Thursday, June 6, 2013

Self Service.

Hola!
Jumpa lagi dalam posting-an ketiga saya hari ini! (Kamis, 6 Juni 2013).

Kalian tau definisi self service? Yap! Kurang lebih, maknanya itu adalah pelayanan oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri.

Di sini, saya mau coba berbicara mengenai sebuah kebiasaan (yang menurut saya) baik dan sebenarnya akan baik (namun sulit) jika bisa diterapkan di Indonesia.

Mengapa saya berpikiran sampai sejauh ini? Nah, sebenarnya hal ini bermula pada suatu waktu ketika saya sedang makan di Domino's Pizza D-Mall Depok bersama Aan dan Samzlee. Ketika itu, kita sedang membahas kebiasaan orang di luar negeri (khususnya Australia, karena Aan udah pernah melihat langsung kebiasaan orang-orang di sana) pada saat mereka berada di KFC, McD, atau mini market 24 jam lainnya. Mereka memesan, lalu mengambil makanan mereka SENDIRI, mengambil minuman SENDIRI, mengambil saus sambal/tomat SENDIRI, dan yang terpenting, mereka membuang sampah sisa makanannya SENDIRI ke tempat sampah, tanpa menunggu pelayan atau petugas restoran FastFood atau mini market 24 jam untuk membereskannya. 

Hal itulah yang belum kita punya, kesadaran untuk melayani diri sendiri, sampai kesadaran untuk membuang sampah makanan kita sendiri pula. Logikanya, kita dari datang sampai makanan habis, telah menservice diri kita sendiri, bukan? Lantas, mengapa ketika buang sampah, kita harus menunggu pelayanan dari orang lain?

Berangkat dari contoh yang baik itulah, maka ketika beberapa kali saya dan Aan merandom bersama, saya melihat dia selalu membuang sampah sendiri, ketika kita ada di Seven Eleven, McD, bahkan kemarin ketika ke Domino's Pizza. Sampah sisa makanan akan Aan bereskan lalu dibuangnya ke tempat sampah terdekat. Orang-orang yang melihat mungkin akan memandang itu dari dua sudut pandang yang berbeda. Ada yang menganggap hal itu adalah suatu tindakkan yang aneh dan sok rajin, namun sebaliknya, ada pula yang justru akan menganggap itu contoh kebiasaan yang patut ditiru.

Saya, menganggap kebiasaan itu adalah kebiasaan yang baik, menarik, dan positif. Sebelumnya, saya sama seperti kebanyakan orang yang menyisakan sampah di tempat makan, lalu pergi meninggalkan sampah-sampah itu dan berharap (memastikan) bahwa pelayan mini market/restoran FastFood itu akan segera (dan selalu) membereskannya. Namun, ternyata melihat kebiasaan Aan yang seperti itu, saya justru menganggap bahwa sepatutnya memang kita berkewajiban melayani diri sendiri. Saya lantas mulai belajar membuang sisa makanan saya sendiri ketika saya berada di tempat-tempat yang mengusung self service way. Pola pikir kita seharusnya dapat diubah sedikit demi sedikit. Perubahan itu dibutuhkan, toh? Meskipun perlahan-lahan. :)

Mari kita layani diri kita sendiri (sambil memberi manfaat bagi orang lain juga, kan?).

Juni 2013: Now You See Me .

Film ini njelimet abis! 

SINOPSIS:

Sekelompok pesulap jalanan menjadi ilusionis terkenal di dunia, dimana masing-masing pertunjukannya mereka sekaligus merampok harta para koruptor. Mereka mengakhiri setiap pertunjukan dengan menghujani penonton dengan uang hasil curian tersebut, bukan untuk diri mereka sendiri.
 Mereka diinterogasi oleh regu elit agen FBI, mencari tahu bagaimana tim ini melakukan perampokan yang dilakukan ribuan mil jauhnya dari tempat diadakannya pertunjukan sulap.
 sumber: http://www.21cineplex.com 
 
Sutradara: Louis Leterrier
Pemain: Jesse Eisenberg, Mark Ruffalo, Woody Harrelson, Mélanie Laurent, Isla Fisher, Dave Franco, dll.
 
Berdurasi selama 115 menit, film ini berhasil menarik perhatian banyak individu. Terbukti, ketika hari pertama pemutaran film ini, hanya sedikit bangku-bangku yang tidak terisi. Film ini menarik, penuh trik, dan menggelitik. Wajah-wajah pesulap yang dihadirkan sangat menghibur mata penonton yang menatapnya. Mulai dari pemeran Daniel Atlas, Merritt McKinney, Henley Reeves, sampai Jack Wilder, semua memiliki akting yang memukau! 
 
sumber: http://www.21cineplex.com
Lanjut ke opini lebih dalam lagi, menurut gue sendiri, sebagai orang yang menonton film ini tanpa menaruh perhatian penuh pada setiap detailnya, film ini adalah film yang super mampu menarik hati! Secara keseluruhan tentunya. Gue nggak bilang film ini bagus atau jelek. Tapi menarik! Film yang berbicara tentang sulap, mungkin udah pernah ada sebelumnya. Gue nggak tau juga. Tapi, film ini adalah film mengenai dunia sulap-menyulap pertama yang gue tonton. Jalan ceritanya menarik dan tidak tertebak. Seperti yang gue tulis di atas, film ini njelimet abis! Membuat kita menebak-nebak sebenarnya siapa sih ini, siapa sih itu. Haha. Membuat penasaran sepanjang pemutaran.

Aksi-aksi sulap dan penampilan keempat pesulap lewat 3 pertunjukkan spektakulernya, selalu disaksikan oleh begitu banyak penonton. Megah. Meriah. Membuat gue terperangah. *cieilah*
 
Film ini memukau. Dan, akhir ceritanya membuat kita semakin terpukau lagi. Tak disangka-sangka. Tak dikira-kira. Tau-tau, akhir ceritanya begituuuuu aja. 
 
Nggak banyak yang bisa gue ulas tentang film Now You See Me, karena gue udah merasa cukup puas dengan isi, cerita, dan penampilan dari film ini. Nggak nyesel ya nonton film ini ketika seharusnya gue belajar KBP di kamar kos-an. Hihi. Paling yang bikin pusing yaaa kadang-kadang ada beberapa bagian yang terlalu njelimet, sehingga otak lemot gue nggak mampu menerimanya. Selebihnya, OKE dan TOP. :)

MARKITON: MARi KIta nonTON. 
Bonne journée!

Random 4 Juni 2013: Interview - Pizza - Movie.

Agak telat beberapa hari sih ini ceritanya, tapi nggak apa-apa lah ya. :D

Di tulisan kali ini, gw mau menceritakan kembali salah satu pengalaman random gw bersama Aan di tanggal 4 Juni 2013 kemarin. *wowow, prokprok*

Semua ini bermula dari adanya panggilan interview buat magang di salah satu institusi pendidikan di daerah Pejaten. Tadinya, gw berencana pergi sendiri sebelum akhirnya Aan dengan begitu murah hati nawarin diri buat nemenin. *asik*

Nah, kita janjian jam 4an akan berangkat, karena janji interviewnya jam 5 sore. Kita berangkat dari kampus menggunakan kendaraan umum a.k.a angkot. *hehe*

Mungkin, detail lowongan magang yang gw apply dan proses interviewnya nggak gw ceritain di sini yaaa, soalnya gw masih malu-malu ceritanya. Cieilah. Hihi. *doainajaketerima*

Setelah ba-bi-bu interviewnya selesai (nggak terlalu lama kok ternyata), gw sama Aan jalan kaki menuju Pejaten Village. That was my first time nginjekkin kaki di PenVill, loh! *agak norak* haha. Abisnya, jujur aja, selama ini gw jarang main banget ke daerah Pasar Minggu, Pejaten, Ragunan dan daerah-daerah sekitarnya. *suweeer*

Kita sih ke PenVill untuk makan di Domino's Pizza tadinya. Alasan yang mendasari adalah, hari Selasa itu ada promo buy one get one *ketauan anak gratisan*. Jadi, dengan harga 58 ribu sajaa, kalian akan dapetin 2 loyang pizza. Siapa yang gamau siapaaa?

Karena itu masih jam 6, sebelum ke Domino's Pizza, akhirnya kita jalan-jalan dulu ke Gramedia dan XXI. Di Gramedia, gw beli buku Kastana-nya Soleh Solihun. Setelah bayar buku itu, gue makin nggak berani lama-lama di Gramedia karena semua buku yang gue liat itu seolah-olah ngomong gini "ayo, beli aku Icha, koleksi aku Icha, baca aku Icha" hahaha. Gw takut tergoda. Gw berusaha untuk nggak gampang dirayu #eh. :D :D

Pas ke XXI, ternyata, kita menyadari bahwa film Now You See Me baru keluar! (review menyusul). Baru tayang hari pertama, beroooh! Aan randomly ngajak nonton. Gue yang udah mikirin hal itu sebenernya, mau-mau aja diajak nonton *masih gampang tergoda*. Jadilah kita langsung beli tiket nonton.

Abis beli tiket, kita langsung bergerak cepat menuju Domino's, karena kita cuma punya waktu 60 menit untuk makan. Saat itu pukul 6.15 pm dan filmnya main pukul 7.15 pm.

Di Domino's, akhirnya kita mesen American Cheese Burger (kalo ga salah inget nama) sama Sprinkle Turkey. Magnifique! Pizza di Domino's selalu berhasil bikin gw nggak berasa enek. Dalam peristiwa rampok pizza kemaren, itungannya satu orang makan 6 slices a.k.a 1 loyang pizza dengan 2 rasa berbeda. Seru dan nikmat syekali! *haha*.

Setelah kenyang, kita langsung gerak secepat mungkin buat ke bioskop biar nggak telat nonton filmnya. Untungnya nggak telat. Dan ya setelah selesai nonton, kita bingung mau naik taksi/angkot pas pulang. Akhirnya kantong mulai berani berbicara. Kita pulang naik angkot. Hmpf.

That was my another great day: 6 jam penuh kerandoman. Haha.
Bonus: kadang gue berpikir, segala sesuatu yang terjadi secara spontan atau dadakan itu menyenangkan ya? Meskipun beberapa kali, yang dadakkan itu bisa menyebalkan pula. Hehe. Alors, c'est la vie! Remember! Jangan pernah takut bertidak secara spontan! Try! :):):):):)

Tuesday, June 4, 2013

(gue yakin) kita semua pernah 4L4Y.

Siapa di sini yang nggak pernah ALAY?
Ya pasti ada aja sih yang nggak pernah, tapi banyakkan yang pernah kan kan? Hehehe.

Menurut desas-desus dan info kegaulan yang gue denger, ALAY itu adalah sebutan bagi anak-anak yang terlalu gaul, yang gaulnya melebihi kapasitas seluruh umat manusia di seluruh dunia. Ciri-cirinya: misalnya kalau biasanya, orang foto dari depan, alay ini fotonya dari atas. Orang foto bibirnya senyum, alay ini fotonya pake telunjuk nempel di bibir sambil bibirnya monyong-monyong. Kurang lebih gitu. Terus, kalau sms-an, orang biasa ngetiknya normal, kalau alay ini ngetiknya pake huruf kecil gede kecil gede, terus bahasanya digaul-gaulin gitu. 'sih' jadi 'seh' atau 'sich'. 'kamu' jadi 'qm' atau 'kamooh'. Ya, hal-hal semacam itulah.

Di sini, gue pengen mengajak kalian mengingat masa-masa alay yang pernah berjaya itu, karena tetiba aja, kemaren salah satu temen gue abis nge-gep-in foto-foto gue pas jaman SMA, (yaaaang) alay gitu sih kayaknya. Hehe.
Ya, rata-rata semua anak muda pernah alay. Nggak semua kok, nggak. Kalau nggak pernah alay, ya sayang banget aja nggak pernah ngerasain masa-masa itu. Hahaha.

1. Pernah kan, update status di facebook hampir tiap satu jam sekali? Atau bahkan yang ekstremnya, update status tiap lima menit sampai setengah jam sekali? Sejak kemunculan twitter, hal update-updatean status di Facebook makin berkurang, dan kalau berkicau via twitter, belum ada yang berani bilang itu alay. Hahaha.

2. Yang paling nge-hits emang ke-alay-an soal pose foto. Pernah kan, foto pake angle dari atas. Atau nggak, foto sambil kakinya ditekuk (bahkan, sampai sekarang gue masih sering foto kayak gini). Atau, bibirnya monyong. Atau, telunjuk di bibir. Atau, foto yang di depan cermin gitu. Lebih epic kalo foto diri sendiri di depan cerminnya itu di toilet mal-mal. Atau, foto di mobil sambil pegang setir. Foto-foto semacam itulah! Hahaha, pasti pernah dong foto gitu ya kan ya dong?

3. SMS selalu hurufnya kecil gede kecil gede. Contoh: hAi, kAmu gi ApZ?
Hahaha, itu masih mending cuma huruf kecil gede kecil gede. Kalo yang bikin pusing sampe harus punya kamus khusus itu ya misalnya kayak gini: S0r3 iNi j4L4N yuKz? Hahaha. *ngakak*

Gue sendiri, pernah mengalami masa-masa alay seperti itu. Galau sampe-sampe sering banget ng-update status di Facebook. SMS pake huruf kecil-gede *karena menurut gue, ngetik kayak gitu lucu aja gitu* hahaha. Terus foto juga pernah dari atas. Pernah kakinya ditekuk. Pernah foto depan cermin. *YaTuhanbegitualaykahsaya* hehehe.
Sekarangpun, mungkin sadar nggak sadar, gue (atau kalian) juga pasti masih sering ngalay. Pose-pose foto masih sering (bagi sebagian orang) dibilang alay. 

Alay itu seru lagi. Kalau lagi ngobrol-ngobrol sama temen-temen sekarang ngomongin kealayan jaman SMP-SMA, pasti kocak-kocak banget gitu. Hahaha.
Alay bukan sesuatu yang menjijikkan kok, tapi buat gue, kealayan dululah yang buat gue tau gimana sesuatu yang nggak disebut alay. 
Alay itu pengalaman lucu, lagi! :)

bukti banget pernah alay: *jangan ketawa please*

tulisannya salah, sok-sok gaul doang gitu hahaha
Ingat, ALAY bukanlah virus yang harus diberantas karena ALAY juga manusia dan saya yakin sebagian di antara umat manusia di Indonesia pernah melewati masa-masa ini. NGAKU!

danau.

Selalu tenang berada di tepian danau.
Di depan mata, semuanya hijau.
Bahkan air danaunya pun tampak hijau.
Ia bergerak perlahan tertiup angin yang berayun malu-malu.

Kalau pagi-pagi, udaranya segar sekali.
Kalau malam-malam, udaranya masih segar,
namun hawa dingin juga ikut menyapa.

Kala pagi-pagi, bebas kita nikmati matahari.
Kala malam-malam, bintang bebas muncul dalam diam.

Saya selalu suka berada di tepi sini.
Duduk diam.
Menatap.
Berpikir.
Berkhayal.
Berimajinasi.

Tenangnya sungguh tenang.
Saya selalu senang.


Danau Universitas Indonesia, 3 Juni 2013.

Sunday, June 2, 2013

(akhirnya) menjejakkan lidah di Fish & Co.

Beberapa bulan yang lalu, gue sempet menyampaikan keinginan gue ke Aan buat nyoba makanan di Fish & Co. soalnya gue belom pernah makan di sana. Terus, kenapa bilangnya ke Aan? Soalnya kan kita partner berwisata perut gitu. Hehe.

sumber: twitter.com/FishnCoINDO
Lalu, rencananya baru akan ke sana nanti setelah masa-masa ujian ini berakhir. Tapi, emang dasar random, akhirnya kemarin pas kita berencana nonton, Aan nawarin buat makan di Fish & Co. juga sekalian. Nah, kebetulan ada waktu, yaudah langsung cuss. For your info, Fish & Co. yang berhasil kita kunjungi kemarin itu yang berdiam di Entertainment X'nter.

Nah, gue mau cerita nih apa-apa aja yang gue temuin di Fish & Co.. Gue ke sana kan bertiga sama Aan sama Dimas juga, jadi gue akan men-share tiga menu aja di sini, nggak banyak-banyak. Hehe.

Pertama, hal yang menarik hati gue adalah bentuk alas tempat makannya gitu (I don't know what it's called). Bentuknya ikan, tapi terbuat dari kayu yang sangat lucu.

for me, it's cute. for you?
Kemudian, penataan alat makan di atas sebuah tisu yang juga lucu untuk gue foto:

penting, nggak? hehe
Selanjutnya, datanglah menu makanan kita satu persatu.

Mulai dari pesenan Dimas, New York Fish & Chips:

New York Fish & Chips (Rp 89.000,-)
Lanjut ke pesenannya Aan, Artic Fish & Chips:

Artic Fish & Chips (Rp 89.000,-)
Terakhir, pesenan gue, Africa Fish & Chips:

Africa Fish & Chips (Rp 89.000,-)
Yang punya Dimas sama punya gue itu ikannya sama-sama ikan Dori. Kalau punya Aan, ikannya itu ikan Pollock. Nah punya Dimas sama punya Aan, dua-duanya mengandung keju, sedangkan punya gue, ikannya itu dikasih Peri Peri Sauce di atas ikannya dan nggak mengandung keju. 

Karena berkesempatan nyicip punya Aan dan punya Dimas, gue bisa bilang dari punya kita bertiga itu yang paling enak itu yang punyanya Dimas (New York Fish & Chips). Soalnya, sebagai pecinta keju, ikan berpadu keju yang ada di New York Fish & Chips-nya Dimas pas banget rasanya. Gue kan mesen yang Africa karena penasaran sama Peri Peri Sauce-nya, jadi gue merelakan keju-keju nikmat itu. Rasa Africa Fish & Chips-nya enak banget memang, tapi karena lama-kelamaan sausnya agak kurang cocok di lidah, jadi selesai makan, agak enek sedikit gitu.

Untuk minumnya, gue sama Dimas sama-sama memilih Passion Fruit. It's like soda dicampur sama sirup buah markisa. Rasanya dewa banget! Untungnya, dengan harga Rp 29.000,- per gelas, kita bisa refill sesuka kita. Dimas refill 4 kali kemaren, dan gue cuma refill 2 kali karena nggak kuat minum soda banyak-banyak. Aan sendiri memesan Guava Juice. Sayangnya, minuman ini nggak refill.

Passion Fruit (Rp 29.000,-)
Guava Juice (Rp 25.000,-)
Makan di sini buat gue adalah pengalaman random yang menyenangkan. Meskipun mungkin makanannya nggak bisa dibilang murah, tapi rasa-nya pas sama harga-nya. Menu-menu yang ditampilin di atas kan baru tiga, tapi sebenarnya masih banyak menu Fish & Chips yang lain, dengan nama-nama negara yang berbeda dan dengan ciri-ciri Fish & Chips yang berbeda-beda pula. Selain menu Fish & Chips juga ada seafood platter, ada pasta dengan topping seafood, dan masih banyak lagi. Gue, sebagai pecinta seafood, pasti nggak akan ragu-ragu buat balik ke sini lagi. Tapi belum tau kapan. Mungkin pas punya duit berapa bulan lagi gitu kali ya. Hehehe.

Harga di atas yang gue cantumin itu belum termasuk tax dan service charge. Kemarin, total makan kita dikenakan Rp 413.875,- bertiga, dengan total harga makanan Rp 350.000,- ditambah service charge 7,5 % dari total harga makanan, ditambah lagi dengan pajak 10 % dari total harga makanan + total service charge

Duit di dompet kandas, tapi perut kita puas!
Tunggu kerandoman-kerandoman selanjutnya ya.
(Rencananya sih: MEXICAN FOOD). Hehe.

salam icip-icip!

how to be a best friend?

Mencari teman di masa yang penuh kecanggihan teknologi seperti sekarang bukanlah suatu hal yang sulit. Facebook, twitter, myspace, atau jejaring sosial yang lain sudah tersedia untuk mencari beribu-ribu teman atau followers. Omegle, situs untuk mencari teman di seluruh dunia pun tersedia. Namun, apakah kamu sudah bisa menjadi teman yang baik untuk menemukan yang baik? Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

a). Dengarkan dengan hati dan telinga.
Kalau teman kamu 'galau', jangan cuma dengerin cerita dia lewat telinga, tapi pahami juga perasaan dia apa adanya.
b). Berkata apa adanya.
Kalau teman kamu salah, bilang salah. Kalau dia benar, bilang benar. Jangan berkata apapun yang sesungguhnya tidak benar, tapi kita katakan untuk menyenangkan hatinya.
c). Selalu ada di saat dia butuh.
Jangan pernah merasa malas ketika dia butuhkan, karena ketika kamu dibutuhkan, disitulah kamu merasa berguna untuk orang lain.

(2011)


PS: Tulisan ini dibuat dalam acara Seminar & Workshop Persmanet (Pers Mahasiswa Network), tanggal 20 Mei 2011, dalam rangka latihan penulisan feature article, dan dipilih sebagai feature article yang terbaik.

Tambahan: Semoga artikel yang gue tulis ini (biarpun rasanya biasa-biasa aja) bisa bermanfaat bagi semuanya. Dan semoga gue bisa menulis lebih banyak feature article lagi. Amin.

The Great Gatsby.

The Great Gatsby adalah sebuah film yang secara random dipilih sebagai film yang akan ditonton sore tadi. Hari ini, kami bertiga (dengan Dimas dan Aan) memang ada rencana pergi. Namun rencana untuk menentukan destinasi hari ini baru didiskusikan tadi pagi. Padahal, hal ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Dalam diskusi, film The Great Gatsby ini seolah berusaha menarik hati kami dan pada akhirnya, ia berhasil memancing kami bertiga untuk menikmati (kalimat pembuka yang berbahasa baku sekali).

Tempat nonton yang dipilih tadi terletak di Jakarta Pusat. XXI Plaza Indonesia :)
Sebelum nonton, gue browsing dulu nih tentang sinopsis film ini di sini dan kemudian, gue baca deh sinopsis yang (super-duper) singkat itu.

Pada situs itu, sinopsisnya ditulis seperti ini:

Nick Carraway (Tobey Maguire), pemuda asal Minnesota, pindah menuju New York untuk belajar bisnis. Ia menyewa sebuah rumah di wilayah West Egg di Long Island. Ia bertemu Jay Gatsby (Leonardo DiCaprio), tetangganya dan terperangkap dalam dunianya yang dipenuhi pesta dan orang-orang glamour

Diangkat dari novel karya F. Scott Fitzgerald, berkisah tentang ketenaran, kekayaan dan cinta pertama

Cukup menarik ya untuk pecinta drama seperti gue ini. Lalu, karena gue nggak mencium ada horror atau actionnya (suka sih nonton film action, tapi lagi nggak pengen aja, hehe), jadi gue mengusulkan untuk nonton film ini aja, dan oke, yang lain setuju! Hehe.


sumber: http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/136792414157488_300x430.jpg

Pemain: Leonardi Dicaprio, Tobey Maguire, Carey Mulligan, dll
Produksi: WARNER BROS PICTURES

Review gue untuk film ini yaa kurang lebih 4,5 bintang dari 5 lah! Hehe. Tandanya, film ini ya bagus dan layak untuk ditonton. hehe. (mentang-mentang semua film yang gue bahas di blog gue selalu gue bilang bagus, bukan berarti gue gabut dalam memberikan komentar ya!). hehe.

Sinopsis di atas mungkin terlalu sedikit untuk dapat memahami inti cerita. Sedikit bocorin ceritanya nih, jadi di film ini intinya sih ada persoalan cinta, kekayaan, kekayaan untuk menemui cinta, dan kesetiaan.

Tentang kehidupan cinta seorang laki-laki pada perempuan yang benar-benar tulus (Gatsby ke Daisy)
Tentang cerita kekayaan seorang laki-laki yang punya banyak harta, entah diperoleh dari mana (Gatsby)
Tentang kekayaan untuk menemui cintanya lagi (Gatsby yang ingin betemu lagi dengan Daisy yang telah menikah dengan Tom)
Tentang pengujian kesetiaan dalam hubungan teman maupun hubungan percintaan (kesetiaan Nick pada Gatsby, Gatsby pada Daisy, Daisy pada Gatsby, Daisy pada Tom, dan Tom pada Daisy).

Hmm, jujur, kalau boleh bocorin agak banyak lagi, di film ini gue geregetan banget sama Tom. Sedikit geregetan juga sama Daisy. Pokoknya geregetan sama dua tokoh itu! Gue yakin juga yang pro-Gatsby, pasti akan geregetan juga deh. Huf.

Tapi, yang menghibur banget sepanjang film ini adalah... JENG JENG JENG... DICAPRIO'S LOVELY FACE! Dia tampan syekali, syududu~ Nggak nyantai sih tatapan mata sama senyumnya. Bisa dibilang, dia itu figur seorang laki-laki yang ganteng banget-bangetan, terus senyumnya manis, lembut, dan semua-mua ekspresi baik nempel tuh di wajahnya dia. Huahaha, memanjakan mata sekali pokoknya. 

Dari segi cerita, sebenernya sih klasik. Cerita cinta berlatar jaman dulu gitu. But, we can say that this film is soooooooooo bagus dan nggak murahan kok. Jadi, nggak nyesel tadi ngeluarin 60.000 rupiah buat nonton. (Weekend nih haha!).

Layaknya film drama lainnya, ada aja beberapa bagian yang romantis. But, ada juga beberapa bagian yang sedih. Hampir bikin ngeluarin air mata sih tadi. Tapi, mencoba behave. Haha, masa pas sedih nangis. Sedih nangis. Sedih nangis. Cengeng betul! Nggak dong, harus tetap senyum ya nonton film ini, biarpun ngenes dan sedih, Haha.

Finally, for me, The Great Gatsby is really great, so... tonton segera ya :)