Thursday, June 12, 2014

Pan & Flip: Family or Friend Recommended-Meet Up-Point in Karawaci Area.


Sabtu, 31 Mei 2014.

Saturday Night with Nini.

Butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya kita (baca: gue dan Nini) memutuskan untuk melangkahkan kaki ke dalam restoran ini. Tadinya muter-muter cantik dulu ke sana ke mari mencari-cari, ujung-ujungnya makan ini dengan berbagai pertimbangan yang dimiliki.


Pertama, tempatnya dari luar terlihat nyaman. Kedua, harganya tidak terlalu mahal, dilihat dari menu yang dipajang di depan restoran. Ketiga, belum pernah coba makan di sini, jadinya penasaran pengen cobain.

Dengan tiga alasan yang sudah disepakati bersama, dengan kaki yang sudah siap melangkah, dengan pantat yang sudah siap duduk dan wajah siap nunduk buat baca menu, akhirnya kita masuk. Hehe.

Tempatnya cukup nyaman. Ada beberapa tempat duduk yang empuk kayak sofa, ada juga yang merupakan tempat duduk biasa.

Di dindingnya ada beberapa ornamen pan, seperti nama restorannya Pan & Flip.
Dari segi tempat dan kenyamanan sih, oke banget buat kumpul bareng keluarga, bareng temen (just like I did), dan bareng pacar.




Menunya itu lebar banget. Di menunya, lo akan menemukan berbagai macam makanan dari berbagai macam asal dan berbagai macam minuman dengan berbagai macam rasa.



Makanan yang ditawarkan di Pan & Flip ini ada Appetizer-nya, terus Salad, Pasta, Western,  Oriental, Traditional, Desserts, Pancake & Waffle. Sementara minumannya, ada Coffee Speciality, Special Drink, Tea & Milkshake, dan Fresh Juice.

Let's check the review!


1. Montreal Chicken
(Filet paha ayam panggang, disajikan dengan kentang goreng dan salad, IDR 32)



Menu ini adalah menu yang jadi pilihan gue saat itu. Kenapa? Soalnya, nama menu ini belum pernah gue denger sebelumnya. Jadi, penasaran aja gitu seperti apa bentuknya.


Dari segi penampilan, cukup cantik. Walaupun nggak cantik-cantik atau nggak semenggiurkan itu, tapi rasanya enak. Filet ayamnya pun nggak pelit. Jadi ukuran dan rasanya sebanding.

Filet paha ayam ini hanya dipanggang -tok, tanpa dilelehi atau disiram saus apapun di piringnya. Meskipun nggak ditambahin bumbu apa-apa lagi, rasa "grilled"-nya itu jelas karena bumbunya meresap ke dalam dagingnya. Istilah 'rasa grilled' itu ciptaan gue sendiri sih, hehe. Karena daging yang dipanggang itu biasanya terdiri dari 3 rasa, yaitu rasa kecap manis, rasa asin, dan rasa agak-agak gosong, si Montreal Chicken ini gue bilang punya ketiga rasa itu. Makanya jelas.

Tekstur ayamnya juga nggak keras dan pastinya kita nggak akan direpotin sama keberadaan tulang ayamnya, karena ini hanya terdiri dari filet ayam saja.

Jenis ini lolos seleksi. Yeay :D

2. Chicken Cordon Bleu
(Filet dada ayam dicampur smoked beef and cheese, digulung dan digoreng tepung, IDR 35)


Nah, kalau yang ini adalah pesanannya Nini. Tadinya, gue juga mau mesen ini dan Nini kepikiran buat mesen Montreal Chicken. Tapi, ujung-ujungnya kita justru tukeran pesanan dan saling mencoba makanan masing-masing aja.

Cordon Bleu ini pada dasarnya sama seperti Cordon Bleu yang kita jumpai di restoran-restoran lain. Dibentuk dari daging ayam padat, kemudian diisi dengan smoked beef dan cheese di tengahnya, lalu digoreng tepung.

Rasanya kalau yang ini enak, tapi lebih ke biasa aja sih enaknya. Soalnya standar, Cordon Bleu di mana-mana rasanya mirip. Hehe. Sausnya minim, padahal enaknya kan mungkin kalau sausnya dibanyakkin atau ada lelehan keju rasa barbeque gitu, pasti tambah enak. Tapi, satu nilai plus, daging ayamnya padat. Ga cuma tebel kulit tepungnya aja. Hoho.


3.Pan & Flip Mix Platter

(2 pcs Chicken Wings, 2 pcs Calamari, 2 pcs Tempura, 3pcs Chicken Nugget, IDR 20)



Small portion but, cukup lah buat cemilan. Rasanya biasa-biasa saja menurut gue. Maksudnya biasa-biasa adalah, enak banget juga enggak, enggak enak banget juga enggak. Sorry to say, tapi memang nggak ada yang istimewa dari menu ini. Cuma nih, nilai plusnya adalah, menu ini adalah menu yang paling tepat kalo lagi mau cemilan aneka rasa. Cumi ada, ayam ada, dan udang pun ada. :)

Sebagai minuman,


Gue memilih Es Kelapa Glodok (IDR 18).

Minuman ini merupakan campuran dari serutan kelapa, es krim vanilla, ditambah gula merah. Racikannya sih cukup unik, tapi, rasanya manis sekali. Cocok banget buat yang suka manis-manis. Kalau gue, entah kenapa ya ga terlalu suka yang manis. Aneh. Ckckck. Lebih aneh lagi ketika gue nggak suka manis, tapi minuman ini abis gue minum sendiri. Hehe. Kelapanya yang sayang kalo nggak diabisin.



Nini memilih Kiwi Pulp Soda (IDR 15).

Minuman ini cukup sederhana, campuran dari concentrate kiwi + soda. Semacam Italian Soda gitu kali ya? Rasanya manis (juga) tapi ada asam-asam segarnya sedikit. Karena efek minuman dingin, minum ini jadi terasa segar juga. Oiya, uniknya minuman ini adalah, lo perlu mengaduk cukup lama agar semua minuman tercampur. Konsentrat (semacam sirup) kiwinya lumayan kental soalnya.



Overall, tempatnya oke dan harga makanannya cukup tinggi, meskipun memang nggak tinggi-tinggi banget sih. Naik sedikit dari standar harga. Cuma, nyamannya nyaman banget. Ada Wi-Fi pula. Jadi, rasanya cukup sebanding.
Me and Nini spent much time there. Ngomongin apa aja yang terlintas. Kind of fun!
Thank you Nini and Pan & Flip.


Pan & Flip Supermal Karawaci

Supermal Karawaci, UG Floor, 
No 11-12
021 5118 1186
Twitter : @panflippancake
Fb : facebook.com/panflippancake

Sunday, June 1, 2014

Market & Museum "SURPRISE KITCHEN" : Having Experience with ISCAKETORY and SUNTIANG (Random Day Out Ed.)

Finally, this Market & Museum became our last stop on that day.

Ide mampir ke sini tercetus saat kita macet-macetan menuju GI. Gue yang lagi bengong tiba-tiba teringat kalau di GI lagi ada acara bazaar Market & Museum 'Surprise Kitchen'. Jadilah, gue ajak aja cowok-cowok ini lihat jajanan-jajanan lucu yang cukup menggoda dan bikin pengen beli.


Say Hello!
Posisinya di Exhibition Hall Lv.5. Acara ini biasanya memang diadakan di sini dengan mengambil berbagai macam tema. Setau gue, sebelum mengusung tema Surprise Kitchen ini, Market & Museum terakhir diadakan bulan April dengan mengusung tema 'Retro City'.

Hasil kepo-kepo instagram @marketmuseum menunjukkan bahwa bazaar ini diikuti lebih dari 70 peserta. Makanan yang dijual juga unik-unik dan beragam. Kebanyakan sih, udah jadi trend kuliner masa kini. Misalnya aja, ada Puyo Dessert, Creamy Comfort, Milky Way Pudding, Kelasi, Burgreens, dsb.

Sebelum memutuskan untuk mencicipi makanan jenis apa dan yang mana, gue sama Aan Dimas muterin semua stand dulu satu kali. Setelah itu, baru menentukan pilihan.

Gue sih yang saat itu emang udah kenyang gara-gara udah keisi gelato super padat dari Ron's Laboratory, akhirnya cuma memilih beli kue-kue untuk orang rumah di stand IsCaketory.

IsCaketory dulu pernah buka stand di kampus gue pas acara jurusan Prancis. Sedikit banyak gue tau latar belakang Chef Issaura ini karena dulu gue gabung jadi panitia acaranya dan dia jadi pengisi cooking demo session di acara itu. Dia itu lulusan Le Cordon Bleu Paris, bok! Hehe. Makanya, beli jajanan di dia aja pas kebetulan dia lagi buka stand.


Hasil tangan Chef Issaura
Gue cuma beli Croquette Mozzarella (IDR 15) dan Cordon Bleu Bruschetta (IDR 20). Selanjutnya, karena gue sedikit mengeluarkan ilmu merayu, akhirnya gue dibonusin Cheesy Biscuit gitu seharga IDR 5. Lumayan...


Hasil foto dengan properti sederhana. Ya beginilah yang dijadiin oleh-oleh. Hehe
Gue sama sekali nggak tau rasanya gimana karena gue nggak nyobain sama sekali. Kalau kata nyokap dan oma gue (yang nyobain), rasanya enak. Kejunya berasa banget sehingga memang jadi agak terlalu asin. Cuma kalo emang kita-kita para cheese lovers yang makan, kayaknya justru jadi endes ya? Nggak tau juga sih, kan belum icip-icip. Hehe.


Nah! Dapat senyum dari mas-mas di ISCAKETORY.
ISCAKETORY
0819 1110 0306
iscaketory@gmail.com
twitter.com/iscaketory
instagram.com/iscaketory
facebook.com/iscaketory

Iseng-ly captured.
Setelah beli 'oleh-oleh' dari ISCaketory, gue menyadari kalau ada stand SUNTIANG di acara Market & Museum ini. FYI, Suntiang adalah salah satu restoran yang tergabung dalam beberapa merchants yang kerjasama sama Jakarta Pass. Jenis makanan yang ditawarkan adalah Sushi khas Jepang tapi diisi masakan Padang. Perkawinan Jepang - Padang lah ya. Selain sushi juga ada ramen misalnya. Tapi judul makanannya Gulai Ramen, alias percampuran Gulai khas Padang dan Ramen khas Jepang. Hmm.

They are all about Japanese that blends with Padang.


What we actually found at SUNTIANG stand.
Karena udah lama cukup penasaran dengan makanan persilangan ini, akhirnya gue langsung antusias liat Suntiang ada di Market & Museum. Sempet mikir dua kali sih, setelah liat harga dan banyaknya porsi. Satu porsi kan isi 4 rolls, nggak mungkin gue abisin sendiri karena gue kenyang banget. Tapi, Aan dan Dimas nawarin patungan. Asik deh ada temen buat nyobain. Yaudah, beli satu buat rame-rame.

Yang kita beli itu Rendang Roll.
Rasanya kayak makan sushi pakai rendang. *yaiyalah!*. Rendangnya cukup enak sih, beda sensasinya kalau makan rendang pakai nasi putih biasa. Seperti yang kita tahu, nasi yang dipakai buat bikin sushi kan teksturnya beda ya. Punya ciri khas sendiri. Agak mirip ketan tapi bukan ketan juga. Makanya, kali ini rasanya kayak makan sushi biasa, tapi isinya yang nggak biasa. Terlihat sederhana, tapi keunikannya yang bikin kaya.


Hi Rendang Roll!
Selain rendang roll, ada juga sushi isi ayam pop, terus ada yang ramen rasa gulai juga. Ya, macam-macam lah ya.

SUNTIANG sendiri baru buka di PIM 2, tapi setau gue, di GI juga udah mau buka.
Sok atuhlah cobain aja. Cocok buat yang tergila-gila sama sushi ataupun masakan padang, sesekali cobain rasa kawin silangnya. Wuuuh, yumm!


SUNTIANG RESTAURANT
Pondok Indah Mall 2, RESTAURANT Row, 3rd Floor. Jakarta Selatan.
http://www.suntiang.com
instagram.com/_suntiang_
Phone +62 21 7592 0529

Is it true?
Found at one of MM's stands.

Ron's Laboratory: The Happening Gelato in Town which Makes My Tummy Full of Happiness (Random Day Out Ed.)

Melanjutkan cerita tentang perjalanan gue dan Aan, akhirnya setelah Taco Local, kita langsung cabut ke Grand Indonesia untuk mencoba Ron’s Laboratory.

Ron’s Laboratory ini adalah salah satu Gelato Shop yang namanya sudah cukup terkenal di seantero Jakarta Raya. Happening, lah ah!

Sekitar pukul 4 sore, kita berangkat menuju Grand Indonesia. Jalanan ya, macet seperti biasa. Cuma, nggak sampai satu jam, kita udah sampai di Grand Indonesia dan langsung melangkahkan kaki ke gerai Ron's Laboratory.

Ketika sampai, alamakjang, ramai sekali loh tempat ini. Antriannya panjang dan meja-meja penuh. Mungkin juga pengaruh tanggal merah sih, makanya nuansanya nuansa akhir pekan. Tapi nih, gue rasa juga hari-hari biasa, Ron's itu cukup rame. Mengingat, rasa dan varian yang ditawarkan cukup menggoda dan pasti bikin penasaran. Hm.

See?
Sebelum pesan, biasanya kepo-kepo dulu nih sama promo yang ada. Nah, sampai waktu yang gue nggak tau kapan, kita bisa mendapatkan promo diskon di sini. Untuk pemegang Jakarta Pass, kita bisa mendapatkan 20% discountBesar diskon yang diberikan juga sama, kalau kita bayar menggunakan Credit Card atau Flazz BCA.

MENU (sewaktu-waktu bisa aja ada yang berubah karena ada item baru lagi, atau yang lama di take out)
Setelah melihat menu yang dipasang di area toko secara singkat, gue akhirnya menjatuhkan pilihan pada RED VELVET with Cream Cheese Injection (udah mupeng sejak pertama kali ngepoin instagramnya Ron's), sedangkan Aan memilih untuk mencicipi rasa Tolak Angin di dalam Choco Windproof, dan Dimas akhirnya menunjuk Rocksalt Choconut.

Habis pilih-pilih, gue memperhatikan kondisi sekitar area Ron's. Terutama area 'Laboratory'-nya. Melihat bagaimana 'scientist-scientist' itu beraksi meracik gelato yang diorder para customer. Melihat bagaimana alat-alat itu akhirnya mengeluarkan asap-asap dingin kayak di Lab Kimia jaman SMA. Akhirnya, nggak tahan juga untuk nggak mengambil beberapa foto 'Laboratory'-nya.

Their LAB.
Pekerja LAB a.k.a Scientist
Setelah bayar, nasib mengatakan bahwa kita nggak bisa menikmati gelato-nya di area Ron's saking penuhnya. Jadilah, kita cari-cari spot lain dan yaaa untungnya menemukan bangku pengunjung yang kosong dan bisa duduk anteng di situ. Dibilang anteng juga nggak sih, karena menikmati gelatonya sambil dipegangin cupnya dan lelehan-lelehannya kena tangan. Sedikit merepotkan. Hehehe.

But, beside of that 'ngeribetin' thing, here they are the review!


1. RED VELVET with Cream Cheese Injection (IDR 60).
Medium roast chocolate gelato with cream cheese topping injection

Taste really good! It consists of 3 scoops of Red Velvet-but with-Chocolate flavor gelato, accompanied by an injection with the cream cheese inside. 

Sebelum menikmati keseluruhan gelato ini, 'tembak'kin dulu si krim keju-nya, baru deh rasakan sensasinya. So.So.Yummy.

Tekstur gelato-nya padat dan berisi, namun tetap lembut. Dijamin kenyang deh makan satu cup begini. Makan setengah aja gue yakin udah cukup, apalagi kalo lo tipe-tipe orang yang lagi diet. Hehe.

Red Velvet ini nggak akan membawa lo ke dalam sensasi buah bit, justru lidah lo akan dimanjakan dengan rasa coklat yang -nggak terlalu manis dan nggak terlalu pahit- sehingga jadinya enak banget. Apalagi pas lo nyendok bagian yang kena cream cheese-nya. Heaven on Earth, man!

Red Velvet ini menjadi makanan terakhir gue pas hari itu karena gue beneran kenyang. SUMPEH.


2. Choco Windproof (IDR 60) - New Item!
Base gelato with 'Tolak Angin' and Lindt's chocolate chunk with chocolate injection

I didn't take this whole gelato for sure. Gue cuma icip-icip sesendok.
To be honest, I don't really like it. Tapi nggak tau juga kalau seandainya gue memakan habis satu cup penuh gelato dengan rasa ini. Tanggapannya bisa saja berbeda, bisa saja nggak.

Karena ternyata memang menggunakan campuran jamu tolak angin, efek mint-nya itu berasa banget sampai tenggorokan dan lo akan ngerasain sensasi tolak angin yang disajikan lewat gelato. Hemm... Persis deh rasanya.

Kalau kalian penasaran rasa gelato ini gimana, coba aja trial dulu minum tolak angin yang dicampur sama es krim vanilla campur coklat. Rasanya mungkin mirip. Tapi yaaa tetep aja kalau di Ron's, sensasinya beda. Secara ini adalah Gelato. Bukan cairan Tolak Angin. Mhihi. ;)

3. Rocksalt Choconut (IDR 55) + Cream Cheese Injection (IDR 8)
Chocolate gelato topped with peanut butter swirl & rocksalt sprinkle

Gue cuma icip-icip kalau yang ini. 
Dari icip satu sendok, deskripsi yang bisa gue sampaikan hanyalah: rasa coklatnya maknyus. Dark Chocolate. I love nuts and also chocolate. So, I think I will fall in love with this variant.  Apalagi, Dimas memilih Cream Cheese as the additional injection for his choice. Hmm, tambah yummy banget kali ya.

Pokoknya, lain kali kalau ke sini, harus coba yang ini. Lebaynya, gue rasa para chocolovers di luar sana akan merasakan 'foodgasm' setelah mencoba menu ini.

Rocksalt Choconut - RedVelvet - Choco Windproof
Menu-menu lain yang juga menggugah selera gue adalah Matcha Mochi dan Cotton Candy Bubble Gum. Nama dan deskripsi rasanya bikin gue penasaran dan yaa, mungkin nanti kalau ke sini lagi akan dicoba. Enaknya sih rame-rame, jadi bisa saling nyicipin. Dan enaknya lagi, perginya pas weekdays, jadi (mungkin) bisa lebih santai dan nggak harus rebutan tempat duduk.

Oiya, soal harga, gue akuin memang harganya 'tinggi' dibandingkan dengan es krim atau gelato lain yang mungkin sempat lo temuin atau cobain. Cuma, kan makan ini nggak tiap hari. Rasanya juga kalau dibandingin sama harganya, worth it. Jadi, sesekali nggak apa-apa kok. Hehe.

Kalau mau hemat, ada beberapa cara. Misalnya, beli satu buat bagi dua atau bagi tiga. Satu cup kan ngenyangin banget, jadi nyobain satu scoop juga cukup. Atau nggak, pintar-pintarlah mencari promo. Sekarang kan, BCA sama Jakarta Pass. Nanti-nanti mungkin akan nambah lagi promonya? Who knows?

For my closing statement: Just try it :D

Grand Indonesia WEST Mall Lv.5
Open Everyday 10am - Midnight
Twitter: @ronslaboratory
FB: Ron's Laboratory
www.ronslaboratory.com

See yaa next post!

UPDATED!

Akhirnya kesampean nyobain varian lain dari Rons Laboratory! Yippie!

Pertama, I finally tried Cotton Candy Bubble Gum...
Base gelato with classic rose syrup and PUYO silky bubblegum pudding on the side.


Rasanya manis dan asam. Teksturnya masih sama padat. Karena gue tambah dengan Strawberry Injection, rasanya makin makin asam. Rasa asamnya tentu berasal dari strawberry-nya, juga dari sirup yang disertakan bersama gelato jenis ini. Asamnya bukan asam cuka dong pastinya, asamnya yaaa kayak strawberry jam gitu. Hehe.

Untuk campuran dengan PUYO, I think it makes such a great combination. Gelato rasa vanilla (maybe?) bercampur dengan PUYO Bubblegum, hasilnya nggak terlalu manis dan seru-seru lucu di mulut. Cuma, karena jenis ini setengah gelato setengah PUYO, jadi nggak terlalu bikin kenyang kayak gelato terdahulu yang pernah gue coba.

Gue nyobain jenis ini sama Fanya, bagi dua. She found that she doesn't really like PUYO. OH

Kedua, I tried Matcha Mochi then!
Green tea gelato with black sesame mochi on top.

My matcha mochi with the...voucher. ihihi...

Yang ini hoki, karena gue dapet free gelato voucher setelah ikutan Instagram Photo Contest. Yeay!
Gue boleh memilih jenis gelato yang manapun kecuali yang limited. Akhirnya si Matcha Mochi jadi pilihan gueee. Uhuy!

Rasanya seru! Green teanya amat sangat terasa dan padat juga! Yang ini juga ngenyangin. Cocok banget buat yang tergila-gila sama green tea. Biasanya mungkin nyobainnya green tea latte, nah kali ini cobain deh green tea gelato! Hmm...


Waktu gue nyobain ini bareng temen gue yang namanya kakak Tika, gue ditawarin juga sama staff Ron's buat nyobain popcorn ala Ron's!!! Free!
Namanya dragon breath! Popcornnya sih kayak popcorn biasa, terus dicemplungin ke cairan dingin sesuatu gitu. Terus ketika dituang ke tangan, popcornnya terasa super dingin di tangan, dan pas dimasukkin ke mulut, lidah serasa kena es batu. Dingin. Terus kita langsung nafas keluar asap gitu! Hohoho, it's like a cute experience!




What they call Dragon Breath!

Taco Local: Feel Being Mexican for a Day (Random Day Out Ed.)

Kamis, 29 Mei 2014.
Akhirnya di tanggal ini, gue sama Aan dan Dimas kembali lagi merajut cerita perjalanan Random yang terbaru *lebay lu merajut!*. Pokoknya, akhirnya jalan-jalan bareng lagi deh.

Even kita suka bilang segala acara jalan-jalan kita itu random, tapi kali ini nggak terlalu random kok karena udah direncanain dari seminggu lalu.

Setelah melakukan diskusi tempat makan lewat WhatsApp yang panjang namun tidak melelahkan, akhirnya kita memutuskan untuk makan bareng di Taco Local. Kebetulan, kita bertiga belum pernah nyoba makan di sini.

Sekitar pukul 2 siang, kita sampai di Jalan Panglima Polim V, di mana seharusnya kita menemukan Taco Local ini. Tapi, karena tempatnya cukup tersembunyi dan susah untuk langsung disadari pengunjung, akhirnya kita sempat muter balik juga sekali. Setelah muter balik, eh akhirnya ketemu juga rumah makan Meksiko yang mungil-mungil tapi dalamnya luas ini.
WELCOME to TACO LOCAL!
Setelah melangkahkan kaki masuk ke tempat ini, gue pikir areanya kecil dan hanya terdiri dari beberapa meja + kursi. Ternyata, di sampingnya masih ada tempat duduk lagi. Dan lagi, Taco Local ini tidak mengambil satu blok saja seperti gambar di atas, melainkan dua blok (di sampingnya ada satu blok lagi). Terus, setelah masuk, kita pilih tempat duduk di blok satunya lagi karena terlihat lebih panjang dan lega...

Ini penampakan area dalam Taco Local, di blok yang sebelah kanan (dari foto tadi).
Ini penampakan bagian belakang Taco Local. You'll find the spot where you have to pay your bill.
Another little spot of this place...
Kalau diperhatikan, di setiap meja pasti disediakan colokan. Pas buat kerja-kerja iseng menggunakan laptop di sini.
Setelah duduk dan memilih-milih menu yang diberikan (FYI, menunya super sederhana. Hanya lembaran HVS biasa tanpa desain apa-apa, entah sih tujuannya apa. Cuma, menurut gue kurang eye-catching jadinya, hehe), akhirnya kita bertiga segera menentukan pilihan.


Menu makanan



 Menu minuman

1. Aan with his Tacos Carnitas (IDR 34)
Roast pork, Frijoles, Salsa fresca, and Guacamole.

Agak susah buat gue membedakan Tacos dan Burritos ketika melihat kedua menu ini muncul di hadapan gue. Cuma, setelah gue diijinin Aan buat nyobain Tacos Carnitas ini, gue jadi merasa ada beberapa perbedaan yang mudah untuk dirasakan. Contoh paling mudah, Tacos ini disajikan dalam kondisi tidak terlalu hangat, justru cenderung dalam suhu seperti suhu ruangan (nggak dingin, nggak beku, nggak hangat, dan nggak panas). Rasanya cenderung lebih fresh, karena mengandung lebih banyak tomat atau nama bekennya ya Salsa fresca itu. Ditambah perasan jeruk lemon yang disediakan juga membuat rasa Tacos ini lebih segar lagi.

Jujur, gue sedikit penasaran dengan deskripsi dari Salsa Fresca itu. Akhirnya, setelah googling, Salsa Fresca (Pico de Gallo) itu adalah salad khas Meksiko yang merupakan perpaduan tomat, bawang, dan cabai. Tapi, di makanan ini, hanya tomatnya yang dominan, sementara bawang dan cabai-nya tidak.

Untuk rasa, cukup enak. Daging pork-nya empuk dan tortilla-nya juga layak kunyah. Cuma mungkin bagi kalian yang addicted to makanan ber-MSG, akan kurang cocok makan makanan ini. Kenapa? Soalnya, makanan ini terasa diracik dari bahan-bahan natural dan minim banget rasa-rasa MSGnya.

Intinya, saran gue, kalau mau menyukai makanan Meksiko, terbiasalah terlebih dahulu dengan Salsa Fresca/ Pico de Gallo-nya. Oke? Hehe.

Tacos Carnitas
2. Dimas with his Quesadilas Carne (IDR 34)
Pulled beef, Salsa fresca, Coriander, and Cheese.

Menurut gue, setelah gue comot makanan ini karena ditawarin sama Dimas, ini adalah pesanan yang paling recommended. Quesadillas ini tipis dan makannya seperti makan pizza. Di bagian isinya juga ada Salsa fresca, tetapi rasa daging sapi dan kejunya justru lebih dominan daripada rasa tomatnya ini.

Kemudian, setelah membandingkan rasa tortilla+pork dan rasa tortilla+beef, kayaknya the second one is better. Bukannya tortilla+pork nggak enak, tetapi kalau makannya yang beef, jauh lebih bisa merasakan bumbu makanannya aja. 

Tortilla + Beef + Cheese = Quesadillas Carne = Enak!

Quesadillas Carne
3. Me with my Burritos Carnitas (IDR 50)
Roast pork, Dirty rice, Frijoles, Salsa fresca, Guacamole, and Cheese.

Seperti yang sempat gue singgung di atas, Burritos ini terkesan sama seperti Tacos punya Aan. Bedanya, kalau Burritos ini disajikan selagi hangat dan dalam bentuk yang sudah digulung dan dilapisi oleh alumunium foil, sedangkan punya Aan dibuka aja tanpa dilapisi apa-apa. Isinya juga beda, kalau Burritos ini punya 'dirty rice' di dalamnya, sementara Tacos nggak punya.

Rasanya cukup dipengaruhi kehangatannya. Burritosnya jadi terasa lembut karena makannya juga selagi ini masih hangat-hangat panas. Soal rasa, nggak ada kata lain selain enak. Pork-nyaaaaa, duhileeeh jangan ditanya! Banyak banget. Di satu gulungan Burritos ini, semua celah hampir didominasi oleh Pork-nya. Komposisi rice dan cheesenya seimbang tapi jauh lebih sedikit dibanding Pork-nya. Makanan ini cukup bikin nagih, tapi ketika makan setengah aja udah bisa bikin perut kenyang. Tingkat ketagihan sama kapasitas perutnya nggak sejalan saudara-saudara...

Burritos Carnitas
4. We with our Nachos Con Queso (IDR 45)
Corn chips, Cheese, and Salsa fresca.

Sebelum ketiga pesanan di atas, ceritanya kita makan makanan pembuka dulu, yakni ya si keripik jagung ini atau yang biasa kita jumpai di 7-Eleven berjudul Happy T*s. Tapi, gue yakin kok yang ada di hadapan gue ini bukanlah keripik jagung merek Happy T*s.

Corn chips ini jadi spesial karena ditaburi salsa fresca dan keju di atasnya. Gue sendiri sedikit bingung bentuk keju apa yang digunakan. Kejunya punya penampakan seperti keju parut yang ukuran parutannya besar-besar, sehingga gue juga beranggapan kalau ini keju lembut tapi padat yang biasa kita jumpai di pinggiran pizza di Pizza H*t.

Tapitapitapi, keju apapun yang digunakan, gue nggak terlalu mempermasalahkan selama rasanya enak dan sisi 'keju'nya terasa! Asin-asin nagih gimana gitu kan yaaa...

Rasa corn chips-nya juga jangan disamakan dengan Happy T*s ya. Kalau yang kemasan kan sudah ditaburi bumbu-bumbu lain. Kalau yang ini, hmm, nggak ada rasa-rasa micinnya. Alami pakai keju, enak! 

Nachos Con Queso
Untuk minuman, kita cuma pesan Ice lime tea, Sprite, dan Coca-cola. Semuanya @IDR 10. Minuman lainnya ada Saparella, harganya IDR 20. Yang lain-lain-lainnya juga ada. Dari yang tidak memabukkan sampai yang (mungkin) memabukkan. Hehe.

NEXT, 
LET'S CHECK THESE COOL SPOTS,

The unique stuffs that made me think "waw, it looks nice!"
UN TACO?
Another nice stuff.
I think, this place is really recommended. Especially, buat yang suka makanan Meksiko, ataupun buat yang nggak terlalu suka micin, dan buat yang suka mengeksplor makanan baru, silahkan icip-icip dan manjakan lidah di sini sajaaa...

Gue mungkin akan ke sini lagi dan lagi. Belum nyobain menu yang pakai chicken soalnya. Cuma mungkin nanti-nanti dulu lagi.

Additional info (setelah nanya ke salah satu staff): Taco Local sudah berdiri sejak dua tahun yang lalu, namun sempat mengalami renovasi untuk perluasan area, sehingga baru buka dan beroperasi lagi sejak dua bulan silam.

*PS: Harga belum termasuk Tax 10%

Address:
Jalan Panglima Polim V No.38, Jakarta Selatan (021) 94949538
Jalan Petitenget No 900, Kerobokan, Bali (0361) 7979900

Facebook: Taco Local
Twitter: @tacolocal
Instagram: tacolocal
Http://www.tacolocal.com

Friday, May 30, 2014

Makan malam di Yuan Mongolian Restaurant: The Shabu Cuisine...

Gagal diet detected. -,-

Seminggu menjalani diet ketat ternyata berujung tak sempurna.
Minggu malam (25/5) akhirnya semuanya runtuh seketika ketika akhirnya gue sama mama papa oma opa memutuskan makan malam di sebuah restoran di Alam Sutra.

Nama restorannya Yuan, Mongolian Restaurant. Mongolian Food yang ditawarkan membuat gue akhirnya penasaran. No googling-googling, No kepo-kepo, langsung aja menuju TKP dan lihat menunya langsung...

Penampakan restorannya... Cukup... Nyaman untuk keluarga...
Restoran ini ternyata sudah berdiri mulai November 2011. Karena kurang memperhatikan atau kurang menonjol dibanding restoran-restoran di dalam The Flavor Bliss yang ada tepat di seberangnya, gue sama keluarga nggak begitu sadar dengan ke-eksis-an restoran ini. Baru sadar ketika waktu itu kita makan di Pho24 Vietnamese Pho Noodle  dan melihat ke arah seberang. Nah, terlihat deh si YUAN ini.

Begitu masuk, aroma MSG-nya merebak. Entah sih, MSG beneran atau justru wangi kaldu yang memang aduhai enaknya. Cuma, begitu masuk restorannya, aseli bikin perut langsung bermain gendang.

Gue langsung duduk di tempat paling dekat pintu masuk. Lihat-lihat menu dan akhirnya memutuskan untuk pesan makanan porsi-an. Selain porsi-an, sebenarnya kita bisa memilih menu shabu-shabunya. Untuk menikmati shabu-shabu ini juga ada dua pilihan. Mau bayar per-pilihan aja (daging, seafood, ball, and vegetables) atau All You Can Eat. Hmm.


Spoiler penampakan meja gue. *bingung caption*
Untuk yang bayar per-pilihan...
Pertama, lo harus pilih dulu mau kuah rasa apa (House Special Original Broth, House Special Spicy Broth, Half Half -Original and Spicy Broth-, House Special Cooling Broth, dan Half Half -Cooling Broth and Spicy Broth)
Kedua, lo bisa pilih menu untuk shabu-shabunya (The Meat -daging sapi dan domba-; The Balls, Raw La Mian and Wonton; The Vegetable, Mushroom, and Tofu). Pilihan-pilihannya beragam sekali. Setiap jenis punya harganya masing-masing begitu.


Ini pilihan-pilihan kuahnya
Penampakan menu, di halaman pilihan daging-daging...
Ketiga, tunggu semua pesanan datang dan, your shabu-shabu is ready!!! Tinggal beraksi cemplung-cemplungin bahan-bahannya ke dalam panci yang akan dipanaskan di tengah-tengah meja lo.

Untuk yang memilih All You Can Eat...

Lo akan dikenakan biaya IDR 148.000,- per orang. Peraturannya? Ada...

1. Setiap meja harus memesan menu makan sepuasnya yang sama
2. Silahkan menghabiskan makanan yang sudah dipesan.
3. Untuk makanan yang tersisa akan dikenakan biaya sebesar 1 porsi dari harga ALA CARTE
4. Pelanggan diberikan waktu maksimal 2 jam.
5. Anak 12 tahun dihitung setengah harga.
6. Hanya berlaku untuk makan di tempat.
7. Tidak dapat digabungkan dengan promosi lainnya.

Nah, untuk pilihan All You Can Eat, rasa-rasanya, nggak semua pilihan menu bisa dinikmati. Hanya pilihan-pilihan tertentu aja yang bisa diikutsertakan ke dalam tipe All You Can Eat ini. Kenapa gue tau? Soalnya di kertas pesanan yang gue peroleh, nggak semua menu ada kolom quantitynya. Hehe...

Hmm, penasaran juga sih sama shabu-shabunya.
Tapi kita terlanjur memilih menu paket-an. Dan akhirnya, pilihan kita (gue mama papa oma opa) jatuh pada beberapa menu di bawah ini...



1. Minced Beef La Mian With Mix Ball - untuk papa (IDR 32)
Tidak sempat mencicip. Hiks.




2. Minced Beef La Mian With Fish Ball - untuk mama (IDR 32)
Tidak sempat mencicip punya papa, tapi sempat mencicip punya mama. Nama menunya sama, bakso yang menemani aja yang beda. Punya papa, baksonya campur. Ada sapi dan ikan. Nah, di pesanan mama, baksonya cuma bakso ikan aja.

Setelah mencicip, jujur gue kurang suka. Rasanya biasa aja. Kurang asin-asin pedas gurih gitu deh. Mungkin emang belum gue tambah-tambahin bumbu lagi sih, tapi rasa aslinya emang datar aja gitu...



3. You Po Mian With Lamb - untuk gue (IDR 30)
Nah, ini the best lah. Gue emang nggak suka Minced Beef La Mian-nya, tapi You Po Mian ini gue suka! Soalnyaaa, bumbunya langsung dicampur di mangkok mi-nya. Jadinya gurih. Bayangkan, rasanya itu seperti bumbu mi instan/ bubuk kaldu dicampur bubuk cabe dicampur kecap asin.Wuidih!




Bentuk mi-nya juga nggak biasa. Melainkan unik luar biasa. Bukan mi halus-halus kayak bakmi. Bukan juga mi lebar atau kwetiau. Tapi, mi-nya ini diserut alias mi serut. Bentuknya kasar-kasar nggak beraturan. Pas dikunyah juga agak kenyal dan nggak mudah hancur di mulut. Tapi, gue suka yang begini-begini... Hehe. Agak padat sih. Terlalu padat bahkan. Makanya, gue bilang diet gue gagal. Huh.

Daging dombanya gue suka. Ternyata, rasanya itu antara campuran rasa daging kambing dan daging sapi. Lebih soft juga teksturnya dan lebih creamy. Seolah-olah ada kandungan susunya gitu di daging ini. Hmm...

Makan mi ini didampingi semangkok kuah kaldu lagi. Jadi lebih segar dan nikmat aja gitu di mulut. Nggak cuma pesanan gue aja yang didampingi kuah, tapi Minced Beef La Mian itu juga ditemani kuah, kok.

4. Seafood Fried Rice - untuk opa oma (IDR 28)
Biasa, mereka bagi dua karena nggak bisa makan banyak-banyak. Selain makan nasi goreng ini, mereka juga dapat mi dari mama, mi dari gue. Jadi, mereka juga mencoba menu-menu lainnya. Yeay! :D



Gue nyobain nasi gorengnya satu sendok. Bumbunya pas dan cukup terasa. Nggak kekurangan rasa atau tawar, apalagi kelebihan bumbu. Enak di lidah meskipun nggak perlu pakai banyak kecap seperti nasi goreng di tempat lain. Uhuy lah pokoknya...

5. Pan Fried Dumpling with Lamb - untuk rame-rame (IDR 38)
Papa yang mesen. Kita habisin sama-sama. Bentuknya kayak dumpling biasa, tapi ini isinya daging domba. Terus digoreng di atas pan gitu. Satu porsi isinya delapan buah. Cukup enak. Daging dombanya dihalus-halusin dan ditambah daun bawang. Ya, mirip-mirip suikiaw/shrimp dumpling/pangsit lah.



6. Lamb Satay - untuk rame-rame (IDR 36)
Satenya tanpa bumbu kecap, tanpa bumbu kacang, tanpa bumbu lah. Disajikan begitu saja tanpa saus apa-apa. Seperti daging bakar biasa. Rasanya bolehlah. Recommended kok. Kurang manis aja jadinya kurang lezat deh. Haha, soalnya kan gue cinta semuanya yang dibakar-bakar pakai kecap (ingat cerita-cerita gue sebelumnya?)



7. Oolong Chinese Tea for 5 (@IDR 12 )
Ini nggak recommended. Cukup high price yaaa. Hehe.

Nah, dari keseluruhan menu itu, yang paling the best emang pesanan gue. Sama Lamb Sataynya cukup enak lah.
Soal harga, kalau makan bareng keluarga, harus siap-siap uang sekitar IDR 300.000,-. Kalau makan sendiri atau berdua, agaknya IDR 100.000,- sampai IDR 150.000,- cukup. Kecuali ya mau All You Can Eat

Yuk ah yang penasaran nyobain Mongolian Food dan Shabu-Shabu dengan banyak pilihan, langsung aja ke Yuan! 

Yuan The Shabu Cuisine: Jalan Alam Sutra Boulevard Blok 10E No. E1-E2 Serpong.

See yaa next pengunyahan!