Juaranya jelas.
Tunggu dulu, jangan pikir ini kompetisi atau pertandingan bergengsi.
Jangan pula menyangka bahwa emas 1 kilogram atau mobil mewah berpintu dua yang jadi primadonanya.
Kamu salah, sangat salah.
Sebuah atau seorang juara dapat kapan saja disebut sebagai juara, bukan?
Dan tanpa kompetisi atau pertandingan bergengsi, dia memang juara.
Bahkan, malaikatpun sudah tau lama.
Sekarang, siapa yang mencibir kalau ia jadi juara? Tak ada rasanya.
Lalu, mengapa kalau ia juara?
Ya, tak apa. Memang kenapa? Memang pantas ia jadi juara.
Suka menulis. Suka makan. Suka bepergian. Suka menyaksikan. Suka mendengarkan. Suka membaca. Life is about finding your own happiness.
Friday, January 17, 2014
Wednesday, January 15, 2014
Saya dan 2013.
SELAMAT TAHUN BARU 2014!
Yeay! Akhirnya tahun yang dilalui sambil menjalani semester 6 dan semester 7 perkuliahan ini terlewati juga.
Hmm, dan FINALLY, gue nulis blog lagi! Ini postingan pertama semenjak udah lama nggak nulis-nulis lagi. Hahaha, maklum, selama kuliah kan emang super minim banget waktunya buat nulis di sini.
RESOLUSI 2013
Pertama-tama, mau review dulu ah resolusi gue di 2013 kemaren apa kabarnya ya?
Resolusi 2013 gue ada 14 poin. Ya, hasil akhirnya menunjukkan ada 5 poin-lah yang gagal! Sedih, sih... Yang lainnya juga nggak bisa dibilang sukses-sukses amat gitu. Hehe.
Begini resolusinya:
![]() |
| Resolusi yang ditulis di agenda yang super setia :3 |
1. ngelakuin peran di tiap kepanitiaan dan organisasi yang dipilih dengan baik, penuh tanggung jawab.
Hasil: Bisa dibilang LUMAYAN BERHASIL, nih. Di tahun 2013, meskipun gue udah semester-semester akhir, gue tetep muree aja diajakkin kepanitiaan dan organisasi ini itu.
Di awal tahun, gue mengiyakan jadi PO Napak Tilas. Periode kerjanya ya dari Januari sampai Maret 2013. Acaranya sekarang sudah selesai dan saatnya menemukan penerus yang akan jadi PO Napak Tilas 2014. Ehehehe.
Setelah itu, gue mengiyakan juga menjadi anak buah di bidang Acara dalam perhelatan Character Building Training 6. Periode kerjanya dari Mei - Agustus 2013. Di kepanitiaan ini juga gue mencoba bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ya, meskipun harus diakui masih ada kekurangan juga di sana sini. :)
Selanjutnya, gue memutuskan juga terlibat di kepanitiaan FestiFrance 2013 as PJ divisi Bazaar. Perhelatan ini diadakan bulan November 2013, tapi persiapannya udah dari Agustus 2013. Kebayang nggak ribetnya gue di tengah tahun. Capek!
Selain 3 kepanitiaan itu, gue juga terlibat di La Semaine de la Francophonie (meskipun super gabut di divisi Workshop), FesBud UI 2013 sebagai bagian dari divisi GSR (sama gabutnya!), dan yang terakhir turut membantu Kaderisasi KMK UI 2014 (yang disiapin dari 2013, tapi dilaksanakan 2014).
Bisa dibilang, gue berhasil menunaikan tugas-tugas gue di kepanitiaan-kepanitiaan itu. Tapi, malang tetep nggak bisa dihindari toh? Jadi, yaaa, tetep aja ada kekurangan-kekurangan yang tentunya membuat gue semakin belajar!
Oiya, yang gue sebutin di atas kan baru kepanitiaan aja. Dari ranah ke-organisasi-an, gue masih terlibat di RTC UI FM as Head of Public Relation (Marcomm Division), lalu di PMKAJ US (sebagai HUMED di awal tahun dan sebagai Koordinator 2 per-September 2013 --> jabatan ini diperoleh melalui tindakan galau yang amat sangat loh. Malu!), di KMK UI sebagai Sekretaris, dan di KUKSA FIB UI sebagai pendamping Koordinator Fakultas yang baru.
Cukuuuuuuuuuuuuuuuup menguras tenaga dan menyita waktu juga sebenarnya. Apalagi harus pinter bagi waktu dengan kuliah. Hm, tapi akhirnya, 2013 berakhir dan gue udah melewati itu semua! Uhuy! Jujur, di ranah organisasi, gue masih banyak skip dan bolong-bolong. Apalagi di RTC. Nggak konsen euy bagi fokusnya. Tapi satu hal yang bisa gue banggakan adalah, gue nggak meninggalkan tanggung jawab gue. Hehehe.
Saran: JANGAN AMBIL BANYAK KEGIATAN, CAPEK SENDIRI HAHA.
2. IP dan IPK semester 6 dan semester 7 harus lebih besar dari 3,60.
Hasil: GAGAL! Boro-boro di atas 3,60! IP semester 7 gue aja IP yang paling rendah sepanjang peradaban gue kuliah. Hihi, bodo amat yang penting lulus 7 semester, ihiy!
3. Menghasilkan karya! Cerpen kek, novel kek, apapun!
Hasil: SEDIKIT BERHASIL :):). Kenapa dibilang sedikit? Hmm, karena memang belum terlalu banyak yang gue hasilkan.
Juli 2013, gue iseng ikut proyek menulis cerpen dari #nulisbuku yang bertemakan Kejutan Sebelum Ramadhan. Ada dua kategori di lomba ini, kategori perseorangan dan kategori kolaborasi. Puji Tuhan, keduanya akhirnya berhasil lolos untuk dibukukan! Seneng! Meskipun belum berhasil menang dan masuk jajaran 17 besar pemenang, tapi gue punya karya yang bisa dibaca banyak orang. Mungkin ada yang tertarik baca? Yuk pesen bukunya! Karya perseorangan gue bisa dibaca di Kejutan Sebelum Ramadhan #2 dan karya kolaborasi gue bisa dibaca di Kejutan Sebelum Ramadhan #2. Cara pesan klik di sini.
Selanjutnya, liburan semester 6 kemarin gue apply jadi volunteer di rubrik GenSINDO KoranSINDO. Hasilnya? Gue berhasil menerbitkan 4 artikel di 4 edisi berbeda KoranSINDO.
Daftar artikel yang gue tulis:
1. Titik terang bagi Rio Dewanto
2. Politik bagi kaum muda: menarik atau menakutkan?
3. Pendidikan di luar negeri dan di dalam negeri.
4. Liputan Mughal E Azzam.
Huaaa! Senang! Semoga di 2014 bisa jadi jurnalis beneran ya. Amin. Hehe.
4. Rajin nulis blog! Rutinlah, jadi apa yang pengen ditulis nggak basi!
Hasil: Masih LUMAYAN BERHASIL. Maklum, nulisnya kan cuma pas ada waktu. Kalo kuliah, hiks nyari waktunya aja susah banget. Tapi, bisa dibilang lumayan berhasil karena di 2013 lumayan banyak juga loh tulisan gue di blog ini. Baik yang dipublish atau cuma berakhir jadi draft. Ehehehe.
5. Liburan tengah tahun bisa magang!
Hasil: BERHASIL! Magang di satu tempat aja sih nggak sih. Cuma, ada beberapa kerjaan yang gue lakuin pas liburan. Horray! Terima kasih banget buat yang namanya KESEMPATAN.
Gue bisa ngerasain gimana bosennya dan susahnya nyari lokasi pas ngawas SIMAK UI dan SBMPTN. Gue bisa ngerasain gimana serunya kerjaan seorang jurnalis pas jadi volunteer di GenSINDO. Gue juga bisa ngerasain perjuangan untuk selalu sabar ngajarin dua orang cewek (yang satu SMA, yang satu SMP) berbahasa Prancis. Selain itu, kerjaan gue lainnya adalah jadi interviewer di LITBANG KOMPAS. Kerjaannya nelfonin orang buat ditanya-tanya beberapa pertanyaan. Hahaha, liburan buat nyari duit banget! ;)
6. Ke Jogja, ke Bali, ke luar negeri (minimal Singapura!)
Hasil: 75% BERHASIL! Ke Jogja berhasil di awal tahun. Tanggal 14 - 19 Januari 2013. Ke Bali-nya yang nggak kesampean (Semoga kesampean di 2014). Ke Singapuranya juga berhasil tanggal 25 -30 Desember 2013 kemaren. Yippie!
7. Punya pacar (Hehe, boleh kali pengen!).
Hasil: belum. *Jangan tanya kenapa. Males jelasinnya. Doain aja ya 2014. Haha.
8. Ngirim karya gue atau tulisan gue (cerpen, novel, artikel, tips) ke majalah (seperti GoGirl!) dan diterima!
Hasil: GAGAL! Karena nggak ada satupun karya gue yang dikirim ke majalah. Mhihi. Mudah-mudahan 2014!
9. Ngurusin badan!
Hasil: Sama aja GAGALnya! Sempet sih sejak Agustus 2013 terobsesi dengan berat 48 kg. Sampe taruhan sama Aan Dimas. Taruhannya itu Poke Sushi pulak! Alhasil, sampe menjelang akhir Desember, badan gue nggak kunjung berubah, melainkan segini-segini aja. Jadilah gue kalah taruhan. Tabungan ambles. Haha. :(:(
*Volcano di Poke Sushi rasanya dewa banget! Wajib coba!
10. Nggak kena sakit hepatitis lagi, jadi harus jaga badan dengan baik!
Hasil: BERHASIL! Puji Tuhan, di 2013, gue nggak pernah menderita sakit yang parah-parah banget. Paling radang, kecapean, pilek, batuk, dll. Syukurlah ya masih sehat-sehat :)
11. Rajin mandi, hehe.
Hasil: BERHASIL! Biasanya mandi cuma sekali sehari mungkin, tapi di 2013, frekuensi mandi gue meningkatlah dalam sehari. Hihi.
12. Peduli lingkungan, peduli sampah! Ga buang sampah sembarangan.
Hasil: BERHASIL! Di tahun 2013 gue sangat amat menahan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah kayak gimana sebisa mungkin gue bawa terus sampe ketemu tong sampah. Yuk teman-teman yang baca postingan ini, kita budayakan buang sampah pada tempatnya! ;)
13. Lebih prihatin terhadap masyarakat kecil dan orang-orang yang susah!
Hasil: CUKUP BERHASIL. Alasan: Tidak perlu dijelaskan. Sekian.
14. Nggak pernah telat kuliah!
Hasil: GAGAL! Hampir di semester 6 dan semester 7, 80 % dari total kehadiran gue (apalagi yang masuk jam 08.00 pagi) pasti terlambat. Bangga? Bangga nggak bangga sih. Haha, setidaknya gue nggak alim-alim amat jadi mahasiswa. Ehehe.
Itulah ke-14 resolusi yang gue bikin di awal tahun dan gue review di hari ini, 14 Januari 2014. Hehehe.
2013 di mata gue.
2013. Hemm, tahun penuh kekhawatiran. Penuh lika-liku kehidupan. Tahun penuh pelajaran. Tahun kelulusan. Hehe.
Puji Tuhan banget bisa selesai studinya di 2013. Meskipun melewati deg-degan yang amat sangat karena KBP 7 nggak wajar banget susahnya! :( Tapi bersyukur banget bisa lulus. Meskipun tanpa skripsi dan nggak pernah ngerasain sidang. Tapi bersyukur banget bisa hemat uang kuliah satu semester. Hehe.
Doakan ya bisa dapat kerja yang baik, karier bagus, syukur-syukur impiannya tercapai. Belum kepikiran buat S2 sama sekali sih, tapi who knows kalo KESEMPATAN kembali berbaik hati? Yang penting sekarang saatnya gue melanjutkan 2014 dengan membuka lembaran baru. Hehe.
*dadah-dadah cantik sama tahun 2013 sambil tetap menyimpan segala pelajaran yang telah diberikan. :)
*maaf yaaaa kurang foto :(
Thursday, October 10, 2013
FILM: INSIDIOUS CHAPTER 2
Setelah menyelamatkan putra mereka, Dalton dari roh jahat dalam film pertama. Keluarga Lambert kembali menguak misteri masa kanak-kanak Josh Lambert (Patrick Wilson).
![]() |
| sumber: http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/137818823292267_300x430.jpg |
Huftw! Finally, gue bisa ngepost sesuatu lagi di blog kesayangan ini.
Setelah sekian lama berkutat dengan tugas yang tak kunjung selesai (terutama untuk mata kuliah PENSOSBUD yang menyita banyak waktu saya) serta kegiatan-kegiatan lainnya yang juga butuh saya manja, akhirnya oh akhirnya saya bisa menyisakan waktu untuk melepaskan hasrat menulis lagi. Meskipun hanya review film semata, tak apa!
Jadi, sebelum INSIDIOUS 2 kan gue udah review film The Conjuring ya. Nah, setelah The Conjuring, gue sejujurnya lupa, pernah nonton lagi atau enggak. Tapi, karena di blog ini gue juga nggak menulis review apa-apa, jadi asumsikanlah gue belom nonton apa-apa lagi setelah film The Conjuring.
INSIDIOUS 2, hmm.
Boleh gue bilang, film ini penuh dengan misteri (yaiyalah, namanya juga film horor!). Tapi, misteri yang gue maksud adalah, misteri alur yang dimaksudkan oleh si pembuat film. Di dalam film yang gue tonton sebanyak DUA KALI bersama teman-teman sekitar ini, ada satu bagian yang nggak gitu gue ngerti sampe sekarang.
Pertama, adegan pas asisten-asistennya Elise nemuin video Josh masih kecil. Di video itu, pas diselidiki, ternyata ada wujud roh Josh yang udah gede. Nah, kan bingung, videonya aja diambil pas tahun 1986, kan Josh aja belom gede, tapi kok arwahnya udah muncul duluan di video itu.
Terus, kedua, adegan pas si Josh lagi ngobrol sama istrinya di kamar (adegan di Insidious 1), dan tiba-tiba ada yang ngetok-ngetok pintu di bawah, lalu tiba-tiba pintunya kedobrak dan alarmnya bunyi nyaring banget. Ternyata, di Insidious 2 dijelasin, kalo yang menyebabkan semua kegaduhan itu adalah arwah Josh yang udah gede. Lah gimana, kok arwah Josh bisa nemuin tubuh Josh yang berisikan roh Josh juga? Huftw!
Kedua hal itu masih cukup membingungkan buat gue. Tapi, setelah iseng-iseng nonton film Insidious 1 lagi, ada sih salah satu dialog yang menjelaskan bahwa perjalanan astral (CMIIW!) itu tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi mungkin aja, pas si Josh masih kecil, sebenarnya kehidupan Josh gede tuh udah ada dan tercipta di dimensi kehidupan yang lain. Capek sih ah mikirinnya! Udah nonton filmnya aja bikin capek banget, ini lagi suruh mikirin alurnya. Huahahaha, bingung!
Tapi beneran deh, kayak yang gue bilang barusan banget di akhir paragraf di atas, film ini bener-bener bikin capek banget! Ga sempet buat napas dikit. Hahaha, maaf lebay! Tapi beneran, deg-degan banget. Awalnya, ketika gue mau nonton yang kedua kalinya, gue berharap udah bisa mengatasi segala ketakutan dan kegelisahan itu, toh gue juga udah tau kan yang serem-seremnya ada di bagian mana aja. Tapiiiiiiiiiiiii, hal yang terjadi justru sebaliknya. Pas nonton yang kedua kalinya, gue malah berasa lebih lebih dan lebih takut daripada nonton yang pertama kali. Entahlah apa alasannya.
Lalu, menurut gue juga, INSIDIOUS Chapter 2 ini selain jauh lebih bikin mikir daripada INSIDIOUS 1, juga jauh lebih serem dari INSIDIOUS 1 dan The Conjuring.
Eiiits, mungkin ada beberapa yang nggak setuju sama gue dan ngerasa The Conjuring jauh lebih serem! It's Okay. Kan ini opini gue, hihi. :):):)
Film ini agaknya cocok untuk memacu adrenalin kita sebagai umat manusia. Tapi, hati-hati ya kalo kalian anaknya gampang takut. Soalnya, abis nonton film ini pasti akan kebayang-kebayang terus. Huft huft. Bener-bener harus kuat-kuat iman. Hehe.
Secara keseluruhan, film ini bagus dan sukses bikin gue ketakutan sih. Cuma, mungkin memang alurnya aja yang sedikit menyebalkan jadinya buat gue, karena banyak yang lintas-lintas waktu gitu. Dan ada beberapa bagian yang bikin penonton harus nonton Insidious 1 dulu buat ngerti Insidious 2nya, padahal kan, enakkan kalo penonton yang belum nonton Insidious 1 bisa juga ngerti Insidious 2nya. :):):)
Sekian cuap-cuap saya tentang film ini.
Semoga suka dan menikmati uji adrenalinnya!
CIAO!
Friday, August 30, 2013
Film: The Conjuring.
SINOPSIS
Penyidik paranormal terkenal, Ed dan Lorraine Warren (Patrick Wilson, Vera Farmiga) diminta membantu sebuah keluarga yang diteror oleh roh jahat di sebuah rumah pertanian terpencil
Dipaksa untuk menghadapi roh jahat yang sangat kuat, Warren menyadari bahwa mereka terperangkap dalam kasus paling mengerikan dalam hidup mereka.
![]() |
| sumber: http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/137422424281318_300x430.jpg |
FINALLY! Gue nonton juga nih film yang katanya serem nan mengagetkan.
Seinget gue, dari awal Agustus, ini film udah muncul di bioskop-bioskop. Cumaaa, berhubung temen nonton yang tak kunjung ada, waktu nonton yang tak kunjung ditemukan, sertaaaaaa, keberanian yang tak kunjung cukup, akhirnya gue belum juga berhasil nonton film ini, sampai hari ini!!!
Yap, di hari Kamis tanggal 29 Agustus 2013 ini akhirnya gue nonton juga nih film! Bertempat di BALE KOTA XXI (Sebuah mall baru di tangerang yang punya 8 studio--hihi--), gue akhirnya menyempatkan diri nonton film The Conjuring bersama salah seorang teman SMP gue (yang waktu itu nonton Percy Jackson juga).
Hantu atau setan atau makhluk halus di film ini munculnya itu jarang-jarang. Nggak kayak film horor Indonesia yang hantunya sering banget nongol. Hahaha. Film ini keren sih sebagai film horor. Ngagetin super!!! Mirip INSIDIOUS. Yaiyalah orang sutradaranya sama.
Sama seperti INSIDIOUS, filmnya ini seringan ngagetin via suara-suara dan adegan-adegan. Misalnya, tetiba ada adegan dimana kaki anak cewenya ditarik, padahal wujud yang nariknya nggak kelihatan. Kadang-kadang super kaget juga sih dengan kehadiran wujud-wujud menyeramkan yang cuma nongol beberapa kali itu. Efek suaranya ngagetin. Efek-efek lainnya super ngagetin.
Film horor tuh emang bisa dibilang salah satu kegiatan olahraga jantung yang menarik. Menghibur pula kan karena cuma nonton di bioskop aja. Nggak usah jogging keliling komplek, nonton film horor aja udah bikin ngos-ngosan saking deg-degannya. Hehe.
Buat penggemar film-film horor, film The Conjuring ini adalah pilihan yang tepat! Temen SMP gue yang nemenin gue aja udah 2x nonton, sama yang tadi jadi 3x nonton. Nggak bosen-bosen apa itu orang ya. Haha.
Yaaa, sebelum masuk kuliah, nonton The Conjuring bisa jadi salah satu hiburan jantung kok. Percaya deh! :):):):):)
(Rating IMDB-nya : 7,8/10)
SEKIAN!
Thursday, August 29, 2013
Film: PERCY JACKSON: SEA OF MONSTERS
SINOPSIS
PERCY JACKSON: SEA OF MONSTERS melanjutkan perjalanan epik para pemuda setengah-dewa untuk memenuhi takdirnya. Demi menyelamatkan dunia, Percy (Logan Lerman) dan teman-temannya harus menemukan dongeng magis Golden Fleece. Mereka memulai pengembaraan berbahaya ke perairan yang belum dipetakan, Sea Monsters (dikenal manusia sebagai Segitiga Bermuda). Pertempuran makhluk mengerikan, tentara zombie, dan roh jahat berbahaya.
![]() |
| sumber: http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/137508572853833_300x430.jpg |
Setelah nonton Pacific Rim dan gue lupa gue sempet nonton film apa lagi (kalo nggak salah nonton The Lone Ranger --yang reviewnya nggak sempet ditulis di sini--), akhirnya gue kembali menginjakkan kaki ke bioskop buat nonton Percy Jackson (Sea of Monsters) di hari Minggu 25 Agustus 2013. Random juga sih ini. Tapi bukan bareng Aan Dimas as usual. Ini gue nonton sama temen SMP gue. Random banget, baru beberapa hari contact-an lagi, eh diajakkin main deh. Yaudah nonton deh. Oke, di sini gue mau bahas film kok, bukan bahas ke-random-an itu. Hehehe.
Nah, sebenernya gue lupa-lupa inget juga sama film Percy Jackson yang sempet gue nonton sebelumnya. Soalnya film Percy Jackson yang terdahulu kan udah lama banget. Cuma, hal terpenting yang gue inget adalah, kalau si Jackson ini adalah turunan dewa Poseidon. Dewa Laut.
Seru sih nontonnya. Berhubung gue pernah dapet mata kuliah Mitologi Yunani pas semester I (Mata kuliah yang membahas kehidupan dewa-dewi Olympus), jadi gue sedikit banyak ngertilah tentang jalan cerita film ini. Kehidupan para tokohnya juga asik gitu buat ditonton. Wajah para muda-mudi pemeran tokoh-tokoh turunan dewa di film ini juga ganteng-ganteng cantik-cantik jadi nggak bete nonton filmnya.
Dari jalan ceritanya sih yaaa, menarik dan kreatif sih. Cuma lucu aja, bayangin deh, sebuah kain wol aja masa bisa bangkitin Kronos? Atau bangkitin Thalia yang udah meninggal? Hmm, namanya juga cerita fantasi sih ya.
Efek-efeknya sih standar film luar lah. Bagus dan halus. Keren, lumayan menghibur. Nggak bikin stress filmnya. Lucu. Nggak tegang. Komedinya diselipin aja di beberapa adegan, nggak sepanjang film juga. Terus terus, biarpun ada monster ataupun ada beberapa tokoh yang 'menggelikan', tetep aja nggak ada yang nakutin. Palingan ya geli aja dikit. Kayak monster yang ada di segitiga bermuda itu. Terus tokoh-tokoh yang matanya satu doang kayak lambang illuminati *salah ga ya*. Hehe.
Pesan moral dari film ini? Hmm, belum menemukan sih. Palingan yah, mengenai antara yang baik dan yang jahat, kita harus selalu memilih sesuatu yang mementingkan hidup banyak orang, bukan hanya mementingkan diri sendiri. Pesan moral lebih dalam lagi mungkin belum teranalisis dan terdeteksi oleh gue kali ya. Hihi.
Intinya, filmnya ya menghibur! (Film yang gue tonton emang selalu oke, kok!) Hahaha. Segeralah nonton film ini bersama kerabat terdekat anda. Kalau sedang galau dan butuh hiburan sendirian, ya nggak masalah juga, sih! Hehehe.
Selamat menikmati. Sekian laporan nonton dari saya. :):):)
Sampai jumpa di laporan-laporan berikutnya. *oiya, setelah kepo rating IMDBnya, rate film ini dapet 6,5/10 :):):)
Monday, August 12, 2013
5 Agustus - 11 Agustus 2013. Random Java Trip. (Part II)
Hari III: Kamis, 8 Agustus 2013.
Sarapan pemandangan Bromo, dinner santai di kota Batu.
Nah, mulai deh cerita wisata ke kawasan Bromonya.
Jadi, di hari Kamis dini hari, kita semua dibangunin jam 3 pagi. Dari malam sebelumnya, kita udah nyewa JIP buat wisata hari Kamis-nya. Kita akan berwisata ke 4 tempat.
1. Liat SunRise/ Matahari Terbit dari Penanjakan.
Deket gunung Bromo, yang (katanya) namanya Penanjakan, kita semua bisa nunggu buat lihat matahari terbit. Pas gue ke sana kemaren sih, tempat ini rame banget. Pada rela nungguin dari jam 5 bahkan jam 4 pagi buat ngeliat sunrise yang katanya tercantik ini. Ada bule-bule juga, dan ada bule dari Prancis! Coba gue nekat dikit, atau sok-sok SKSD gitu, hmm, ngobrol kali gue ama tuh bule. *eaa pede*
Setelah ngeliat sunrisenya, emang cantik banget sih. Cinta banget gue sama ini negara. Pemandangannya cakep-cakep banget! :")
![]() |
| Matahari Terbit |
2. Ke kawah Bromo yang dikelilingi oleh Lautan Pasir seluas 10 kilometer persegi.
Nah, di kawasan ini, gue nggak kesampean buat ngeliat kawah Bromo dari deket, soalnya akses ke sana cuma dua: jalan kaki atau naik kuda. Kalo jalan kaki, bisa makan waktu satu jam. Kalo naik kuda, guenya nggak punya nyali. Haha. Denger-denger, harga sewa kudanya berkisar antara Rp 80.000,- - Rp 100.000,-. Kalo naik kuda sih, tentu lebih cepet jadinya. Tapi, mau naik kuda/jalan kaki, buat ngeliat kawah Bromonya, tetep harus lanjut naik 250 anak tangga.
Kemaren, akhirnya gue cuma ngeliat dari bawah aja tuh akses ke kawah Bromonya. Lalu sarapan bentar minum sereal. Foto-fotoin bukit-bukit yang ada di sekitar lautan pasirnya juga.
![]() |
| Hamparan Lautan Pasir yang mengelilingi area bawah Kawah Bromo |
![]() |
| Area kawah Bromo dilihat dari bawah |
Hmm, suatu waktu nanti gue harus balik lagi nih ke sini! Ihiy!!!
3. Padang Savana.
Di sebelah jauh lagi dari lautan pasir yang gue ceritain di poin nomor 2, kita bisa ketemu apa yang namanya Savana. Dikelilingi bukit-bukit yang super duper hijau, lalu beralaskan pasir-pasir yang ditumbuhin rumput-rumput hijau nan asri. Katanya bapak Djoko (yang nganterin kita kemana-mana make JIP-nya), tempat ini sering dijadiin tempat syuting film.
![]() |
| Padang Savana |
Tapi, di sini tuh bagus banget. The most beautiful view for that morning-lah pokoknya! Bayangin aja, sekeliling lo perbukitan semuaaaaaa, rumput-rumput semuaaa. Dan luaaaaaaaaaaaaas banget! Tuhan Maha Besar, euy!
4. Pasir Berbisik
Nggak tau juga kenapa tempat ini dinamakan Pasir Berbisik. Katanya sih karena pasir-pasirnya kalau ketiup angin, bisa menghasilkan suara-suara bisik-bisik merdu begitu. Hehe. Tapi, lepas dari latar belakang namanya, tempat ini cakep juga lho! Bukan pasir pantai doang yang bisa keren, pasir di sini bisa jauh lebih keren! Pasirnya berundak-undak gitu membentuk bukit-bukit kecil, dan halusnyaaaaaaaa banget-banget. Betah betah betahhhhh!!!
![]() |
| Pasir Berbisik |
Yah, tapi cuma 4 tempat yang bisa gue kunjungin kemaren. Selain itu, gue dibonusin pemandangan-pemandangan oke di sekitaran Bromo, dan juga sempet berhenti sebentar di kawasan yang (katanya) dinamakan Bukit Cinta. Baguuuusnya bagus banget. Nggak ngerti lagi sama kawasan ini, pemandangannya cakep-cakep banget.
![]() |
| Area yang katanya Bukit Cinta |
Untuk anggaran yang kemarin dikeluarin ketika berwisata Bromo ini adalah sbb:
1. Sewa JIP+Pengendara-nya: Rp 700.000,- untuk keliling ke 4 tempat di kawasan Bromo
2. Karena kemaren sama sekali nggak bawa jaket tebal, akhirnya gue, Papa, Mama nyewa. @ Rp 20.000,-
3. Karena dari tempat pemberhentian JIP, gue, Papa, Mama nggak mau jalan kaki ke Penanjakan, kita naik ojek. @ Rp 40.000,- PP naik turun/ojek.
Puas nggak puas keliling tempat wisata di Bromo, kita turun juga balik ke penginapan. Nggak pake mandi dan cuma ganti baju, kita akhirnya bergegas ke Malang. Tadinya, niat sarapan di daerah Lumajang. Tapi sepanjang Lumajang nggak ketemu makanan sama sekali sampai ujung-ujungnya di Malang baru nemu tempat makan. Maklum, hari Kamis tanggal 8 Agustus euy, Lebaran, jadi wajar kalo jarang yang buka. Sejauh mata memandang dan mobil berkeliling, kita ketemu satu tempat makan yang buka di Malang. Dan itu adalah ...................................... DANDEE'S Resto di Jalan KH Agus Salim, Malang. Ini adalah tempat makan steak serta makanan-makanan yang berbahan dasar ayam. Jujur, tak seperti yang saya harapkan. Yang saya harapkan adalah menyantap sesuatu yang khas Malang, tapi ujung-ujungnya steak-steak juga. Yasudah makan aja, daripada perut kosong, ta?
Setelah memesan berbagai jenis steak dan makan, hmm, lumayan enak juga. Harga juga standard.
Tenderloin Steak: Rp 27.500,-;
Sirloin Steak: Rp 25.500,-;
Chicken Steak: Rp 21.000,-;
French Fries: Rp 10.000,-
Makan selesai dan perut sudah terisi. Lanjutlah perjalanan kita menuju kota Batu. Yang diandelin ya google Maps! lagi. Sempet disuruh keluar masuk gang pula sama si google Maps! ini. Bener-bener ngerjain. Meskipun begitu, nyampe juga sih ujung-ujungnya di kota Batu.
Sampe di kota Batu masih sore tuh untungnya, langsunglah berkelana mencari tempat penginapan. Masuk keluar hotel, harganya banyak yang nggak cocok, terus banyak yang udah penuh juga. Huft, kami semua lelah. Eits, tapi pada akhirnya, bertemulah kita semua dengan HOTEL ASIDA yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman 99, Batu. Ada satu kamar yang masih kosong. Puji Tuhan.
Kamarnya bagus, kamar mandinya bagus, tempat tidurnya gede, dan yang terpenting, colokannya banyak! Hehe. Kami membayar Rp 800.000,- untuk sebuah Suite Room dan sehelai extra bed. Harga sebanding dengan pelayanan kok. Di dalam kamarnya ada ruang bincang-bincang yang dilengkapi 3 buah sofa; ada kulkas; ada TV. Bersih. Apik. Wangi. Breakfast dikasih untuk 3 orang. Tapi, hotel ini belum dilengkapi fasilitas Wi-Fi.
Udah lega karena udah dapet hotel, terus udah wangi juga karena udah mandi, kita semua siap-siap deh ke Batu Night Spectacular (BNS) di Jalan Oro-Oro Ombo. Sebuah tempat wisata yang konon katanya paling hits di Batu. Ada juga Jatim Park I dan Jatim Park II yang nggak kalah bagus. Tapi, kemaren kita cuma ke BNS aja, nggak ke Jatim Park. Nggak cukup waktunya, hehe.

![]() |
| Bagian dalam BNS. |
Harga tiket masuk BNS itu Rp 20.000,-/orang. Di dalamnya ternyata banyak wahana-wahana yang ditujukan untuk memacu adrenalin. Ada kursi terbang, sepeda udara, kora-kora, daaaaaaan masih banyak lagi yang gue sendiri udah lupa namanya.
Harga tiket masing-masing permainan palingan berkisar antara Rp 10.000,- - Rp 12.500,-. Ada Rumah Hantu dan Lampion Garden-nya juga. Lampion Garden-nya sendiri mungkin mirip Taman Pelangi kalo di Jogjakarta. Di BNS ini nggak cuma ada mainan/wahana-wahana doang, tapi ada juga Food Court yang biasanya dilengkapi pertunjukkan lampu-lampu laser gitu. Lalu ada kios-kios penjajaan souvenir-souvenir khas Batu juga. Tempat bermain yang menghibur banget deh pokoknya!
Gue sendiri di BNS cuma main kursi terbang. Seru banget diterbang-terbangin gitu, diputer-puter ampe pala lumayan keliyengan dan tangan gemeteran kedinginan. Tapi herannya, gue nggak teriak-teriak histeris. Mungkin ketakutannya udah parah jadi cuma diem doang kali ya. Tapi, it was really fun! Nagih pengen nyoba mainan-mainan serem lainnya, tapi waktunya udah malem banget. Kan harus istirahat karena besoknya mau ke Solo. Hehe, jadilah pulang aja gue dan nggak sempet main mainan lainnya.


Sebelum pulang, gue mampir dulu ke Rumah Sosis Bandung yang ada tepat di seberang BNS. Beli sosis bakar dulu, hehe lumayan buat cemal-cemil. Selesai dari Rumah Sosis, kita akhirnya balik lagi ke jalan deket hotel buat beli makan malem. Kita beli makanan di rumah makan Iga Bakar. Gue lupa keluarga gue mesen apa aja, yang jelas, malam itu gue makan Nasi+Bebek Goreng lagi dan dilengkapi dengan segelas Teh Tarik hangat. Hehe.
Kita semua makannya di hotel aja sambil bersantai ria. Setelah perut kenyang, semua pun terbaring senang. Hari keempat perjalanan menanti!
Hari IV: Jumat, 9 Agustus 2013.
Dari santai sampai susah cari hotel.
Hotel ASIDA terlalu nyaman untuk ditinggalkan, tapi apa daya, kaki kan harus melanjutkan perjalanan. Iya nggak? Hehe. Setelah sarapan, jam 9 atau jam 10an pagi, kita check-out. Nah, mulai deh wisata kita di kota Batu.
Pertama, kita berencana mau metik apel di Kusuma Agrowisata di Jalan Abdul Gani Atas. Cuma aja, waktu hari itu, paket yang disediakan cuma paket metik strawberry doang, nggak ada yang metik apel.
Yaudah deh nggak jadi jalan-jalan di sana. Kita langsung cuss aja beli oleh-oleh khas Batu, terus bergegas ke Taman Rekreasi Selecta.
![]() |
| Depannya Kusuma Agrowisata |
Di Taman Rekreasi Selecta, gue sama Mama mainan sepeda bebek air. Bayarnya Rp 15.000,- untuk 15 menit. Ternyata pegel juga euy ngayuh sepeda bebek-bebek air itu. Hahaha.
Selesai capek-capek ngayuh sepeda bebek air, kita cuma muter-muter bentar di sana. Tadinya berharap akan ngeliat Taman Bunga, tapi karena pada agak males jalan-jalan jauh, akhirnya cuma cuci-cuci mata sebentar liat bunga-bunga dan ikan-ikan di kolam serta akuarium, kita langsung cabut lagi deh.
Selesai capek-capek ngayuh sepeda bebek air, kita cuma muter-muter bentar di sana. Tadinya berharap akan ngeliat Taman Bunga, tapi karena pada agak males jalan-jalan jauh, akhirnya cuma cuci-cuci mata sebentar liat bunga-bunga dan ikan-ikan di kolam serta akuarium, kita langsung cabut lagi deh.
Oma masih penasaran sama wisata metik apel, akhirnya dicariin Papa deh tempat buat metik apel dan makan apel sepuasnya. Ketemu tuh akhirnya setelah kita turun dari Taman Rekreasi Selecta, sebuah tempat memetik apel. Yaudah, cuma Papa sama Oma aja yang metik apel. Gue, Mama, Opa enggak ikutan karena nggak doyan.
Tujuan selanjutnya itu kita mau ke Kediri. Mau ke Goa Maria Puh Sarang di sana. Sebelum itu, kita mampir dulu ke sebuah tempat makan bakso arema. Kurang banget kan rasanya kalo ke Malang tapi nggak nyobain bakso. Tempat makannya terletak di Jalan Patimura. Harga semangkok Bakso Malangnya Rp 9.000,- dan Bakso Campurnya Rp 17.000,- (ada bakso bakarnya juga). Enak banget yee bakso Malang itu! Ckck.
Usai dari Batu, kita cuss ke Kediri. Cukup perjuangan juga ke sana, karena sempet dibikin nyasar lagi sama google Maps! Jadi salah gitu doi nunjukkin jalannya. Huft. Perjalanan baru berhenti di tempat tujuan (Goa Maria Lourdes Puh Sarang) itu sekitar pukul 6 sore.
Hari sudah mulai gelap. Di sana pastinya kita berdoa kan. Nah, kurang lebih 30 menitlah kita doa, abis itu kita jajan-jajan souvenir dikit. Di sana, toko souvenirnya lengkaaaaaaaaaaaap banget. Berbagai jenis rosario, patung, dan aksesoris-aksesoris agama Katolik lainnya luengkap selengkap-lengkapnya. Bikin pengen borong semuanya! Hahaha. Doa udah, beli souvenir udah, bawa air suci udah, yaudah deh kita cabski menuju kota sebelah.
Rencananya kan lewat Madiun buat ke Solo, tapi nggak jadi. Kita jadinya lewat Ngawi. Nyampe di Ngawi itu udah jam 12an, dan kita rencananya nginep di Ngawi. Tapi, hotel Sukowati - yang direkomendasiin sama google sebagai hotel kece di Ngawi - juga ikutan penuh. Lanjutlah kita ke Sragen pengen nginep, tapi full juga hotelnya.
Hari sudah mulai gelap. Di sana pastinya kita berdoa kan. Nah, kurang lebih 30 menitlah kita doa, abis itu kita jajan-jajan souvenir dikit. Di sana, toko souvenirnya lengkaaaaaaaaaaaap banget. Berbagai jenis rosario, patung, dan aksesoris-aksesoris agama Katolik lainnya luengkap selengkap-lengkapnya. Bikin pengen borong semuanya! Hahaha. Doa udah, beli souvenir udah, bawa air suci udah, yaudah deh kita cabski menuju kota sebelah.
![]() |
| Itu yang digantung itu rosario semua loh. ;) |
Mau nggak mau bablas juga deh ke Solo. Sampe di Solo sekitar jam 2 pagi, dan kita muter-muter cari hotel. Semuanya penuh. Sekalinya ada kosong, harganya mahal banget. Untunglah, karena kita nggak menyerah dan terus berusaha, ketemu juga sebuah hotel kosong. Namanya Orange Hotel, di Jalan Insinyur Sutami. Harga perkamarnya Rp 470.000,- untuk yang Deluxe Room. Yang lebih murah (Superior Room) udah penuh.
Yasudah, puji Tuhan dapet tempat istirahat kan, kita langsung cuss tidur deeehhh. Hotelnya masih dalam tahap renovasi, jadi masih ada 'kurang-kurang' dikit di beberapa sisi. Tapi, keseluruhannya oke kok. Sarapan sepuasnya, tapi harus di restorannya, nggak bisa dianterin. Menunya ada telor balado, nasi goreng, mi goreng, dan pecel. Enak ;)
Hari V: Jumat, 10 Agustus 2013.
Belanja batik lalu bermalam di sepanjang jalan.
Bangun tidur ku langsung makan pagi. Abis makan pagi baru mandi. Abis mandi, lalu ke Pasar Klewer belanja batik. Seneng deh, bisa beli beberapa potong batik, meskipun cuma baju dan celana tidur yang dipake santai-santai. Tapi beli baju dan rok juga. Murah-murah dan banyak banget jenis batiknya. Seneng liatnya! Pasar Klewer pokoknya emang nggak ada matinya deh jadi pertokoan batik-batik. Lengkap terus puas gitu. Hehe. Dari Pasar Klewer, kita menuju ke hotel buat beres-beres dan check-out.
Rencananya, langsung menuju Semarang buat makan siang dan beli lumpia, terus pulang ke Jakarta. Eh, ternyata kita malah muter-muter dulu nyari serabi di Jalan Slamet Riyadi, terus makan Bakso dulu di Bakso Garasi. Perut kenyang baru deh kita lanjut ke Semarang. Tapi oh tapi lagi, kita kena macet :(. Nyampe Semarangnya jadi maleeeeeeeeeeem banget, sekitar jam 9 jam 10 malam. Rencana mau makan seafood, malah jadinya nggak makan apa-apa. Baru ketemu tempat makan pas udah keluar Semarang. Makanannya juga standard banget. Hancur sudahlah harapan makan seafood di Semarang, cuma mau gimana lagi. Hehe.
Selama perjalanan pulang ke Jakarta, nggak banyak yang bisa diceritain. Yang ada cuma kita semua yang nahan ngantuk. Mama sama Oma Opa sih tidur. Tapi gue pengennya nemenin Papa nyetir, cuma akhirnya ketiduran juga. Huft, perjalanan yang cukup melelahkan, tapi untungnya, hari MINGGU, 11 Agustus 2013, kita semua sampe juga dengan selamat di rumah tercinta.
Oiya, ada satu lagi yang kelewatan. Pagi-pagi di Hari Minggu ini, akhirnya kita bisa makan seafood juga! Di Jalan By Pass Kali Anyar. Nggak tau juga sih itu di daerah mana, tapi seafoodnya lumayan enak. Makan Ikan Ayam-ayam Bakar, Ikan Bawal Bakar, Cumi Bakar, dan Cah Kangkung. Huft, perut kenyang selama perjalanan pulang.
Sampe di rumah sekitar pukul 1 siang. Semua tepar setelah beres-beresin barang. Tapi, yaaaa, satu hal yang pasti kita rasain selain rasa capek adalah: SENANG! Iyaaaa, seneng banget bisa Quality Time bareng-bareng gitu. Keluarga emang tempat yang paling nyaman, ya! :)
Hmm, sekian deh cerita perjalanan ke Jawa Tengah dan Timur kali ini.
Sunday, August 11, 2013
5 Agustus - 11 Agustus 2013. Random Java Trip. (Part I)
Finally! Gue punya waktu juga buat jalan-jalan sama keluarga.
Setelah sekian hari dan sekian minggu dilewatkan tanpa berada di rumah karena
kegiatan yang begitu padat (sok sibuk!), akhirnya tanggal 5-11 Agustus 2013 gue
bisa melewatkan waktu bersama Papa, Mama, Opa, dan Oma tercinta.
Nah, terinspirasi dari WSATCC yang merilis jurnal
perjalanannya ke Eropa sana, gue juga ah mau bikin jurnal perjalanan ke Jawa
Tengah dan Jawa Timur ala gue. Hehe.
Mari, gue nggak sabar mau mulai cerita!
Awalnya, perjalanan ini dimulai dengan tumbuhnya rasa
dongkol gue dulu. Gimana enggak dongkol coba? Gue kan tanggal 5 Agustus
kemaren masih punya satu kegiatan dan gue udah jauh-jauh hari ngasih tau Mama,
kalau seandainya gue baru bisa sampai di rumah sekitar jam 5-6 sore di tanggal
5 itu. Tapi oh tapi, pas tanggal 5 pukul 2 siang tiba, gue diminta oleh Mama
dan Papa untuk sampai di rumah tepat pukul 3 sore!
Saat membaca pesan singkat lewat Whatsapp itu, gue lagi ribet sendiri menangani kegiatan gue, dan gue sendiri juga baru aja mau duduk menyantap makan siang. Akhirnya, dengan hati dongkol, gue habisin deh tuh makanan gue, dan meminta tolong seorang teman untuk nganterin gue ke luar
jalan. Maklum, tempat gue saat itu agak masuk ke dalam gang.
Sampai di jalan besar, gue nunggu taksi. Ternyata, tak
satupun taksi kosong lewat. Yang ada hanyalah taksi yang sudah berpenumpang.
Apa boleh buat, gue sama dua orang teman (yang rencananya mau naik taksi
bersama) akhirnya mutusin naik angkot. Kami nyasar. Kami turun dari angkot
hendak mencari ojek. Gue duluan naik ojek, dan mereka belakangan. Kami gagal
naik taksi berbarengan. Gue naik ojek dan minta bapak ojek untuk nganterin gue sampe ketemu taksi kosong. Bukan di pinggiran mal atau pinggir jalan, gue
justru ketemu taksi kosong di lampu merah. Gue langsung ketok kaca si taksi
dan minjem duit 10ribu buat bayar ojek. Langsunglah gue pindah ke dalam taksi
sebelum si merah berubah jadi hijau. Akhirnya, dengan kondisi sang supir taksi
yang nggak hafal jalan serta gue yang mulai ngantuk karena angin sepoy-sepoy, Tuhan ngijinin gue sampe juga di rumah pukul 4 kurang. Untungnya, Mama Papa masih
nungguin. Ya iyalah, nggak mungkin ditinggal juga sih, emang tega? *pede*
Pukul 5 sore di tanggal 5 Agustus, perjalanan dimulai!
Pukul 6 pagi di tanggal 6 Agustus, kami tiba di Semarang.
Yuk, mari disimak cerita perjalanan ini :)
Hari I: Selasa, 6 Agustus 2013.
Berawal di Semarang,
terlelap di Surabaya.
Seperti yang tadi udah gue bilang, kami tiba di Semarang
pukul 6 pagi. Iyaa, jam 6 lewat-lewat dikit lah. Sebelum tiba di Semarang, dan
ketika gue terlelap, ternyata Mama Papa mampir di Brebes. Ngapain lagi kalau
bukan beli telur asin. Mereka beli 10 butir. 7 butir telur asin biasa
(3.000/butir) dan 3 butir telur asin asap (3.500/butir).
Gue sendiri sih, doyan enggak
doyan sama telur asin. Kalau lagi mood ya makan, kalau lagi nggak mau, ya nggak
makan. Dari ke-10 butir yang dibeli, gue cuma nyicip-nyicip dikit. Hehe.
Kami emang nggak berencana nginep di Semarang, maunya nginep
di Surabaya. Alhasil, di Semarang kita cuma numpang lewat doang. Dari Semarang,
ke Demak, kemudian Kudus - Pati - Rembang. Kami mampir dulu makan di Rembang,
di Restoran Pringsewu. Sayangnya, saat gue makan dan singgah di restoran ini, HP
mati, jadi nggak bisa mengabadikan foto-foto makanan ataupun tempatnya.
Restoran Pringsewu ini melakukan publikasi bahkan dari jarak
67 km. Publikasinya menampilkan nama menu-menu yang menggiurkan, makanya gue
sama Papa tertarik deh makan di sana. Eh, sampe di Pringsewu, ternyata nggak
semua menunya tersedia, jadilah kami cuma memesan Cumi Goreng Tepung (Rp 49.500,-), Udang
Goreng Tepung (Rp 57.500,-), ditambah sama Sapo Tahu Ayam (Rp 33.500,-). Hiks, mayan mahal tapi rasanya mayan lah buat ngisi perut. :'')
Dari Rembang, perjalanan lanjut ke Tuban. Di Tuban, gue bisa
lihat Pantai Tuban dan gue baru tau kalau Pantai Tuban itu adalah bagian dari Pantai
Utara. Hehe. Di Tuban, ada beberapa hal yang bisa dilakuin:
![]() |
| Pantai Tuban |
1. Beli keripik kentang pedas dan kerupuk ikan tenggiri.
Murah-murah serta enak-enak banget. Keripik kentang pedas harganya Rp
7.000,- terus kerupuk ikan tenggiri-nya juga Rp 7.000,-
2. Beli buah Lontar. Tau nggak buah Lontar? Hehe. Di deket
rumah gue sih, harga satu buah Lontar utuh itu Rp 10.000,-. Di
Tuban, dengan uang Rp 10.000,-, kita udah bisa bawa 5 buah Lontar utuh. Ckckck,
murah banget!
3. Beli kerupuk bangka/kerupuk kemplang. Harganya Rp
16.000,-. Isinya banyak. Kerupuknya gurih! (promosi abis!). Sayaaangnya, gue lupa
mereknya apa dan belinya di toko apa. ;)
4. Sepanjang jalan dari Tuban ke arah Gresik, gue ngeliat
beberapa toko yang menjajakan hasil laut yang diasinin. Tapi, kita cuma beli
terasi sama cumi kering aja. Padahal, kalo diliat, di sana banyak banget
ikan-ikan segar yang diasinin, misalnya aja ikan kakap kering.
5. Berkunjung ke Klenteng Kwan Sing Bio. Klentengnya
guedeeeeeee banget, dan banyak patung-patung gede yang kayaknya mewakili
tradisi Cina banget. Setelah berkunjung ke google, katanya oh katanya, klenteng
ini adalah yang termegah dan terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Wah,
beruntung sekali bisa mampir ke sini! ;)
![]() |
| Berfoto di Klenteng Kwan Sing Bio |
Selesai muter-muter Tuban, kita lanjut lagi ke Gresik dan
berakhir di Surabaya. Pas sampai di Surabaya, waktu sudah menunjukkan pukul 6
sore. Kita langsung deh gerak cari hotel. Sebelumnya sih, nanya-nanya dulu sama
AA Google. Cukup kaget liat rate-nya yang bedaaaaaa banget sama Jakarta.
Hotel-hotel yang gue kira harganya di atas 500 ribu, ternyata cuma 300an ribu.
Mewah dan punya banyak fasilitas pula. Ckckck, seru sekali menginap di Surabaya
ini.
![]() |
| SURABAYA! (Meskipun nggak tau nama tugunya) |
Setelah menjelajah beberapa hotel, akhirnya kita jatuh hati
sama Emerald Hotel yang terletak di jalan Ambengan. Harga kamar yang paling
standard itu Rp 335.000,-/kamar. Fasilitasnya: Wi-Fi, colokan ada 4, TV Cable,
Hot/Cold Water, Breakfast for 2 persons (dan punya banyak pilihan, ada nasi
bali, nasi rawon, nasi soto, dsb.), dan AC. Kamarnya bersih dan bikin betah
banget. FYI, dari hasil perjalanan kali ini, hotel ini yang paling oke dan
'layak' tinggal.
![]() |
| Interior kamar hotel Emerald. |
Buat makan malem, gue sama Papa pengen banget makan bebek
goreng. Namanya lagi di Surabaya, kurang aja kalo belom makan bebek goreng.
Nah, gue googling lagi (anak google ceritanya!), terus ketemulah yang namanya bebek goreng
HT, yang berlokasi di Jalan Karang Empat Besar. Katanya sih, enak banget! Akhirnya,
gue pake google Maps!, buat menemukan si HT-HT itu. Sampe di TKP, ternyata
tempatnya udah tutup. Semua makanan ludes. Pas ditanya besoknya doi buka jam
berapa, doi malah jawab kalo mulai besok doi udah libur. Nasiiib!
Terus, gue googling lagi. Ketemulah rekomendasi baru.
Namanya bebek goreng Cak Yudi. Katanya, berlokasi di Jalan Tanjung Tarowitan.
Tapiii, di google Maps! lokasinya malah ngaco. Akhirnya, kita semua nyasar
dengan perut yang masih lapar.:(
Nyari-nyari lagi di google, ada rekomendasi lain lagi, namanya bebek goreng LA di Jalan Dharmahusada. Sampai di Jalan Dharmahusada, nggak ketemu bebek goreng LA, malah ketemunya bebek goreng Anugerah Jaya. Lumayan rame sih, yaudah karena laparnya sudah tak bisa ditahan, makanlah kita di bebek goreng AJ. Rasanya Lumayan, Porsinya Lumayan, tapi pelengkapnya kurang. Biasanya kan kalo makan bebek goreng, ada sambelnya yang pedees banget, terus nasinya dikasih suwiran-suwiran bebek gitu kan?. Nah,kalo ini, cuma nasi+bebek tok. Hmm.
Soal harga, bebeknya dihargai Rp 20.000,-/potong, terus mesen sate babat juga (Rp 12.000,-). Mahal kah? Murah kah? Ya sudahlah~
![]() |
Setelah perut kenyang dan hati senang, kita semua kembali deh ke penginapan untuk tidur dengan tenang! Besoknya, kita udah nyiapin beberapa agenda perjalanan juga. Yuk, lanjut ke cerita hari kedua!
Hari II: Rabu, 7 Agustus 2013.
Kuliner di Surabaya, tidur kedinginan di kawasan Bromo.
Kegiatan di pagi hari kedua: bangun tidur lalu mandi lalu sarapan lalu beres-beres dan bersiap check-out. Kembali bersiap dengan handphone di tangan, gue mulai nyari tempat-tempat wisata/kuliner yang bisa dikunjungin di Surabaya. Ketemulah beberapa rekomendasi seperti: Jembatan Merah, KyaKya, Pasar Atum, serta Masjid Cheng Hoo.
Pertama, kita berkunjung ke Jembatan Merah.
Lalu, ke kawasan pecinan KyaKya. Di kawasan ini, ternyata semuanya menutup tirai alias nggak ada yang jualan! Yaudah tuh, kita yang tadinya mau sarapan Chinese Food ala Surabaya harus membatalkan niat. Lanjutlah kita semua ke Pasar Atum. Cuma Papa sama Mama yang turun. Gue, Oma, Opa stay aja gitu di mobil. Mageeerr. Hehe. Berselang 30 menit, Papa Mama bawa sekantong bahan logistik buat selama perjalanan nanti menuju Bromo.
Bahan-bahan Logistik yang dibeli diantaranya:
1. Mochi warna-warni, dibeliin 10 biji.

2. Bola-bola bakso udang goreng.
3. Makanan berbahan dasar daging Babi (Babi panggang manis, panggang garing, bakso goreng, sate, dan abon).
4. Manisan buah Kana.
Ujung-ujungnya, kita semua cuma ngegadoin makanan-makanan itu, tanpa sarapan seutuhnya. Yasudahlah yaaaa~
Lepas dari sana, kita menuju Masjid Cheng Hoo. Arsitekturnya 'cina' banget! Kalo gue nggak salah sih, Masjid Cheng Hoo nggak cuma ada di Surabaya aja, tapi di beberapa kota lain juga ada. Di sini kita nggak lama, gue cuma mau liat dari jauh masjidnya, soalnya kan unik. ;)


Jalanan di beberapa titik di Surabaya menarik hati untuk difoto juga loh. Seperti foto-foto di bawah nih:
![]() |
| Depan alun-alun Surabaya |
![]() |
| Jalan Kapasan yang sepi sekali :) |
Terakhir, sebelum kita pindah lokasi dari Surabaya, kita mau berburu oleh-oleh. GOOGLING lagi lah kita. Katanya sih ada di Jalan Genteng Besar. Dan untuk kedua kalinya, google Maps! menunjukkan arah yang salah. Akhirnya kita modal nekat muter-muter Tunjungan karena katanya Jalan Genteng Besar ini deket sama Tunjungan. Ketemu jugalah deretan toko oleh-oleh dan mata ini mulai berkilat-kilat penuh gairah oleh-oleh. Hehe.
Karena sebuah toko yang namanya toko BHEK (Jalan Genteng Besar No. 68) terlihat paling ramai, kita tergoda juga untuk melangkahkan kaki masuk ke sana. Kita disambut oleh deretan ikan bandeng asap yang digantung, lalu oleh deretan kue-kue kering serta camilan khas Surabaya. Gue sendiri cuma beli beberapa buat dibagi-bagiin, soalnya kalo banyak-banyak, bingung juga siapa yang mau abisin. ;)
![]() |
| Ikan Bandeng Asap yang menyambut |

Almond Cheese Chips @ Rp 40.000,-
Lapis Legit Lusiana @ Rp 55.000,-
Kue Mente Keju @ Rp 35.000,-

Sesuai dengan rencana awal bahwa perburuan oleh-oleh ini adalah yang terakhir, kita langsung deh tancap gas ke Pasuruan, lalu mampir sebentar ke kawasan lumpur Sidoarjo/lumpur Lapindo. Suhu pusat lumpurnya mencapai 90 derajat Celcius. Kedalamannya sudah mencapai 14 meter. Sedih banget liatnya. Katanya, udah 25 pabrik yang terendam lumpur, dan juga rumah-rumah penduduk ludes. Ckckck. :(
Untuk melihat lumpur ini dari dekat, kita harus berhenti di pinggir jalan, naik tangga kayu dulu, dan membayar Rp 10.000,-/orang.
![]() |
| Ini sebelum naik ke atas buat liat lumpurnya. Penampakkan dari pinggir jalan. |
![]() |
| Ini gambar lumpurnya yang punya kedalaman 14 meter. :( |
Setelah nggak mau berlama-lama di kawasan lumpur itu, kita lanjut lagi jalan ke daerah Probolinggo buat nyari makan. Ketemu sebuah tempat makan, namanya Bromo Asri. Tempatnya lumayan bersih dan menunya beragam. Gue mesen nasi bumbu bali sama bebek goreng. Lokasi tempat makannya di Jalan Raya Banjarsari, Probolinggo. Harganya bersahabat nih kalo di sini! Nggak nyampe Rp 20.000,- per paketnya ataupun per potong bebeknya. ;)
Selesai makan dan perut terisi, yasudah, kita menuju tujuan utama kita, yakni tadadadadada: KAWASAN BROMO!!!
Nyampe di sekitaran sana sih udah menjelang malam, sekitaran pukul 8 atau 9 malam begitu. Papa naik ojek ke atas untuk cari hotel dan penginapan, tapi katanya udah penuh semua. Kita ujung-ujungnya nginep di penginapan berupa villa. Harganya Rp 700.000,- udah termasuk extra bed. Gue tidur di sofa, Papa Mama tidur di extra bed, Opa Oma tidur di kasur gede. Nasib deh kalo nyampenya udah malem begitu. Mungkin untuk kalian yang mau ke Bromo, harus book hotel dari jauh-jauh hari ya :)
Buat makan malem, Papa sama Mama beli nasi putih+telor ceplok+gado-gado buat kita ber5. Ya, kalo lauknya masih kurang, kan masih ada beberapa lauk yang tadi paginya dibeli di Pasar Atum, ;)
Suhu di Bromo dingin banget. Nggak mungkin kuat kalo nggak bawa jaket serta selimut, kecuali emang udah terbiasa tinggal di suhu ekstrim gitu kali ya. Gue aja sampe pake baju 3 lapis dan sweater. Kupluk dan syal juga nggak lupa dipake. Kaos kaki aja yang kurang karena nggak bawa.
Lantainya dingin. Air mineral yang tadinya hangat, bisa jadi dingin kayak dimasukkin ke kulkas. Dinginnya super!
Sedikit yang bisa disaranin sebelum ke Bromo: bawa jaket supertebal, syal, kaos kaki, kupluk, selimut, dan baju yang tebel-tebel.
Cerita wisata Bromonya mana? Yuk ah, nanti dibaca di cerita hari ketiga aja yaw!
Subscribe to:
Posts (Atom)
































