terdiri dari 3 rasa, yaitu rasa kecap manis, rasa asin, dan rasa agak-agak gosong, si Montreal Chicken ini gue bilang punya ketiga rasa itu. Makanya jelas.

Tekstur ayamnya juga nggak keras dan pastinya kita nggak akan direpotin sama keberadaan tulang ayamnya, karena ini hanya terdiri dari filet ayam saja.

Jenis ini lolos seleksi. Yeay :D

2. Chicken Cordon Bleu
(Filet dada ayam dicampur smoked beef and cheese, digulung dan digoreng tepung, IDR 35)


Nah, kalau yang ini adalah pesanannya Nini. Tadinya, gue juga mau mesen ini dan Nini kepikiran buat mesen Montreal Chicken. Tapi, ujung-ujungnya kita justru tukeran pesanan dan saling mencoba makanan masing-masing aja.

Cordon Bleu ini pada dasarnya sama seperti Cordon Bleu yang kita jumpai di restoran-restoran lain. Dibentuk dari daging ayam padat, kemudian diisi dengan smoked beef dan cheese di tengahnya, lalu digoreng tepung.

Rasanya kalau yang ini enak, tapi lebih ke biasa aja sih enaknya. Soalnya standar, Cordon Bleu di mana-mana rasanya mirip. Hehe. Sausnya minim, padahal enaknya kan mungkin kalau sausnya dibanyakkin atau ada lelehan keju rasa barbeque gitu, pasti tambah enak. Tapi, satu nilai plus, daging ayamnya padat. Ga cuma tebel kulit tepungnya aja. Hoho.


3.Pan & Flip Mix Platter

(2 pcs Chicken Wings, 2 pcs Calamari, 2 pcs Tempura, 3pcs Chicken Nugget, IDR 20)



Small portion but, cukup lah buat cemilan. Rasanya biasa-biasa saja menurut gue. Maksudnya biasa-biasa adalah, enak banget juga enggak, enggak enak banget juga enggak. Sorry to say, tapi memang nggak ada yang istimewa dari menu ini. Cuma nih, nilai plusnya adalah, menu ini adalah menu yang paling tepat kalo lagi mau cemilan aneka rasa. Cumi ada, ayam ada, dan udang pun ada. :)

Sebagai minuman,


Gue memilih Es Kelapa Glodok (IDR 18).

Minuman ini merupakan campuran dari serutan kelapa, es krim vanilla, ditambah gula merah. Racikannya sih cukup unik, tapi, rasanya manis sekali. Cocok banget buat yang suka manis-manis. Kalau gue, entah kenapa ya ga terlalu suka yang manis. Aneh. Ckckck. Lebih aneh lagi ketika gue nggak suka manis, tapi minuman ini abis gue minum sendiri. Hehe. Kelapanya yang sayang kalo nggak diabisin.



Nini memilih Kiwi Pulp Soda (IDR 15).

Minuman ini cukup sederhana, campuran dari concentrate kiwi + soda. Semacam Italian Soda gitu kali ya? Rasanya manis (juga) tapi ada asam-asam segarnya sedikit. Karena efek minuman dingin, minum ini jadi terasa segar juga. Oiya, uniknya minuman ini adalah, lo perlu mengaduk cukup lama agar semua minuman tercampur. Konsentrat (semacam sirup) kiwinya lumayan kental soalnya.



Overall, tempatnya oke dan harga makanannya cukup tinggi, meskipun memang nggak tinggi-tinggi banget sih. Naik sedikit dari standar harga. Cuma, nyamannya nyaman banget. Ada Wi-Fi pula. Jadi, rasanya cukup sebanding.
Me and Nini spent much time there. Ngomongin apa aja yang terlintas. Kind of fun!
Thank you Nini and Pan & Flip.


Pan & Flip Supermal Karawaci

Supermal Karawaci, UG Floor, 
No 11-12
021 5118 1186
Twitter : @panflippancake
Fb : facebook.com/panflippancake

Tuesday, July 2, 2013

Sabtu 29 Juni 2013: temu ciwi-ciwi SMA.

Halo! Lama-lama berasa nulis blog kayak nulis buku harian ya? Haha.

Nggak apa-apa deh, toh nggak semua detilnya gue bagi di sini. :)

Intinya, kemarin Sabtu, gue berhasil bertemu dua teman SMA gue. Kangen berat! Haha. 

Setelah reschedule beberapa kali, akhirnya tanggal 29 itu diputuskan menjadi tanggal paling OK. Janjianlah kita di Summarecon Mal Serpong atau bekennya SMS. Agendanya bukan nonton ataupun karaokean. Tapi sekedar makan dan berbagi curhatan.

Perhentian pertama akhirnya jatuh pada Old Town White Coffee. Gue pesen Rojak Mee, tentunya dengan Teh Tarik hangat, sebuah minuman yang jadi favorit gue akhir-akhir ini. Berikut penampakannya: 


Dan lalu beberapa fotopun dihadirkan di tempat ini, hihi.
Syududu~



Yang lain pada make-up, nah gue? Cukup bedak bayi aja. Haha. *padanyuruhdandan* 

Setelah perut kenyang, kita akhirnya ke downtown aja duduk-duduk manis yekaaan. Gue mesen Hazelnut Chocolate Milk Tea di ROPPAN (cinta sekali dengan Hazelnut Chocolate dan Teh Tarik) dan mereka berdua mesen minum di J.Co. Terus gosip demi gosip mengalir. Kepo-kepoin orang juga tuh. Haha. Yang terpenting sih, kita bisa berceloteh dengan bebas melepas rindu *syailah*. Tapi beneran kangen banget sama dua manusia itu. Kangen juga sama yang lain, tapi mereka enggak bisa ikut. Yasudahlah. Huft.

Setelah jam menunjukkan pukul setengah delapan, kami semua memutuskan pulang. Perjumpaan yang menyenangkan. :)

Merci, belles!

Tuesday, June 4, 2013

(gue yakin) kita semua pernah 4L4Y.

Siapa di sini yang nggak pernah ALAY?
Ya pasti ada aja sih yang nggak pernah, tapi banyakkan yang pernah kan kan? Hehehe.

Menurut desas-desus dan info kegaulan yang gue denger, ALAY itu adalah sebutan bagi anak-anak yang terlalu gaul, yang gaulnya melebihi kapasitas seluruh umat manusia di seluruh dunia. Ciri-cirinya: misalnya kalau biasanya, orang foto dari depan, alay ini fotonya dari atas. Orang foto bibirnya senyum, alay ini fotonya pake telunjuk nempel di bibir sambil bibirnya monyong-monyong. Kurang lebih gitu. Terus, kalau sms-an, orang biasa ngetiknya normal, kalau alay ini ngetiknya pake huruf kecil gede kecil gede, terus bahasanya digaul-gaulin gitu. 'sih' jadi 'seh' atau 'sich'. 'kamu' jadi 'qm' atau 'kamooh'. Ya, hal-hal semacam itulah.

Di sini, gue pengen mengajak kalian mengingat masa-masa alay yang pernah berjaya itu, karena tetiba aja, kemaren salah satu temen gue abis nge-gep-in foto-foto gue pas jaman SMA, (yaaaang) alay gitu sih kayaknya. Hehe.
Ya, rata-rata semua anak muda pernah alay. Nggak semua kok, nggak. Kalau nggak pernah alay, ya sayang banget aja nggak pernah ngerasain masa-masa itu. Hahaha.

1. Pernah kan, update status di facebook hampir tiap satu jam sekali? Atau bahkan yang ekstremnya, update status tiap lima menit sampai setengah jam sekali? Sejak kemunculan twitter, hal update-updatean status di Facebook makin berkurang, dan kalau berkicau via twitter, belum ada yang berani bilang itu alay. Hahaha.

2. Yang paling nge-hits emang ke-alay-an soal pose foto. Pernah kan, foto pake angle dari atas. Atau nggak, foto sambil kakinya ditekuk (bahkan, sampai sekarang gue masih sering foto kayak gini). Atau, bibirnya monyong. Atau, telunjuk di bibir. Atau, foto yang di depan cermin gitu. Lebih epic kalo foto diri sendiri di depan cerminnya itu di toilet mal-mal. Atau, foto di mobil sambil pegang setir. Foto-foto semacam itulah! Hahaha, pasti pernah dong foto gitu ya kan ya dong?

3. SMS selalu hurufnya kecil gede kecil gede. Contoh: hAi, kAmu gi ApZ?
Hahaha, itu masih mending cuma huruf kecil gede kecil gede. Kalo yang bikin pusing sampe harus punya kamus khusus itu ya misalnya kayak gini: S0r3 iNi j4L4N yuKz? Hahaha. *ngakak*

Gue sendiri, pernah mengalami masa-masa alay seperti itu. Galau sampe-sampe sering banget ng-update status di Facebook. SMS pake huruf kecil-gede *karena menurut gue, ngetik kayak gitu lucu aja gitu* hahaha. Terus foto juga pernah dari atas. Pernah kakinya ditekuk. Pernah foto depan cermin. *YaTuhanbegitualaykahsaya* hehehe.
Sekarangpun, mungkin sadar nggak sadar, gue (atau kalian) juga pasti masih sering ngalay. Pose-pose foto masih sering (bagi sebagian orang) dibilang alay. 

Alay itu seru lagi. Kalau lagi ngobrol-ngobrol sama temen-temen sekarang ngomongin kealayan jaman SMP-SMA, pasti kocak-kocak banget gitu. Hahaha.
Alay bukan sesuatu yang menjijikkan kok, tapi buat gue, kealayan dululah yang buat gue tau gimana sesuatu yang nggak disebut alay. 
Alay itu pengalaman lucu, lagi! :)

bukti banget pernah alay: *jangan ketawa please*

tulisannya salah, sok-sok gaul doang gitu hahaha
Ingat, ALAY bukanlah virus yang harus diberantas karena ALAY juga manusia dan saya yakin sebagian di antara umat manusia di Indonesia pernah melewati masa-masa ini. NGAKU!